Senin, 23 Februari 2026 06:08

Satu Tahun Irwan–Puspawati (1)

Menenun Harapan Sehat dari Luwu Timur untuk Semua

Editor : Redaksi
Penulis : Ira Krisanti Wulandari
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam saat memantau perbaikan fasilitas di RSUD. Salah satu program Ibas-Puspa yang sudah dijalankan. @Jejakfakta/dok. Istimewa
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam saat memantau perbaikan fasilitas di RSUD. Salah satu program Ibas-Puspa yang sudah dijalankan. @Jejakfakta/dok. Istimewa

Di Luwu Timur, kesehatan kini bukan lagi mimpi yang jauh dari jangkauan. Ia hadir di ruang-ruang periksa, di tangan tenaga medis yang sigap, dan di kebijakan yang berpihak.

Di ufuk timur Sulawesi Selatan, tepatnya di hamparan hijau dan pesisir tenang Kabupaten Luwu Timur, denyut perubahan itu terasa pelan namun pasti. Satu tahun kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Puspawati Husler menjadi babak baru tentang bagaimana negara hadir paling nyata: lewat layanan kesehatan yang menyentuh tubuh dan batin warganya.

Bagi Irwan–Puspawati, kesehatan bukan sekadar program, melainkan janji yang harus ditepati. Janji itu kini menjelma dalam penguatan layanan kesehatan gratis, perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC), hingga rujukan gratis ke Makassar bagi warga yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Kesehatan Gratis: Negara Hadir Tanpa Syarat

Baca Juga : Menguatkan Fondasi Pendidikan Lewat Program Lutim Pintar

Di puskesmas-puskesmas yang berdiri di antara sawah dan perkampungan, warga kini datang tanpa rasa waswas soal biaya. Program kesehatan gratis yang diperkuat dalam setahun terakhir memastikan masyarakat cukup membawa identitas diri untuk mendapatkan layanan.

Irwan Bachri Syam menegaskan, kesehatan adalah hak dasar yang tak boleh ditawar.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Luwu Timur yang menunda berobat hanya karena persoalan biaya. Pemerintah harus menjadi sandaran pertama, bukan pilihan terakhir,” ujar Irwan, dengan nada tenang namun tegas.

Baca Juga : 70 UMKM Gratis Berjualan, Pasar Ramadhan Luwu Timur Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Umat

Komitmen itu diperkuat melalui optimalisasi UHC, sehingga hampir seluruh masyarakat Luwu Timur terjamin dalam sistem jaminan kesehatan. Dengan skema ini, akses terhadap layanan medis—dari tingkat dasar hingga rujukan—menjadi lebih terbuka dan manusiawi.

Puspawati Husler menyebut kesehatan sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Jika rakyat sehat, maka produktivitas tumbuh, anak-anak belajar dengan baik, dan keluarga bisa menatap masa depan tanpa rasa cemas. Kesehatan adalah pintu menuju kesejahteraan,” tutur Puspawati.

Baca Juga : Digitalisasi Pangan hingga RP3KP 2045, Wabup Puspawati Tegaskan Arah Strategis 3 Ranperda di Paripurna DPRD Lutim

Rujukan Gratis ke Makassar: Menghapus Jarak, Menghapus Beban

Tak semua penyakit bisa dituntaskan di daerah. Ada kalanya warga harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap di Makassar. Di masa lalu, perjalanan itu sering menjadi beban ganda: biaya pengobatan dan ongkos perjalanan.

Kini, pemerintah daerah menghadirkan kebijakan rujukan gratis ke Makassar. Bukan hanya biaya medis yang dijamin, tetapi juga dukungan administratif agar pasien dan keluarga tidak terombang-ambing dalam birokrasi.

Baca Juga : Ratusan Petani Laoli Terancam Digusur untuk PSN, Pemkab Luwu Timur Diduga Langgar HAM

Langkah ini menjadi penanda bahwa pelayanan kesehatan tak berhenti di batas wilayah. Bahwa jarak ratusan kilometer tak boleh menjadi penghalang bagi hak hidup dan harapan.

RSUD dan Labkesmas: Membangun Fasilitas, Membangun Kepercayaan

Satu tahun ini juga ditandai dengan penguatan infrastruktur kesehatan. Pembangunan dan peningkatan fasilitas RSUD di Luwu Timur terus digenjot, baik dari sisi sarana prasarana maupun kelengkapan alat medis. Ruang perawatan diperluas, pelayanan spesialis ditingkatkan, dan sistem manajemen layanan diperbaiki agar lebih responsif.

Baca Juga : Ancaman Penggusuran Lahan Petani Laoli Luwu Timur, Terkait Proyek Strategis Nasional

Tak hanya itu, pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang. Kehadiran labkesmas memungkinkan deteksi dini penyakit, pemeriksaan kualitas lingkungan, hingga penguatan surveilans kesehatan.

Irwan menilai, membangun gedung saja tidak cukup.

“Kami tidak ingin hanya meninggalkan bangunan. Kami ingin meninggalkan sistem yang kuat, tenaga kesehatan yang kompeten, dan layanan yang berkeadilan. RSUD dan labkesmas adalah investasi untuk generasi mendatang,” katanya.

Sementara itu, Puspawati menekankan pentingnya sentuhan kemanusiaan dalam setiap pelayanan.

“Fasilitas boleh megah, alat boleh canggih. Tetapi yang paling utama adalah empati. Kami terus mendorong agar pelayanan kesehatan di Luwu Timur mengedepankan keramahan dan kepedulian,” ujarnya.

Menenun Asa di Tahun Pertama

Satu tahun tentu bukan waktu yang panjang untuk menuntaskan seluruh persoalan kesehatan. Namun, fondasi telah diletakkan. Dari kebijakan kesehatan gratis, penguatan UHC, rujukan gratis ke Makassar, hingga pembangunan RSUD dan labkesmas—semuanya menjadi simpul-simpul yang merajut sistem kesehatan yang lebih inklusif.

Di Luwu Timur, kesehatan kini bukan lagi mimpi yang jauh dari jangkauan. Ia hadir di ruang-ruang periksa, di tangan tenaga medis yang sigap, dan di kebijakan yang berpihak.

Di bawah kepemimpinan Irwan Bachri Syam dan Puspawati Husler, tahun pertama ini adalah tentang meneguhkan satu hal sederhana namun mendasar: bahwa setiap nyawa berharga, dan negara harus berdiri di sisinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#irwan bachri syam #puspawati husler #Luwu Timur #kesehatan gratis #UHC #rujukan gratis #RSUD Luwu Timur #Labkesmas Luwu Timur #satu tahun kepemimpinan #program kesehatan daerah
Youtube Jejakfakta.com