Sabtu, 07 Februari 2026 03:23

UIN Alauddin–Kemenhaj Sulsel Cetak Pendamping Haji Profesional, Tercepat di Indonesia Gelar Sertifikasi hingga Tiga Angkatan

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Kemenhaj Provinsi Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, melaksanakan Pendidikan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan III (Mandiri) Tahun 2026 di Hotel Convention, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat, 6 hingga 11 Februari 2026. @Jejakfakta/Samsir
Kemenhaj Provinsi Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, melaksanakan Pendidikan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan III (Mandiri) Tahun 2026 di Hotel Convention, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat, 6 hingga 11 Februari 2026. @Jejakfakta/Samsir

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, menegaskan bahwa peran pendamping jamaah haji sangat krusial dalam menentukan kualitas ibadah jamaah.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Komitmen meningkatkan kualitas pendampingan jamaah haji terus diperkuat. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan kembali berkolaborasi dengan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, dengan melaksanakan Pendidikan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan III (Mandiri) Tahun 2026.

Kegiatan ini digelar di Hotel Convention, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar, dan berlangsung selama lima hari, mulai Jumat, 6 hingga 11 Februari 2026. Sebanyak 65 peserta mengikuti sertifikasi kali ini, jumlah yang sedikit lebih rendah dibanding dua angkatan sebelumnya yang mencapai 90 hingga 100 peserta.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Abd. Rasyid Masri, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk mengikuti sertifikasi ini sebenarnya sangat tinggi. Namun keterbatasan waktu menjadi pertimbangan utama dalam penetapan jumlah peserta.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel dan UIN Alauddin Dorong Mahasiswa Jadi Agen Pengawasan Pemilu

“Kalau kita kasi mundur lagi waktunya tentu jumlah peserta akan bertambah. Tapi kita akan memasuki bulan suci Ramadan, jadi lebih baik kegiatan ini diselesaikan sebelum Ramadan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan, Jumat (6/2/2026).

Meski demikian, Prof. Rasyid menyebut capaian ini patut disyukuri. Pasalnya, UIN Alauddin Makassar bersama Kemenhaj Sulsel berhasil menggelar sertifikasi pembimbing haji hingga tiga kali dalam rentang waktu yang relatif singkat, sebuah prestasi yang diakui secara nasional.

“Dari seluruh Indonesia, kami yang paling cepat melaksanakan sertifikasi sampai tiga angkatan sejak berdirinya Kementerian Haji dan Umrah. Artinya, kecepatan kami tiga kali lipat. Ini karena kolaborasi kemitraan dengan Kanwil Kemenhaj Sulsel berjalan sangat baik, saling memperkuat dan bersinergi,” jelasnya.

Baca Juga : 167 Mahasantri Gowa Diwisuda, Program Satu Desa Satu Hafiz Cetak Sarjana Qurani Berprestasi

Terkait materi pembelajaran, Prof. Rasyid menegaskan bahwa seluruh materi telah disusun berdasarkan standar nasional dan menyesuaikan kebutuhan kompetensi pendamping jamaah haji dan umrah.

“Pematerinya berasal dari akademisi, tokoh agama, dan para cendekiawan. Materinya sama di seluruh Indonesia, baik di Sulsel maupun di Jawa, karena ini sudah menjadi pakem nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, menegaskan bahwa peran pendamping jamaah haji sangat krusial dalam menentukan kualitas ibadah jamaah.

Baca Juga : Mahasiswa Makassar Gaungkan “Reformasi Jilid II”, Soroti Harga BBM hingga Anggaran Pendidikan

“Pendamping adalah kunci utama agar jamaah bisa meraih haji yang mabrur. Mereka yang akan membimbing dan mendampingi jamaah selama menjalankan ibadah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pendamping yang tidak memiliki kompetensi akan berdampak langsung pada kualitas ibadah jamaah.

“Kalau pembimbing tidak profesional dan tidak kompeten, maka kemabruran jamaah haji patut kita ragukan,” ujarnya.

Baca Juga : Membanggakan! Belasan Siswa MAN Pinrang Lulus PTN Lewat Jalur UTBK-SNBT 2026

Melalui sertifikasi ini, Kemenhaj Sulsel berharap para pendamping yang telah dinyatakan lulus benar-benar menjadi tenaga profesional, berintegritas, dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi jamaah.

“Output akhirnya adalah jamaah haji yang mabrur, aman, dan nyaman dalam menjalankan ibadah, dengan pendamping yang sudah tersertifikasi,” pungkas Ikbal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#sertifikasi pendamping haji #UIN Alauddin Makassar #Kemenhaj Sulsel #pembimbing ibadah haji #pendidikan haji 2026 #sertifikasi haji #pendamping jamaah haji #Fakultas Dakwah UIN Alauddin
Youtube Jejakfakta.com