Selasa, 11 November 2025 18:30

Sekolah Daerah Tembus Pusat Talenta Nasional: Bukti Pemerataan Prestasi STEM dari Luwu Timur

Editor : Redaksi
Penulis : Erwin Ijarta
Guru matematika Ilmal dan siswinya, Aqeela Hafiza Aspuji, dua dari peserta terpilih secara nasional dalam Program Bina Talenta Indonesia bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). @Jejakfakta/dok. Istimewa
Guru matematika Ilmal dan siswinya, Aqeela Hafiza Aspuji, dua dari peserta terpilih secara nasional dalam Program Bina Talenta Indonesia bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Ilmal dan Aqeela terpilih setelah melalui seleksi yang berlangsung selama dua bulan, mencakup penilaian administrasi serta rangkaian pembelajaran daring berbasis LMS dengan fokus pada penguatan kemampuan STEM.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Prestasi pendidikan dari daerah kembali menembus panggung nasional. UPT SMP Negeri 2 Malili, Kabupaten Luwu Timur, mencatatkan capaian membanggakan setelah guru dan siswanya terpilih dalam Program Bina Talenta Indonesia bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang digagas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikdasmen.

Guru matematika Ilmal bersama siswi kelas IX, Aqeela Hafiza Aspuji, menjadi dua dari peserta terpilih secara nasional setelah bersaing dengan ratusan guru dan pelajar dari berbagai provinsi di Indonesia. Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan talenta unggul untuk memperkuat ekosistem sains dan teknologi sejak jenjang pendidikan dasar.

Keduanya dijadwalkan mengikuti rangkaian pengembangan talenta pada 10–15 November 2025 yang akan dipusatkan di dua perguruan tinggi ternama, yakni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Baca Juga : HUT ke-27 Luwu Utara, Bupati Irwan Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Kemajuan Luwu Raya

Proses seleksi berlangsung ketat selama kurang lebih dua bulan, meliputi verifikasi administrasi hingga pembelajaran daring berbasis Learning Management System (LMS). Materi seleksi menitikberatkan pada penguatan nalar ilmiah, pemecahan masalah, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran STEM.

Kepala UPT SMPN 2 Malili, Hj. Mardiah As’ad, menilai keberhasilan ini sebagai bukti bahwa kualitas sumber daya manusia dari daerah mampu bersaing di tingkat nasional.

“Ini menunjukkan bahwa sekolah di daerah memiliki potensi besar jika diberi ruang dan kesempatan. Kami berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi guru dan siswa lain untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Baca Juga : Petani Laoli Tolak Santunan Lahan Proyek Nasional, Kirim Surat Keberatan ke Pemkab Luwu Timur

Ilmal menuturkan bahwa keterlibatannya dalam program ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa dampak bagi sekolah.

“Program ini sangat menantang dan membuka wawasan baru tentang pembelajaran STEM. Ilmu yang saya peroleh nantinya akan saya bagikan kepada rekan guru dan siswa agar manfaatnya lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Aqeela Hafiza Aspuji mengaku pengalaman seleksi memberikan perspektif baru tentang dunia sains dan teknologi.

Baca Juga : Pencanangan Desa Cantik, Wabup Puspa: Data Harus Akurat dan Berdampak

“Saya jadi lebih memahami cara berpikir ilmiah dan penggunaan teknologi untuk menyelesaikan masalah. Saya ingin mengajak teman-teman agar lebih percaya diri dan berani bermimpi,” ungkapnya.

Capaian ini sekaligus menegaskan peran UPT SMPN 2 Malili dalam mendukung pemerataan prestasi pendidikan serta menyiapkan generasi muda Luwu Timur yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan berbasis sains dan teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Luwu Timur #SMPN 2 Malili #Bina Talenta Indonesia #STEM 2025 #prestasi pendidikan #kemendikdasmen #UNY #UNESA #Ilmal #Aqeela Hafiza Aspuji
Youtube Jejakfakta.com