Jejakfakta.com, MAKASSAR — Tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. Pada Rabu pagi (22/01/2026), satu jenazah korban laki-laki yang sebelumnya ditemukan di jurang sedalam sekitar 200 meter berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3601.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Coordinator (OSC), Andi Sultan, mengatakan bahwa evakuasi udara dilakukan setelah tim SAR berhasil membawa jenazah dari dasar jurang ke punggungan Lampeso pada Selasa (20/01/2026).

“Pagi ini, alhamdulillah kondisi cuaca cukup mendukung sehingga evakuasi dapat dilaksanakan menggunakan Helikopter Basarnas Dauphin HR-3601. Helikopter lepas landas dari Base Ops Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA,” ujar Andi Sultan.
Baca Juga : Basarnas Makassar Gelar Operasi SAR Nelayan Hilang di Perairan Pelabuhan New Port Pelindo
Ia menjelaskan, proses pengangkatan jenazah dilakukan menggunakan metode hoist dengan teknik air landed pada pukul 07.59 WITA. Selanjutnya, helikopter kembali mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA.
“Setibanya di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan kepada tim DVI,” jelasnya.
Menurut Andi Sultan, seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan lancar berkat koordinasi yang solid antarunsur SAR serta dukungan kondisi cuaca yang relatif baik pada pagi hari.
Baca Juga : Operasi SAR ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Ditutup, Black Box Jadi Kunci Investigasi KNKT
Ia menambahkan, operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan melibatkan total ratusan personel. SRU 1 melakukan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di Lampeso dengan kekuatan 50 personel. SRU 2 menyisir area ditemukannya ekor pesawat dengan 28 personel. SRU 3 bergerak dari posko menuju puncak sambil membawa peralatan vertikal dengan kekuatan 75 personel. Sementara SRU 4 menyisir area air terjun patahan 4 dan 5, lokasi ditemukannya bagian mesin pesawat, dengan kekuatan 40 personel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




