Rabu, 08 Oktober 2025 11:09

Meningkatkan Kesiapsiagaan Medis Luwu Timur: Pelatihan Gawat Darurat untuk Tenaga Kesehatan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Dinas Kesehatan Luwu Timur menyelenggarakan In House Training Penanganan Kegawatdaruratan Medis Pra-Hospital. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Aula KKS Malili, dimulai pada Rabu, 8 Oktober 2025. @Jejakfakta/dok. Istimewa
Dinas Kesehatan Luwu Timur menyelenggarakan In House Training Penanganan Kegawatdaruratan Medis Pra-Hospital. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Aula KKS Malili, dimulai pada Rabu, 8 Oktober 2025. @Jejakfakta/dok. Istimewa

Kesiapsiagaan sangat dibutuhkan. Tenaga kesehatan harus mampu merespon secara cepat dan tepat dalam situasi gawat darurat.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan menggelar In House Training Penanganan Kegawatdaruratan Medis Pra-Hospital. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari di Aula KKS Malili, mulai Rabu (8/10/2025), bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi darurat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Luwu Timur, Masdin, didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Helmy Kahar, dan Ketua PSC 119 Luwu Timur, Muhlis Katili.

Dalam sambutannya, Masdin menekankan pentingnya kesiapan tenaga medis untuk merespon secara cepat dan tepat dalam kondisi gawat darurat. “Kesiapsiagaan sangat dibutuhkan. Tenaga kesehatan harus mampu merespon secara cepat dan tepat dalam situasi gawat darurat,” ujarnya.

Baca Juga : Maksimalkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Irwan Kumpulkan Kepala Puskesmas se-Luwu Timur

Selain pelatihan, Masdin juga memaparkan sejumlah program strategis Pemkab Luwu Timur untuk meningkatkan layanan kesehatan, antara lain:

  • Pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Malili
  • Peningkatan fasilitas RSUD I Lagaligo Wotu
  • Rencana pembangunan Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut
  • Program Garda Sehat Desa, dilengkapi tenaga medis dan armada siaga

Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari 18 Puskesmas, masing-masing mengirim dua peserta, serta perwakilan dari RSUD I Lagaligo Wotu dan INKO Primaya.

Masdin menegaskan bahwa pelatihan semacam ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya bagi tenaga medis tetapi juga masyarakat umum, agar memiliki kemampuan dasar memberikan pertolongan pertama sebelum tenaga profesional tiba di lokasi kejadian.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Nakes, Bupati Gowa Tekankan Pelayanan Kesehatan Responsif dan Menjangkau Warga

“Kami mendukung penuh sistem gawat darurat yang terintegrasi dengan teknologi, ambulans terstandarisasi, serta SDM yang profesional dan penuh empati,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pelatihan Kesehatan #Kegawatdaruratan Medis #Tenaga Kesehatan #Dinas Kesehatan #PSC 119 #RSUD I Lagaligo #Garda Sehat Desa #Rumah Sakit Tipe B
Youtube Jejakfakta.com