Jejakfakta.com, MAKASSAR – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar menggelar kegiatan Advokasi, Sosialisasi, dan Fasilitasi Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan di Satuan Pendidikan jenjang SLTP/MTs, baik jalur formal maupun nonformal. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aerotel Smile Makassar, Kamis (25/9/2025).
Sebanyak 110 peserta menghadiri kegiatan ini, terdiri dari kepala sekolah SMP, koordinator KB, penyuluh KB, serta siswa dari jenjang SD/MI dan SLTP/MTs. Turut hadir Kepala DPPKB Kota Makassar, A. Irwan Bangsawan, bersama narasumber Achi Soleman (Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar) dan Syanne Inawati Salukanan.

Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda
Baca Juga : Mahasiswa UNM Dorong Ruang Demokrasi Inklusif, Wawali Makassar Dukung Pekan Parlemen 2026
Dalam sambutannya, A. Irwan Bangsawan menekankan pentingnya pendidikan kependudukan untuk membekali siswa dan tenaga pendidik dengan pemahaman tentang dinamika kependudukan seperti pertumbuhan penduduk, migrasi, kelahiran, kematian, dan dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami harap siswa dan guru memiliki pemahaman yang utuh terhadap perubahan kependudukan, serta pentingnya pembangunan berkelanjutan,” ungkap Irwan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung implementasi Program Pendidikan Kependudukan Jalur Formal melalui integrasi ke dalam mata pelajaran tanpa harus mengubah kurikulum. Salah satunya melalui pendekatan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Baca Juga : 30 Finalis Adu Pesona dan Gagasan, Luwu Timur Siapkan Duta Wisata 2026 yang Adaptif Digital
Kepala DPPKB Kota Makassar, A. Irwan Bangsawan, saat membuka kegiatan Advokasi, Sosialisasi, dan Fasilitasi Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan di Satuan Pendidikan jenjang SLTP/MTs, baik jalur formal maupun nonformal di Hotel Aerotel Smile Makassar, Kamis (25/9/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa
Jalur Pendidikan Formal dan Nonformal
Pendidikan kependudukan pada jalur formal akan disisipkan ke dalam kegiatan pembelajaran, pojok kependudukan, hingga kegiatan ekstrakurikuler. Sementara pada jalur nonformal, dapat dilakukan melalui kegiatan Pramuka, PIK-R, OSIS, PMR, dan kelompok masyarakat lainnya.
Baca Juga : Buka Puasa Alumni SMADA, Wali Kota Makassar Ajak Perkuat Kontribusi untuk Kemajuan Sekolah
Irwan menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menekan angka putus sekolah (drop out) serta meningkatkan kesadaran siswa dan pendidik terhadap isu-isu kependudukan yang berdampak sosial dan ekonomi.
“Pendidikan kependudukan membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar mampu menjadi agen perubahan dalam membangun keluarga berkualitas dan masyarakat yang sadar kependudukan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




