Selasa, 20 Januari 2026 11:38

Wali Kota Makassar Buka Workshop APEC Pengelolaan Kesehatan Anak

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce di The Rinra Hotel Makassar, Selasa (20/1/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce di The Rinra Hotel Makassar, Selasa (20/1/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pada tahun 2024, tercatat 19 kasus kematian ibu dan 198 kematian bayi. Sementara pada tahun 2025, angka tersebut menurun menjadi 13 kematian ibu dan 185 kematian bayi.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI melalui Poltekkes Makassar, di The Rinra Hotel Makassar, Selasa (20/1/2026).

Workshop internasional yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Januari 2026, ini bertujuan untuk berbagi praktik terbaik (best practices) serta memperkuat kolaborasi antarnegara dalam pengelolaan kesehatan anak di kawasan Asia Pasifik.

Kegiatan tersebut diikuti oleh delegasi dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam yang hadir secara langsung. Sementara itu, perwakilan dari Meksiko, Jepang, dan China Taipei mengikuti workshop secara daring.

Baca Juga : Auditor KONI Makassar Siap Tempuh Jalur Hukum, Minta APAK dan GRH Tak Seret Nama Wali Kota Soal Dana Hibah

Wali Kota Munafri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan APEC dan Poltekkes Makassar yang memilih Kota Makassar sebagai tuan rumah kegiatan internasional tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan solusi bersama dalam memperkuat layanan kesehatan anak, khususnya di kota besar dengan jumlah penduduk tinggi.

“Kota Makassar memiliki sekitar 1,4 juta penduduk yang tersebar di 15 kecamatan dan 153 kelurahan. Dengan jumlah penduduk sebesar itu, tantangan di sektor kesehatan tentu tidak ringan. Karena itu, kami sangat mengapresiasi APEC yang membawa forum penting ini ke Makassar,” ujar Munafri.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama kesehatan anak sebagai fondasi generasi masa depan.

Baca Juga : Ketua KONI Makassar Tegaskan Hibah Rp15 Miliar Sah, Disahkan DPRD dan Siap Diaudit

“Kami tidak hanya menginginkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pertumbuhan kesehatan yang kuat bersama seluruh komunitas. Kesehatan anak adalah fondasi utama bagi masa depan kota ini,” tambahnya.

Dalam paparannya, Munafri juga menyampaikan kondisi fasilitas dan sumber daya kesehatan di Kota Makassar. Saat ini, Makassar memiliki 47 puskesmas, 35 puskesmas pembantu (Pustu), 214 klinik, satu rumah sakit umum daerah (RSUD), serta total 52 rumah sakit umum.

Ia menekankan pentingnya ketersediaan data tenaga kesehatan yang akurat, terstandarisasi, dan mutakhir sebagai kunci penguatan sistem pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Hari Ini Musda Golkar Sulsel Dibuka Bahlil, IAS Hampir Pasti Terpilih Aklamasi

Selain itu, Munafri menyoroti angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan serius. Pada tahun 2024, tercatat 19 kasus kematian ibu dan 198 kematian bayi. Sementara pada tahun 2025, angka tersebut menurun menjadi 13 kematian ibu dan 185 kematian bayi.

“Data ini menunjukkan masih adanya persoalan dalam akses, kualitas, dan keterjangkauan layanan kesehatan,” jelasnya.

Ia berharap workshop APEC ini mampu memperkuat jejaring kerja sama lintas negara dan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan di Kota Makassar.

Baca Juga : IAS Jadi Kandidat Pertama Kembalikan Formulir Calon Ketua Golkar Sulsel, Pengembalian Dijadwalkan Hari Ini

“Kami berharap lokakarya ini dapat menghasilkan rekomendasi nyata yang bisa langsung kami implementasikan di Makassar,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Makassar, Rusli, mengatakan bahwa workshop ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga para pembuat kebijakan, dalam pengelolaan kesehatan anak.

Menurutnya, isu kesehatan anak tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga sangat menentukan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi di masa depan.

Baca Juga : Munafri dan Coach Darije Satukan Semangat Kebangkitan PSM Makassar: "Ewako PSM!"

“Melalui pertukaran praktik terbaik, diskusi mendalam, dan pemanfaatan teknologi, kami berharap lokakarya ini mampu menghasilkan rekomendasi aplikatif untuk memperkuat sistem kesehatan primer di masing-masing negara,” ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#APEC #kesehatan anak #Munafri Arifuddin #Poltekkes Makassar #Kementerian Kesehatan #Kesehatan Anak Asia Pasifik
Youtube Jejakfakta.com