Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pagi yang teduh di Lapangan Karebosi menjadi saksi hangatnya kebersamaan di hari kemenangan Idulfitri.
Lantunan takbir dan tahmid menggema, mengalun syahdu dari ribuan jemaah yang memadati Lapangan Karebosi, Makassar, Sabtu (21/3/2026).

Di tengah ribuan jemaah, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK Melinda Aksa dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham tampak duduk berbaur dengan masyarakat, menyatu dalam satu barisan saf tanpa sekat.
Baca Juga : Munafri Dorong “Barru Corner” di Makassar, Strategi Baru Dongkrak Wisata Lintas Daerah
Pelaksanaan Salat Idulfitri yang dimulai pukul 06.50 WITA itu diikuti ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Makassar.
Area beton lapangan yang luas berubah menjadi lautan jemaah, menghadirkan suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan—sebuah momen yang merefleksikan persatuan, kesederhanaan, dan kebersamaan di hari suci.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa momentum Idulfitri menjadi saat yang tepat untuk kembali mempererat tali silaturahmi dan membuka lembaran baru setelah menjalani ibadah Ramadan.
Baca Juga : Reuni Akbar “Putih Abu-Abu 93” di Makassar, Appi Dorong Alumni Jadi Motor Kolaborasi Pembangunan
"Hari ini kita berkumpul melaksanakan Salat Idulfitri. Ini saatnya membangun kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang pada hari-hari sebelumnya," jelas Appi.
Hadir dalam Salat Idulfitri ini pendiri Bosowa Group H. M. Aksa Mahmud, Ketua DPRD Makassar Sutratman bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD serta Forkopimda. Hadir pula mantan Wali Kota Makassar, di antaranya Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Mohammad Ramdhan Pomanto yang akrab disapa Danny.
Sebuah pemandangan sederhana namun penuh makna, menggambarkan bahwa di hari kemenangan semua kembali setara, dipersatukan oleh iman, kerendahan hati, dan kebersamaan.
Baca Juga : Hangatnya Silaturahmi di Rumah JK, Aliyah: Teladan Kebersamaan yang Terus Hidup
Dalam hening yang khusyuk, Lapangan Karebosi menjelma menjadi ruang spiritual yang sarat makna, bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang perjumpaan hati—tempat kebersamaan dirajut dan harapan akan Makassar yang semakin rukun serta harmonis.
Appi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota menyiapkan Lapangan Karebosi sebagai ruang interaksi masyarakat.
"Artinya, kita berkumpul merayakan hari kemenangan, membuka lembaran baru setelah satu bulan penuh berpuasa, dan kini saatnya merayakan Idulfitri," jelas Munafri.
Baca Juga : Dari Silaturahmi ke Strategi: Munafri Temui Jusuf Kalla, Bahas Arah Masa Depan Makassar
Melalui momentum ini, Pemerintah Kota Makassar tidak hanya mengajak masyarakat menunaikan ibadah secara berjamaah, tetapi juga meneguhkan semangat kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial sebagai nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Idulfitri diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat harmoni, membangun optimisme, dan melangkah bersama menuju Makassar yang lebih maju dan berkeadaban.
Munafri, yang akrab disapa Appi, berharap perayaan ini tidak hanya menjadi pelaksanaan ibadah semata, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga : Munafri Sowan ke Mantan Wali Kota di Momentum Idulfitri, Dari Danny hingga IAS & Andi Herry
"Kita harapkan momentum ini dapat mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di Kota Makassar," tuturnya.
Menurutnya, hari kemenangan ini juga menjadi ruang refleksi spiritual setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadan, sekaligus kesempatan mempererat tali silaturahmi antarwarga dalam bingkai persaudaraan dan persatuan.
"Momentum Idulfitri memiliki makna penting bagi umat Muslim untuk mempererat silaturahmi, memperkuat nilai kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat," tambahnya.
Ribuan umat Islam melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah Lapangan Karebosi, Makassar, Sabtu (21/3/2026). @Jejakfakta/Istimewa
Dalam momentum Idulfitri 1447 Hijriah yang penuh berkah, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Menurutnya, Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah Ramadan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperbaiki diri dan mempererat hubungan antarsesama.
"Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, dan memperkuat komitmen dalam membangun kebersamaan," katanya.
Ia berharap nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial semakin kuat, sehingga mampu mendorong terwujudnya Makassar yang lebih maju, rukun, dan berkeadaban.
"Semoga semangat kebersamaan ini senantiasa terjaga demi kemajuan Kota Makassar," sambung Aliyah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun selama Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Aliyah menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat Kota Makassar.
"Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebahagiaan dan keberkahan senantiasa menyertai kita, serta mempererat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat," ucapnya.
Diketahui, pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Lapangan Karebosi dipimpin oleh imam asal Yaman, Syekh Abdul Aziz Al-Areqi.
Bacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan menghadirkan suasana ibadah yang syahdu dan menyejukkan hati.
Sementara itu, khutbah Idulfitri disampaikan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Hamdan Juhannis, yang mengajak jemaah merefleksikan nilai-nilai Ramadan, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan sosial yang harmonis dan penuh keberkahan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




