Mitra Kementerian Agama (Kemenag), dalam hal ini travel haji dan umrah, Senin (23/1) dipanggil pihak perwakilan Kemenag di daerah, kemungkinan besar membahas kenaikan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2023.
Pemilik salah satu travel haji dan umrah, H Sarifuddin mengungkapkan, perwakilan travel haji dan umrahnya diundang, katanya untuk sosialisasi.

"Kemungkinan akan membahas kenaikan biaya naik haji, karena sudah mulai ramai dibahas, dan belum ada kepastian," ungkap Sarifuddin, Jumat (20/1).
Dia dan jemaah haji yang didampinginya mengaku hanya pasrah, jika memang biaya haji harus naik. "Kami bisa apa jika itu sudah jadi ketetapan dari pemerintah? Pasti harus diikuti aturannya," jelas Sarifuddin.
Meski demikian, sudah ada calon pendampingannya, yang mengaku kenaikan itu memberatkan, karena lebih besar dua kali lipat dari biaya perjalanan ibadah haji sebelum-sebelumnya.
Biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 2023 diusulkan sebesar Rp69.193.733,60. Nilai tersebut adalah 70% dari usulan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang mencapai Rp98.893.909,11.
Baca Juga : Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat, BMKG: Puncaknya Agustus dan Berpotensi Lebih Kering
Kemenag menyebut usulan tersebut yang paling logis untuk menjaga supaya yang ada di Badan Pengelolah Keuangan Haji (BPKH) tidak tergerus. Selain untuk menjaga BPKH, juga terkait istitha'ah, kemampuan menjalankan ibadah. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




