Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan mencatat, dari 23 Desember 2022 hingga 7 Januari 2023, sebanyak 17 rumah rusak berat, 43 rumah rusak sedang dan 23 rumah rusak ringan akibat abrasi di Kabupaten Takalar dan 53 rumah rusak sedang di Pinrang.
Abrasi tidak hanya terjadi sekarang ini. Takalar menjadi langganan hampir lima tahun terakhir. Dan itu menjadi ancaman bagi sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Takalar, Sulsel.

Pemerintah Provinsi Sulsel pun berencana membangun tanggul pengaman pantai untuk menangani abrasi. Hal itu diungkapkan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Andi Aslam Patonangi.
Baca Juga : 90 Anak Gowa Berangkat ke Sekolah Rakyat, Peluang Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
Menurutnya, tanggul tersebut merupakan penanganan darurat untuk abrasi. Karena itu, tanggul akan dibangun dengan menggunakan anggaran APBD. "Kita usahakan dengan penanganan sementara. Penanganan darurat namanya," seru Aslam.
Abrasi diperparah dengan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa pekan terakhir. Tercatat ada sembilan desa mengalami abrasi. Namun untuk sementara, hanya satu desa yang akan ditangani lebih dulu yakni Desa Kanaeng, Galesong Selatan.
Pembangunan tanggul itu, akan menggunakan APBD Sulsel. Hal ini juga telah dibahas dengan sejumlah stakeholder terkait seperti TAPD (tim anggaran pemerintah daerah), Bappelitbangda, BPBD, Dinas PUTR dan perwakilan Pemkab Takalar.
Baca Juga : Bupati OKI Belajar ke Makassar, Tertarik Strategi Dongkrak PAD hingga Tembus Rp2 Triliun
"Itu kita upayakan dengan belanja tidak terduga (BTT) karena BTT itu hanya bisa untuk penanganan darurat," tandas Aslam. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




