Jumat, 23 Januari 2026 23:21

Operasi SAR ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Ditutup, Black Box Jadi Kunci Investigasi KNKT

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, saat menggelar Konferensi Pers terkait Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi ditutup, Jumat (23/1/2029). Ia menyampaikan bahwa selama operasi berlangsung, tim SAR berhasil menemukan 11 paket korban, terdiri dari 10 body pack dan 1 body part. @Jejakfakta/dok. Basarnas
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, saat menggelar Konferensi Pers terkait Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi ditutup, Jumat (23/1/2029). Ia menyampaikan bahwa selama operasi berlangsung, tim SAR berhasil menemukan 11 paket korban, terdiri dari 10 body pack dan 1 body part. @Jejakfakta/dok. Basarnas

Black box tersebut kini berada dalam penanganan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dianalisis secara mendalam.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi ditutup. Penutupan ini menandai berakhirnya perjuangan panjang tim SAR gabungan yang berjibaku dengan medan ekstrem dan cuaca buruk sejak insiden terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa selama operasi berlangsung, tim SAR berhasil menemukan 11 paket korban, terdiri dari 10 body pack dan 1 body part. Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dan diserahkan ke Bidokkes Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi.

“Seluruh paket yang ditemukan telah dievakuasi dan ditangani oleh Bidokkes Polda Sulsel sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Mohammad Syafii.

Baca Juga : Basarnas Makassar Gelar Operasi SAR Nelayan Hilang di Perairan Pelabuhan New Port Pelindo

Tak hanya korban, tim SAR gabungan juga berhasil menemukan black box pesawat pada hari kelima operasi, Kamis (23/01). Penemuan ini menjadi titik krusial dalam mengungkap penyebab kecelakaan.

Black box tersebut kini berada dalam penanganan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dianalisis secara mendalam.

“Black box sedang dianalisis oleh KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat secara teknis,” jelas Syafii.

Baca Juga : SRU Udara Tuntaskan Evakuasi 7 Paket di Medan Pegunungan Sulsel, Kabasarnas Turun Langsung Pantau Operasi ATR PK-THT

Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh di lapangan, Basarnas secara resmi menutup Operasi SAR pada Jumat, 23 Januari 2026.

“Setelah mempertimbangkan seluruh hasil pencarian dan evakuasi, Operasi SAR kecelakaan ATR 42-500 kami nyatakan ditutup per hari ini,” tegasnya.

Meski demikian, Basarnas menegaskan bahwa penutupan ini bersifat dinamis. Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila hasil identifikasi forensik dan investigasi KNKT menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah korban yang ditemukan dengan data manifest penumpang.

Baca Juga : Basarnas Percepat Evakuasi di Bulusaraung, Dua Paket Tiba di Base Ops, Total Temuan Capai 11 Paket

“Jika nantinya terdapat ketidaksesuaian data, maka Operasi SAR akan kami buka kembali,” tambahnya.

Penutupan operasi ini menjadi penanda berakhirnya misi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, yang selama berhari-hari menghadapi medan pegunungan terjal, kabut tebal, dan cuaca ekstrem di kawasan Bulusaraung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#ATR 42-500 #kecelakaan pesawat #SAR Bulusaraung #Basarnas #black box pesawat #KNKT #pesawat jatuh #sar makassar
Youtube Jejakfakta.com