Senin, 23 Februari 2026 10:28

Subuh Berjamaah di Kecamatan Wajo, Munafri Arifuddin Tekankan Kebersihan, Ketertiban, dan Bahaya Konvoi Sahur

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan sambutan pada Safari Ramadan di Masjid Darun Naim, Kecamatan Wajo, Senin (23/2/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan sambutan pada Safari Ramadan di Masjid Darun Naim, Kecamatan Wajo, Senin (23/2/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan kebersihan, kewaspadaan saat musim hujan, serta bahaya konvoi sahur dan petasan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Memasuki hari kelima Ramadan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali melanjutkan agenda Safari Ramadan dengan melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Darun Naim, Kecamatan Wajo, Senin (23/2/2026).

Kehadiran Munafri bersama jajaran perangkat daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antara Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat. Ia menegaskan, hubungan harmonis antara pemerintah dan warga menjadi fondasi penting dalam menjalankan pembangunan daerah.

“Kalau hubungan pemerintah dan masyarakat tidak terbangun dengan baik, daerah ini tidak akan berjalan maksimal. Ada hak dan kewajiban yang harus kita tunaikan bersama,” ujarnya di hadapan jamaah.

Baca Juga : Tarawih Bersama Warga Attangsalo, Bupati Pangkep Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Munafri kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan Makassar Tidak Rantasa (MTR). Menurutnya, kebersihan bukan sekadar program pemerintah, melainkan bentuk kepedulian bersama terhadap kota.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah curah hujan yang masih tinggi. Ia menyoroti kondisi sejumlah pohon di Makassar yang sudah berusia tua dan akarnya terhimpit beton, sehingga rawan tumbang saat hujan deras disertai angin kencang.

“Kita lihat beberapa pohon tumbang bukan karena batangnya patah, tetapi karena akarnya tercabut. Artinya, kondisinya sudah tidak kuat lagi. Saya harap kita semua tetap mawas diri,” jelasnya.

Baca Juga : Perkuat Literasi Multibahasa, Pemkot Makassar Luncurkan Kamus Digital Bahasa Makassar

Momentum Ramadan juga dimanfaatkan Munafri untuk mengajak warga menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah. Ia meminta agar tradisi sahur berkelompok dengan konvoi kendaraan bermotor yang menimbulkan kebisingan tidak lagi dilakukan karena berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyalakan petasan atau mercon yang dapat mengganggu ketenangan ibadah. Ia meminta camat, kapolsek, dan danramil setempat untuk memberi perhatian khusus terhadap hal tersebut.

“Isi Ramadan dengan kegiatan yang lebih positif. Perbanyak membaca Al-Qur’an, lakukan kegiatan sosial, dan perhatikan tetangga kita yang mungkin kurang beruntung,” pesannya.

Baca Juga : Banjir Rendam Pemukiman, BPBD Makassar Bergerak Cepat Evakuasi Warga

Sebagai bentuk apresiasi, Munafri turut menyerahkan paket pangan Ramadan kepada para marbot masjid yang selama ini berperan menjaga kebersihan dan operasional rumah ibadah.

“Bayangkan kalau tidak ada yang mau menjadi marbot. Siapa yang menjaga kebersihan masjid dan mengatur jadwal? Peran mereka sangat besar,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #Safari Ramadan #Subuh berjamaah #Masjid Darun Naim #Kecamatan Wajo #Makassar Tidak Rantasa #konvoi sahur #petasan Ramadan
Youtube Jejakfakta.com