Jejakfakta.com, GOWA – Langkah penguatan ekonomi desa mulai menunjukkan arah baru. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, diproyeksikan menjadi model percontohan penggerak ekonomi desa di Sulawesi Selatan.
Tak sekadar koperasi biasa, KDMP dirancang sebagai pusat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus simpul utama aktivitas ekonomi warga. Dengan skema ini, perputaran uang diharapkan tidak lagi keluar desa, tetapi berputar dan tumbuh di dalamnya.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan koperasi desa membuka ruang partisipasi ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Baca Juga : Bupati Gowa Salurkan Bantuan Pangan untuk 73.780 Penerima, Warga Bontonompo Dapat Beras 30 Kg
“Kalau koperasi desa berjalan baik, perputaran ekonomi bisa tinggal di desa. Itu yang kita dorong agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Dzulfikar Ahmad Tawalla di KDMP Desa Bone, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, koperasi desa berpotensi menjadi simpul distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga. Skema ini dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui distribusi barang, pemberdayaan usaha kecil, hingga penciptaan peluang kerja baru.
“Harapannya koperasi ini menjadi ruang tumbuh usaha masyarakat desa, dari distribusi barang sampai penguatan usaha kecil,” lanjutnya.
Baca Juga : Resmikan TK Mutiara Usman, Bupati Gowa Dorong Peningkatan SDM Sejak Usia Dini
Sementara itu, Dzulfikar Ahmad Tawalla menyebut KDMP Desa Bone sebagai salah satu koperasi desa dengan progres tercepat di Sulawesi Selatan. Dalam dua kali kunjungannya, ia melihat perkembangan signifikan, mulai dari pembentukan struktur hingga kesiapan operasional.
“Inisiasi Koperasi Merah Putih di Desa Bone menjadi salah satu yang pertama tuntas di Sulawesi Selatan,” katanya.
Ia menyoroti posisi strategis koperasi desa dalam rantai pasok ekonomi nasional. Selama ini, sebagian besar distribusi barang dikuasai perusahaan besar, sementara desa lebih sering menjadi konsumen.
Baca Juga : Jembatan Kembar Barombong Mau Dibangun Pemkot Makassar, Tiga Bidang Lahannya Masih Bersengketa
“Nilai bisnis rantai pasok di Indonesia mencapai sekitar dua ribu triliun rupiah. Kita ingin masyarakat desa ikut mengambil bagian dari perputaran ekonomi itu,” tegasnya.
Sebagai penguatan jaringan, direncanakan pembentukan enam Kedai Dusun Merah Putih di setiap dusun di Desa Bone. Unit ini akan terhubung langsung dengan koperasi desa sebagai pusat pengelolaan dan distribusi. Model tersebut memungkinkan koperasi tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi benar-benar berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi hingga tingkat dusun.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Bajeng bersama unsur Tripika Kecamatan Bajeng.
Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Resmi Ditutup, Wali Kota Makassar Dampingi Menag Nasaruddin Umar
Dengan model KDMP Desa Bone, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap lahir ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, terintegrasi, dan mampu bersaing dalam rantai pasok nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




