Kamis, 02 April 2026 18:57

Kolaborasi Jadi Kunci, Dewan Lingkungan Makassar Genjot Penanganan Sampah dari Hulu

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam rapat koordinasi bersama camat dan lurah di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (2/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam rapat koordinasi bersama camat dan lurah di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (2/4/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

TPS3R diarahkan untuk lebih fokus pada pengelolaan sampah organik.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Upaya penanganan sampah di Makassar kini didorong lebih terintegrasi dari tingkat wilayah. Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam rapat koordinasi bersama camat dan lurah di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (2/4/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Camat Wajo, Lurah Malimongan Tua, Lurah Butung, pengelola TPS3R Malimongan Tua, pengelola urban farming, hingga kelompok tani. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan langkah strategis berbasis kondisi riil di lapangan.

Dalam pemaparan, sejumlah wilayah masih menghadapi kendala klasik, terutama keterbatasan armada pengangkutan sampah yang berdampak pada penumpukan di titik tertentu. Menanggapi hal itu, Melinda menekankan perlunya pengaturan jadwal operasional yang lebih efektif, terkoordinasi, dan berbasis kebutuhan wilayah.

Baca Juga : Dari Keluhan Sampah Jadi Kampung Zero Waste, BSU Nurul Ilmi Manggala Bangun Ekosistem Lingkungan Berkelanjutan

Tak hanya aspek teknis, ia juga mendorong percepatan pembentukan bank sampah di tingkat RT/RW. Sinergi dengan Bank Sampah Unit (BSU) pusat dinilai penting untuk memperlancar sistem pengangkutan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.

Langkah strategis lainnya adalah pendataan sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe) di setiap wilayah. Data ini akan menjadi dasar penguatan edukasi dan pengawasan, agar pelaku usaha maupun masyarakat dapat mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab.

Di sisi pengolahan, TPS3R diarahkan untuk lebih fokus pada pengelolaan sampah organik. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan volume sampah sejak dari sumbernya serta mendukung konsep lingkungan berkelanjutan.

Baca Juga : Munafri Gerakkan RT/RW Kelola Sampah dari Rumah, Siapkan Hadiah Rp100 Juta untuk Lingkungan Terbaik

“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan komitmen dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci agar pengelolaan sampah di Kota Makassar dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tegas Melinda.

Melalui rapat ini, setiap wilayah diharapkan semakin proaktif menghadirkan inovasi dan langkah konkret, demi mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berdaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#penanganan sampah #Dewan Lingkungan Makassar #melinda aksa #pengelolaan sampah berbasis kolaborasi #bank sampah #TPS3R Makassar #masalah sampah perkotaan #horeka dan pengelolaan sampah #Kebersihan Kota #inovasi lingkungan Makassar
Youtube Jejakfakta.com