Jejakfakta.com, JAKARTA – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memajukan kebudayaan berbuah penghargaan nasional. Kota Makassar meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 kategori Pemerintah Daerah dari Kementerian Kebudayaan RI.
Penghargaan yang diserahkan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Jakarta, Jumat (6/11/2026), diterima Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware Bau Djemma, mewakili Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan pemerintah pusat terhadap upaya Makassar menjaga, melestarikan, dan memajukan kebudayaan melalui kebijakan pembangunan daerah.
Baca Juga : Dengar Tuntutan Mahasiswa, Appi Janji Bahas Solusi Bersama di Balai Kota 11 November

Kepala Dinas Kebudayaan Makassar, Andi Patiware Bau Djemma, mengatakan capaian tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya festival atau kegiatan kebudayaan. Lebih dari itu, penghargaan mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap kebudayaan melalui kebijakan, dukungan anggaran, dan program pembangunan berkelanjutan.
"Ada tiga aspek penting yang menjadi perhatian dalam upaya pemajuan kebudayaan di Kota Makassar," ujar Patiware usai menerima penghargaan.
Pertama, penguatan kebijakan dan regulasi. Makassar telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah serta regulasi terkait cagar budaya.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar
Selain itu, Pemkot Makassar tengah menyempurnakan zonasi kawasan Kota Tua sebagai bagian dari upaya melindungi dan melestarikan warisan sejarah kota.
Kedua, komitmen penganggaran. Pemkot Makassar terus memberikan dukungan melalui alokasi APBD untuk perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.
Ketiga, penguatan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK). Instrumen ini digunakan untuk mengukur sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan kebudayaan agar berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Baca Juga : Semarak HUT Makassar ke-419, Warga Bisa Nikmati Promo Gojek Lewat Lontara+
Menurut Patiware, ketiga aspek tersebut menjadi landasan agar kebudayaan tidak sekadar hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian strategis dari arah pembangunan Kota Makassar.
Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, pemerintah kota berupaya memastikan identitas, nilai sejarah, tradisi, dan kekayaan budaya lokal tetap terpelihara di tengah pesatnya perkembangan kota.
Ia menegaskan, penghargaan AKI 2026 juga merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, seniman, budayawan, komunitas budaya, hingga masyarakat yang selama ini terlibat dalam menjaga warisan kebudayaan Makassar.
Baca Juga : Cegah Sengketa Tanah Berujung ke Pengadilan, Pemkot Makassar Perluas Klinik Konflik ke Sembilan Kecamatan
"Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan kebudayaan tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Patiware menambahkan, kemajuan sebuah kota tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan kemajuan fisik. Kemampuan menjaga identitas, merawat warisan sejarah, serta memajukan kebudayaan juga menjadi tolok ukur penting pembangunan daerah.
"Dengan Anugerah Kebudayaan Indonesia tingkat nasional ini, kita memperkuat komitmen menjadikan kebudayaan sebagai salah satu fondasi pembangunan kota yang inklusif di Makassar," tutupnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



