Sabtu, 17 Januari 2026 19:12

Pesawat ATR 42-500 PK-THT Alami Loss Contact, Lokasi pencarian Difokuskan di Wilayah Pegunungan Bantimurung

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian udara. @Jejakfakta/dok. Basarnas Makassar
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian udara. @Jejakfakta/dok. Basarnas Makassar

Jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menerima laporan hilangnya kontak (loss contact) pesawat udara jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melakukan penerbangan dari Bandar Udara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (UPG) dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Berdasarkan kronologi awal, pada pukul 04.23 UTC, pesawat mendapatkan arahan dari Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu Runway 21. Namun, dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur yang seharusnya.

Baca Juga : Eksaminasi Publik Bongkar Dugaan Kekeliruan Fatal Putusan Buruh KIBA, Dinilai Ancam Hak Pekerja Nasional

ATC kemudian memberikan arahan koreksi posisi serta sejumlah instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC secara resmi mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan yang berlaku.

Upaya Pencarian dan Pertolongan

Baca Juga : Diskominfo Makassar Gandeng Apple Developer Academy, Perkuat Talenta Digital Mahasiswa

AirNav Indonesia Cabang MATSC segera berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat, serta Polres Maros melalui Kapolsek Bandara, guna mendukung pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR).

Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar juga telah menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi dan informasi resmi.

Lokasi pencarian difokuskan di wilayah pegunungan kapur Bantimurung, tepatnya di Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang juga menjadi lokasi Posko Basarnas terdekat. Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas pada pukul 16.25 WITA.

Baca Juga : Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar

Selain itu, AirNav Indonesia tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait aktivitas pencarian dan pertolongan di wilayah tersebut.

Jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang.

Informasi awal kondisi cuaca saat kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer dengan kondisi sedikit berawan. Namun, detail dan konfirmasi lebih lanjut masih dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan secara intensif.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar bersama AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, dan instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan seluruh langkah penanganan berjalan optimal,” ujar Lukman.

Ia juga mengimbau seluruh operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca, melakukan perencanaan penerbangan secara maksimal, serta mematuhi ketentuan weather minima pada tahap dispatch, take off, dan landing sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

Baca Juga : Mendikdasmen Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel Hari Ini

Selain itu, operator diminta mengimplementasikan ALAR (Approach and Landing Accident Reduction) Toolkit sebagai langkah pencegahan insiden dan kecelakaan, khususnya pada fase pendekatan dan pendaratan di wilayah pegunungan maupun kondisi cuaca kurang mendukung.

Regulasi dan Pedoman Keselamatan

Sebagai pedoman operasional, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menerbitkan sejumlah Surat Edaran, antara lain:

  • SE Nomor 3 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kondisi Cuaca Ekstrem
  • SE Nomor 47 Tahun 2020 tentang Operasi Penerbangan pada Kondisi Weather Minima
  • SE Nomor 01 Tahun 2022 tentang Kewaspadaan Cuaca Ekstrem Dampak La Niña
  • SE Nomor 09 Tahun 2024 tentang Kewaspadaan Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru serta Penanganan Abu Vulkanik

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan resmi di lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#ATR 42-500 #PK-THT #loss contact #Indonesia Air Transport #AirNav Indonesia #Basarnas #Bandara Sultan Hasanuddin #Makassar #Penerbangan #kecelakaan pesawat
Youtube Jejakfakta.com