Jejakfakta.com - PANGKEP - Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) secara serius mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui High Level Meeting (HLM) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kamis (9/10/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Pangkep ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku sektor swasta. Forum tersebut menghasilkan komitmen bersama dan sejumlah langkah aksi untuk mendongkrak perekonomian.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pangkep, H. Abd Rahman Assegaf, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Hal ini dinilai krusial untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.
Baca Juga : Bupati Pangkep Silaturahmi ke Kodaeral VI Hasanuddin, Bahas Sinergi Pembangunan Kepulauan
“Pertumbuhan ekonomi adalah indikator keberhasilan pembangunan secara keseluruhan. Untuk mencapai target nasional 8 persen, kita harus bersinergi dengan pemerintah pusat dan mengambil langkah konkret di daerah,” tegas Abd Rahman Assegaf.
Sebagai tindak lanjut dari HLM, Bappelitbangda Pangkep menetapkan sembilan langkah konkret untuk percepatan pertumbuhan ekonomi. Kesembilan langkah tersebut adalah:
1. Percepatan realisasi APBD.
Baca Juga : Pangkep Pertahankan Opini WTP ke-15 Kali, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah
2. Percepatan realisasi penanaman modal.
3. Percepatan pelaksanaan proyek infrastruktur pemerintahan.
4. Pengendalian harga bahan pokok.
Baca Juga : Dianugerahi Satyalancana Wira Karya, Bupati Pangkep: Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo
5. Pencegahan ekspor dan impor ilegal.
6. Perluasan kesempatan kerja.
7. Peningkatan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sesuai potensi lokal.
Baca Juga : Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Maknai Iduladha dengan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
8. Peningkatan output industri.
9. Kemudahan perizinan usaha.
Forum ini juga menetapkan target pertumbuhan ekonomi Pangkep untuk periode 2024–2030, yang diharapkan dapat meningkat dari rata-rata 5,00 persen menjadi 6,62 persen. Komitmen ini diperkuat dengan penandatanganan bersama untuk pengumpulan data dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga : Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga, Pemkab Pangkep Jaga Stabilitas Harga Jelang Iduladha
Kepala Bappelitbangda Pangkep, Iman Takbir, memberikan sinyal optimis. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Pangkep pada tahun 2025 dapat menembus angka 7 persen, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sebesar 6,5 persen.
"Alhamdulillah, tahun 2025 pertumbuhan ekonomi kita akan menuju angka 7 persen. Meskipun kita masih menargetkan angka 6,5 persen dalam RPJMD. Kita berharap, dengan kondisi dan kegiatan yang menunjang pertumbuhan ekonomi, mudah-mudahan bisa capai 7 persen," terang Iman.
Ia juga menjelaskan bahwa sektor industri, pertanian, dan perikanan akan tetap menjadi penopang utama dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi Pangkep ke depannya, mengingat ketiganya merupakan sektor unggulan yang berbasis pada potensi lokal.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan fondasi yang kuat, dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pangkep selama tiga tahun terakhir (2022–2024) menunjukkan tren positif dengan rata-rata 4,5 persen per tahun. Dengan sembilan langkah aksi yang telah disusun, Pangkep bertekad untuk melompat lebih tinggi, berkontribusi pada target nasional, sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat di daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




