Selasa, 20 Januari 2026 17:25

Delapan Sampel DNA Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat ATR Diambil untuk Identifikasi

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Konferensi Pers terkait pengambilan sampel DNA kekuarga korban di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Senin (19/1/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa
Konferensi Pers terkait pengambilan sampel DNA kekuarga korban di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Senin (19/1/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Kepala Bidang DVI Pusdokkes Mabes Polri, AKBP Wahyuhidayati, menegaskan bahwa pengambilan sampel jenazah tidak dilakukan di lokasi kejadian perkara (TKP).

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan telah mengambil delapan sampel DNA dari keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 4-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Sampel tersebut akan digunakan untuk proses pencocokan identitas korban.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan pemeriksaan ante mortem terhadap keluarga korban telah dilakukan terhadap delapan orang dari total sepuluh korban kecelakaan.

“Tim telah memeriksa ante mortem keluarga korban. Delapan orang sudah diambil sampel DNA-nya dan keterangan pendukung lainnya, sementara dua korban lainnya belum,” ujar Didik di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Senin (19/1/2026).

Baca Juga : Operasi SAR ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Ditutup, Black Box Jadi Kunci Investigasi KNKT

Didik menjelaskan, pengambilan data ante mortem tidak hanya dilakukan di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, tetapi juga dengan metode jemput bola. Tim DVI mendatangi langsung keluarga korban yang berada di luar daerah dengan berkoordinasi bersama Polda setempat.

“Empat keluarga datang langsung ke posko, sedangkan empat lainnya diperiksa di kediaman masing-masing. Langkah ini dilakukan agar proses identifikasi dapat berjalan lebih cepat,” katanya.

Meski proses ante mortem telah berjalan, hingga tiga hari pascakecelakaan, Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel belum menerima satu pun jenazah korban dari tim pencari.

Baca Juga : SRU Udara Tuntaskan Evakuasi 7 Paket di Medan Pegunungan Sulsel, Kabasarnas Turun Langsung Pantau Operasi ATR PK-THT

“Kami masih menunggu hasil pencarian dari tim Basarnas yang memimpin operasi di lokasi kejadian,” jelas Didik.

Ia menambahkan, setelah jenazah korban diserahkan oleh tim pencarian, tim DVI akan melakukan pemeriksaan post mortem dan mencocokkannya dengan sampel DNA keluarga korban yang telah dikumpulkan.

“Dari hasil pencocokan itu, barulah kami dapat menyimpulkan identitas korban dan menyesuaikannya dengan manifest penerbangan,” ungkapnya.

Baca Juga : Basarnas Percepat Evakuasi di Bulusaraung, Dua Paket Tiba di Base Ops, Total Temuan Capai 11 Paket

Sementara itu, Kepala Bidang DVI Pusdokkes Mabes Polri, AKBP Wahyuhidayati, menegaskan bahwa pengambilan sampel jenazah tidak dilakukan di lokasi kejadian perkara (TKP).

“Kami tidak pernah mengambil sampel di TKP. Semua dilakukan di tempat pemeriksaan agar data, penomoran, dan administrasi dapat tercatat dengan baik,” ujarnya.

Wahyuhidayati juga menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada jenazah yang tiba di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel. Namun, pengumpulan data ante mortem tetap dilakukan karena sebagian besar keluarga korban berada di luar Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Basarnas: Total 9 Pack Body Part Ditemukan, Enam Korban Masih Dievakuasi

“Sebagian keluarga korban berada di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bekasi. Kami berkoordinasi dengan Biddokkes Polda setempat untuk mendatangi dan memeriksa keluarga korban,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#kecelakaan pesawat ATR #ATR 4-500 jatuh #DVI Polri #DVI Polda Sulsel #kecelakaan pesawat #identifikasi korban pesawat #DNA korban pesawat #Basarnas #Gunung Bulusaraung
Youtube Jejakfakta.com