Selasa, 20 Januari 2026 11:48

Hari Keempat Operasi SAR, Tim Gabungan Sisir Titik Koordinat Temuan di Tebing Curam Bulusaraung

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, saat memberikan keterangan pers, di Makassar, Selasa (20/1/2026). @Jejakfakta/dok. Basarnas
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, saat memberikan keterangan pers, di Makassar, Selasa (20/1/2026). @Jejakfakta/dok. Basarnas

Sebanyak sembilan Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan dan dibagi ke sejumlah sektor pencarian. Medan operasi berada di kawasan tebing curam dengan kedalaman mencapai ratusan meter dari puncak, sehingga membutuhkan kehati-hatian dan perencanaan matang.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat pada Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan memfokuskan upaya pencarian pada penyisiran lanjutan lokasi-lokasi temuan yang telah terpetakan berdasarkan koordinat di medan ekstrem.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa strategi operasi hari keempat difokuskan pada area yang sebelumnya ditemukan korban, barang pribadi, serta bagian-bagian pesawat.

“Pada hari keempat operasi, tim SAR gabungan kembali menyisir area temuan secara bertahap dan terukur sesuai rencana operasi. Seluruh pergerakan mengacu pada data koordinat yang telah dikumpulkan,” ujar Arif dalam keterangannya.

Baca Juga : Basarnas Makassar Gelar Operasi SAR Nelayan Hilang di Perairan Pelabuhan New Port Pelindo

Sebanyak sembilan Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan dan dibagi ke sejumlah sektor pencarian. Medan operasi berada di kawasan tebing curam dengan kedalaman mencapai ratusan meter dari puncak, sehingga membutuhkan kehati-hatian dan perencanaan matang.

SRU 1 hingga SRU 5 melakukan penyisiran di beberapa terapan yang menjadi titik temuan awal, mulai dari lokasi korban pertama, serpihan dan jendela pesawat, mesin pertama dan tangga kursi, lokasi temuan korban kedua beserta barang pribadi, hingga area sayap dan mesin kedua pesawat di sekitar air terjun.

Sementara itu, SRU 6 melaksanakan pengecekan lanjutan pada lokasi ekor pesawat yang berada di kedalaman sekitar 200 meter. Untuk mendukung proses evakuasi, SRU 7 bertugas memindahkan korban menuju area persawahan Kampung Baru, dengan pengamanan jalur evakuasi oleh SRU 8.

Baca Juga : Operasi SAR Lansia Hilang di Selayar Ditutup Setelah Tujuh Hari, Pencarian Maksimal Berakhir Nihil

Dari sektor udara, SRU 9 mengerahkan helikopter dari Lanud Hasanuddin untuk melakukan penyisiran menyeluruh di kawasan Pegunungan Bulu Saraung. Dukungan udara ini juga digunakan untuk memperkuat pemetaan lokasi temuan bagi tim darat.

“Seluruh SRU bekerja berdasarkan data koordinat dan hasil temuan lapangan. Medan yang curam dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan utama, namun keselamatan personel tetap menjadi prioritas,” tegas Arif.

Operasi SAR ini melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai potensi SAR lainnya. Informasi perkembangan operasi akan disampaikan secara berkala kepada publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#operasi sar #Pesawat ATR 42-500 #basarnas makassar #kecelakaan pesawat #Bulusaraung #SAR Maros Pangkep #Evakuasi Pesawat Jatuh #SAR Sulawesi Selatan
Youtube Jejakfakta.com