Jumat, 23 Januari 2026 16:09

SRU Udara Tuntaskan Evakuasi 7 Paket di Medan Pegunungan Sulsel, Kabasarnas Turun Langsung Pantau Operasi ATR PK-THT

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, usai mengikuti SRU udara yang berhasil mengevakuasi tujuh paket pada Jumat (23/1/2026). Ia menyebut evakuasi udara hari ini berjalan optimal dan terkendali. @Jejakfakta/dok. Basarnas Makassar
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, usai mengikuti SRU udara yang berhasil mengevakuasi tujuh paket pada Jumat (23/1/2026). Ia menyebut evakuasi udara hari ini berjalan optimal dan terkendali. @Jejakfakta/dok. Basarnas Makassar

Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii: Evakuasi udara hari ini mencapai tujuh paket, sebuah capaian signifikan mengingat medan ekstrem dan risiko operasional tinggi di lokasi kejadian.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT memasuki fase krusial. Di tengah medan pegunungan Sulawesi Selatan yang menantang, SRU udara berhasil mengevakuasi tujuh paket pada Jumat, 23 Januari 2026, menandai salah satu capaian penting dalam operasi kemanusiaan berskala nasional tersebut.

Keberhasilan evakuasi ini tidak lepas dari membaiknya kondisi cuaca, kesiapan alutsista udara, serta koordinasi lintas instansi yang solid. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyebut evakuasi udara hari ini berjalan optimal dan terkendali.

“Alhamdulillah, kondisi cuaca hari ini sangat mendukung. Hal ini memungkinkan evakuasi udara dilaksanakan dengan aman, ditunjang oleh kemampuan pesawat serta profesionalisme seluruh kru yang terlibat,” ujar Mohammad Syafii.

Baca Juga : LBH Pers Makassar Desak Kasus Kekerasan Jurnalis Darwin Fatir Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kabasarnas On Board, Evakuasi Diawasi Langsung dari Udara

Operasi hari ini menjadi sorotan karena pengawasan langsung dari jajaran pimpinan. Panglima Komando Operasi TNI AU II bersama Kabasarnas turut on board di helikopter Caracal TNI AU, memastikan setiap tahapan evakuasi berlangsung sesuai prosedur keselamatan.

Di saat yang sama, Kapolda Sulawesi Selatan juga melakukan pemantauan langsung dari udara menggunakan helikopter Bell 429, sementara helikopter Basarnas Dauphin HR 3601 dikerahkan sebagai unsur pendukung evakuasi.

Baca Juga : Diplomasi dari Makassar: Konselor Zhen Wangda Soroti Peluang Ekonomi Sulsel, Investasi Hijau hingga Isu Global

Helikopter Caracal TNI AU saat melakukan evakuasi paket pesawat ATR 42-500 PK-THT di lerang pengunungan Bulusaraung, Jumat (23/1/2026). @Jejakfakta/dok. Basarnas Makassar

Rincian Sorti Penerbangan

Dalam pelaksanaannya Helikopter Caracal TNI AU melaksanakan tiga sorti, dengan hasil: Sorti I: 2 paket, Sorti II: 2 paket dan Sorti III: 1 paket.

Baca Juga : Aliyah Mustika dan IAS Satukan Semangat Kebersamaan di Jalan Sehat FKPPI–KBPP Polri Sulsel

Helikopter Basarnas Dauphin HR 3601 melaksanakan dua sorti, masing-masing membawa 1 paket.

Total keseluruhan evakuasi udara hari ini mencapai tujuh paket, sebuah capaian signifikan mengingat medan ekstrem dan risiko operasional tinggi di lokasi kejadian.

Sebagai penutup rangkaian Operasi SAR, Basarnas dijadwalkan menggelar konferensi pers malam ini di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar. Konferensi tersebut akan memaparkan hasil akhir Operasi SAR pesawat ATR 42-500 PK-THT kepada publik dan media.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Basarnas #evakuasi udara #SRU udara #operasi sar #kecelakaan pesawat #Sulawesi Selatan #Kabasarnas #TNI AU #helikopter Caracal #Dauphin HR 3601
Youtube Jejakfakta.com