Ahad, 21 Desember 2025 15:36

Festival Muara Jadi Top Event di Makassar, Munafri: Kita Rawat Budaya Lokal di Pertemuan Sungai dan Laut

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Ilustrasi. Festival Muara masuk dalam Calendar of Event (CoE) 2026 Pemkot Makassar. @Jejakfakta/dok. Istimewa
Ilustrasi. Festival Muara masuk dalam Calendar of Event (CoE) 2026 Pemkot Makassar. @Jejakfakta/dok. Istimewa

Pemkot Makassar angkat identitas pesisir lewat Festival Muara di CoE 2026.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bersiap menghadirkan deretan hajatan spektakuler sepanjang 2026 melalui Calendar of Event (CoE) 2026.

Tak sekadar kalender kegiatan, CoE 2026 dirancang sebagai platform terpadu yang menjadi rujukan utama dalam penginputan, pengelolaan, hingga promosi seluruh program unggulan Pemerintah Kota Makassar, khususnya di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya.

Dari puluhan agenda yang disiapkan, satu event tampil menonjol dan menyita perhatian, yakni Festival Muara. Festival ini digagas langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar, dengan mengusung kekuatan tradisi lokal di kawasan pertemuan sungai dan laut.

Baca Juga : Janji Munafri-Aliyah Terbukti: 40 Lampu Solar Cell Terpasang di Kepulauan Makassar, Pete-pete Laut Segera Beroperasi

Identitas geografis tersebut melekat kuat pada Kota Makassar yang dianugerahi banyak muara sungai besar, seperti Sungai Tallo dan Sungai Jeneberang.

Festival Muara direncanakan akan digelar pada pertengahan tahun 2026 dan menjadi festival perdana yang secara khusus mengangkat tradisi lokal di kawasan pertemuan sungai dan laut.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan Festival Muara dihadirkan sebagai bentuk perayaan terhadap keunikan geografis Kota Makassar yang tidak dimiliki banyak daerah lain.

Baca Juga : Munafri Hadiri Silaturahmi dengan Mensos di Sulsel, Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Menurutnya, Makassar dianugerahi keindahan alam berupa pertemuan sungai besar dan laut yang harus disyukuri, sekaligus diolah menjadi kekuatan budaya dan pariwisata.

“Kenapa kita mengangkat Festival Muara sebagai top event? Karena ini baru pertama kali akan kita gelar di Kota Makassar,” ujarnya.

“Festival ini akan dikurasi dengan sejumlah talenta berpengalaman untuk membentuk sebuah festival yang berbeda,” sambung Munafri, Minggu (21/12/2025).

Baca Juga : Efisiensi BBM Jadi Aksi Nyata, Appi Gowes Pagi Pantau Kebersihan Tiga Kecamatan di Makassar

Ia menjelaskan, Festival Muara bukan sekadar perayaan budaya, melainkan upaya menghadirkan narasi baru tentang Makassar sebagai kota pesisir yang hidup dari harmoni alam, sejarah, dan aktivitas masyarakat.

Konsep ini menjadikan muara sebagai ruang budaya, pesisir laut sebagai ruang ekonomi, sekaligus ruang interaksi sosial yang menyatukan kawasan pesisir dan perkotaan.

Munafri menegaskan, tidak banyak kota yang memiliki keindahan alam dan letak geografis seperti Makassar. Karena itu, potensi tersebut harus dimaknai dan dikelola melalui kegiatan yang mencerminkan karakter kota.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama

“Tidak banyak kota yang memiliki keindahan alam dan letak geografis seperti Makassar. Kita ingin event-event di Kota Makassar diperkenalkan dengan tetap melihat kultur yang ada,” jelasnya.

Diketahui, peluncuran Calendar of Event Kota Makassar 2026 yang digelar pada Jumat (19/12/2025) menjadi penanda keseriusan Pemkot Makassar menjadikan event sebagai penggerak utama pariwisata kota.

Secara keseluruhan, CoE 2026 memuat 86 kegiatan sepanjang Januari hingga Desember. Sebanyak 15 di antaranya masuk kategori Big Event, sementara Festival Muara tampil sebagai satu-satunya Top Event yang paling menyita perhatian.

Baca Juga : Dubes Finlandia Bahas Kerja Sama Infrastruktur Cerdas dengan Wali Kota Makassar

Festival ini direncanakan menjadi wajah baru agenda unggulan Kota Daeng yang digelar pada pertengahan 2026.

Dengan konsep kuat berbasis kearifan lokal serta terintegrasi dalam Calendar of Event nasional, Festival Muara diharapkan menjadi magnet baru pariwisata Makassar sekaligus memperkuat identitas kota sebagai pusat budaya maritim di Indonesia Timur.

Munafri menambahkan, Festival Muara akan menampilkan harmoni antara muara sungai dan laut, serta kehidupan masyarakat pesisir dan kepulauan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Makassar sebagai wilayah maritim.

“Lihat bagaimana muara sungai berbaur dengan muara laut, masyarakat pulau menghadirkan seluruh elemen kehidupannya. Ini yang kita harapkan menjadi daya tarik dan dikemas secara berbeda,” katanya.

Festival Muara akan memadukan unsur tradisional, modern, dan kontemporer dalam satu ruang perayaan untuk memberikan kesan yang kuat bagi pengunjung.

“Tradisional, modern, dan kontemporer akan menyatu dalam event ini sehingga memberikan pengalaman yang berbeda,” lanjut Munafri.

Festival ini tidak hanya ditujukan bagi warga Makassar, tetapi juga menyasar wisatawan dari berbagai daerah, termasuk menghadirkan panorama matahari terbenam di kawasan pesisir kota.

“Kita ingin para pelancong menyaksikan langsung keindahan sunset Kota Makassar. Itu yang akan kita eksplorasi ke depan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, konsep muara sebagai titik temu sungai dan laut akan menjadi ruh utama festival, dengan panggung terbuka yang menampilkan tari dan pertunjukan adat, musik tradisi, serta kuliner khas Makassar.

“Makassar memandang budaya sebagai sumber kekuatannya. Kekuatan itu hidup dari seniman, komunitas, dan masyarakat yang memberi warna pada kota ini,” tutup Munafri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Festival Muara Makassar #coe makassar 2026 #Event Makassar 2026 #pariwisata Makassar #Budaya Pesisir #Kota Maritim #Munafri Arifuddin #Festival Budaya
Youtube Jejakfakta.com