Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melaksanakan pemantauan hilal untuk penentuan 1 Ramadhan 1447 Hijriah di Menara Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar pada Selasa (17/2/2026).
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid, mengatakan Sulsel menjadi salah satu lokasi pelaksanaan rukyatul hilal serentak di berbagai daerah di Indonesia.

“Insya Allah memasuki bulan Ramadhan 2026, pemerintah telah menjadwalkan rukyatul hilal pada 17 Februari dan kita laksanakan di Gedung Iqra lantai 18 Kampus Unismuh,” ujar Ali Yafid, Senin (16/2/2026), dilansir dari Antara.
Baca Juga : Diikuti 2.389 Peserta se-Sulsel, Wabup Gowa Apresiasi Penyelenggaraan Kemah Pramuka Madrasah
Pemantauan hilal awal Ramadhan 2026 di Sulsel dijadwalkan berlangsung di observatorium lantai 18 Menara Iqra Unismuh Makassar mulai pukul 16.30 WITA hingga 19.00 WITA.
Hasil pemantauan tersebut selanjutnya akan dilaporkan ke pemerintah pusat sebelum sidang isbat digelar di Kantor Pusat Kementerian Agama di Jakarta pada Selasa malam untuk menetapkan 1 Ramadhan 1447 H.
Kedua Kalinya di Unismuh Makassar
Baca Juga : Dukung Program Bahasa Asing, MAN Pinrang Siap Perluas Akses Pendidikan dan Karier Global Siswa
Menurut Ali, pemantauan hilal di observatorium Menara Iqra Unismuh Makassar ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya juga dilaksanakan pada 2024.
Pada tahun-tahun sebelumnya, lokasi pemantauan hilal di Sulsel berpindah-pindah. Tahun 2025 dilaksanakan di Delft Apartemen CPI Makassar, 2022 di Roof Top Gedung GTC Metro Tanjung Bunga Makassar, 2023 di Pantai Galesong Kabupaten Takalar, serta 2019 di Pantai Padongko, Sumpang Binangae, Kabupaten Barru.
Ali menjelaskan, perpindahan lokasi tersebut bukan menjadi persoalan. Justru hal itu dilakukan untuk mempererat silaturahmi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan maupun lembaga terkait.
Baca Juga : MAN Pinrang Matangkan Persiapan Tahun Ajaran 2026/2027, Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Karakter Siswa
Dalam kegiatan rukyatul hilal ini, sejumlah pihak turut dilibatkan, antara lain Badan Hisab Rukyat Sulsel, BMKG Wilayah IV Makassar, Pengadilan Agama, MUI Sulawesi Selatan, lembaga pemantau dari perguruan tinggi, serta unsur organisasi kemasyarakatan keagamaan.
“Pastinya ada dukungan dari organisasi masyarakat dan lembaga yang memiliki kapasitas rukyatul hilal, karena ini sangat penting. Kita ingin komunikasi dan silaturahim tetap terjalin dengan baik, termasuk bersama Muhammadiyah,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




