Kamis, 08 Januari 2026 19:29

Pemilihan Rektor Unhas Diundur Dua Hari, PPR Ingin Pastikan Seluruh Pemegang Suara Hadir

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Tiga calon Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, yaitu Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.MedEd, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. dan Prof. Dr. Sukardi Weda, S.S., M.Hum., M.Pd., M.Si., MM., M.Sos.I, MA. @Jejakfakta/dok. Humas Unhas
Tiga calon Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, yaitu Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.MedEd, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. dan Prof. Dr. Sukardi Weda, S.S., M.Hum., M.Pd., M.Si., MM., M.Sos.I, MA. @Jejakfakta/dok. Humas Unhas

Perubahan jadwal tersebut juga sejalan dengan arahan terbaru dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) yang disampaikan melalui Ketua MWA Unhas.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Universitas Hasanuddin resmi menyesuaikan jadwal Pemilihan Rektor Unhas Periode 2026–2030. Agenda yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026, kini diundur menjadi Rabu, 14 Januari 2026.

Meski terjadi perubahan waktu, lokasi pemilihan tetap dilaksanakan di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas dan legitimasi proses pemilihan rektor.

Baca Juga : Prof. JJ Terpilih Kembali sebagai Rektor Unhas Periode 2026–2030 dengan Perolehan Suara 95,8 Persen

“PPR Unhas mempertimbangkan dinamika agenda para anggota Majelis Wali Amanat, khususnya dari unsur eksternal kampus. Kami ingin memastikan seluruh anggota MWA yang memiliki hak suara dapat hadir secara lengkap,” ujar Ishaq Rahman, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, perubahan jadwal tersebut juga sejalan dengan arahan terbaru dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) yang disampaikan melalui Ketua MWA Unhas.

“Arahan dari Menteri Dikti Saintek menjadi salah satu pertimbangan penting. Prinsipnya, pemilihan rektor harus berlangsung secara inklusif, transparan, dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama,” jelasnya.

Baca Juga : Pemilihan Rektor Unhas 2026–2030 Digelar di Jakarta, Hadir Tokoh Nasional dan Menteri Kabinet

Sebagaimana diketahui, Majelis Wali Amanat Unhas terdiri dari unsur internal dan eksternal kampus yang memiliki hak suara dalam pemilihan rektor. Dari unsur eksternal, MWA Unhas diisi oleh sejumlah pejabat tinggi negara serta tokoh nasional.

Beberapa pejabat yang menjadi anggota MWA Unhas antara lain Menteri Dikti Saintek Prof. Brian Yuliarto serta Menteri Pertanian RI Dr. Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP IKA Unhas. Selain itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turut menjadi anggota MWA dari unsur eksternal.

Komposisi MWA Unhas juga diperkuat oleh tiga tokoh masyarakat nasional, yakni Tony Wenas (CEO Freeport Indonesia), M. Arsyad Rasjid (pengusaha), dan Prof. Sangkut Marzuki (ilmuwan).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Jemput Langsung Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Lanud Sultan Hasanuddin

Dengan penyesuaian jadwal ini, PPR Unhas berharap Rapat Terbuka Luar Biasa MWA dalam rangka Pemilihan Rektor Unhas Periode 2026–2030 dapat berlangsung secara optimal.

“Harapannya, seluruh anggota MWA yang memiliki hak suara dapat hadir dan berpartisipasi penuh, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kepentingan strategis Unhas ke depan,” tutup Ishaq.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pemilihan Rektor Unhas #Rektor Unhas 2026 #MWA Unhas #Universitas Hasanuddin #PPR Unhas #Kampus Unhas Jakarta #Pemilihan Rektor PTN
Youtube Jejakfakta.com