Rabu, 20 Agustus 2025 12:51

Waspadai Bahaya Pornografi, DP3A Makassar Edukasi Orang Tua Lindungi Anak dari Konten Digital

Editor : Redaksi
Penulis : Gadis Ma'dika
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, mengadakan kegiatan edukasi bertajuk “Peningkatan Kesadaran Tentang Bahaya Pornografi pada Anak”, di Hotel Golden Tulip, Rabu (20/08/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, mengadakan kegiatan edukasi bertajuk “Peningkatan Kesadaran Tentang Bahaya Pornografi pada Anak”, di Hotel Golden Tulip, Rabu (20/08/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Membekali para orang tua dengan pengetahuan dalam memantau dan melindungi anak dari paparan pornografi di dunia digital.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar menggelar edukasi khusus bagi orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya konten pornografi pada anak yang marak di media sosial dan platform digital.

Meningkatnya peredaran konten pornografi anak di media sosial memicu kekhawatiran orang tua terhadap dampak negatif yang dapat mengancam tumbuh kembang anak. Menanggapi hal ini, DP3A Kota Makassar mengadakan kegiatan edukasi bertajuk “Peningkatan Kesadaran Tentang Bahaya Pornografi pada Anak”, di Hotel Golden Tulip, Rabu (20/08/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas SDM lembaga penyedia layanan perlindungan anak dalam rangka mendukung program perlindungan anak tingkat kabupaten/kota tahun anggaran 2025.

Baca Juga : Pemuda di Gowa Ditangkap, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Sebarkan Foto Korban

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3A Makassar, Isnaniah Nurdin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali para orang tua dengan pengetahuan dalam memantau dan melindungi anak dari paparan pornografi di dunia digital.

“Kami mengambil isu ini karena angka kasus pornografi dan kekerasan seksual terhadap anak masih tinggi. Ini menjadi peringatan bagi semua pihak—pemerintah, orang tua, guru, dan masyarakat,” tegas Isnaniah.

Ia menambahkan bahwa orang tua dibekali pengetahuan mengenai cara mengenali tanda-tanda anak yang terpapar konten negatif, serta pendekatan edukatif untuk menjelaskan bahaya pornografi secara tepat kepada anak-anak.

Baca Juga : Pemkab Gowa Komitmen Wujudkan Daerah Ramah Anak

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti Tim PKK, Majelis Taklim, tokoh agama dan masyarakat, serta forum anak yang berperan sebagai agen perubahan.

“Dengan kolaborasi orang tua, masyarakat, dan pemerintah, kami yakin bisa menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang,” tambah Isnaniah.

Edukasi ini digelar selama dua hari, yakni pada 20–21 Agustus 2025, menghadirkan sejumlah narasumber kompeten seperti Tim TRC UPTD PPA Abu Talib dan Direktur PKBI, Andi Iskandar.

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Isnaniah berharap gerakan edukasi ini akan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang dampak pornografi, serta menyebarkan pemahaman mengenai cara mengenali, menangani, dan mencegah paparan konten negatif sejak dini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Bahaya Pornografi Anak #DP3A Makassar #Perlindungan Anak #Edukasi Orang Tua #Konten Negatif Digital #Anak dan Media Sosial #Pencegahan Pornografi Anak
Youtube Jejakfakta.com