Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Dharma Santi Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi yang digelar di Hotel Harper Makassar, Jumat malam (3/4/2026).
Turut hadir Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, serta Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama unsur Forkopimda Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri menegaskan bahwa rangkaian perayaan keagamaan yang berlangsung sejak akhir tahun hingga saat ini menjadi bukti kuatnya nilai toleransi di Kota Makassar. Ia menyebutkan, mulai dari perayaan Natal, Cap Go Meh, Idulfitri, hingga Nyepi dan Dharma Santi, seluruhnya berjalan harmonis.
Baca Juga : Munafri Lepas PSM ke Parepare, Janjikan Dukungan Suporter di Setiap Laga Kandang

“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar adalah kota yang sangat inklusif, mengedepankan toleransi, dan hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.
Menurut Munafri, keberagaman bukan sekadar realitas sosial, tetapi merupakan kekuatan utama dalam mendorong pembangunan kota. Ia mengibaratkan keberagaman seperti warna yang beragam, yang justru menciptakan keindahan.
“Kalau hanya satu warna, tidak akan indah dipandang. Namun ketika beragam, justru menjadi lebih indah. Begitu juga dengan keberagaman kita,” tambahnya.
Baca Juga : Dies Natalis ke-70 Unhas, Munafri Arifuddin Ikut Fun Walk Bersama Ribuan Alumni dan Civitas Akademika
Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Hindu di Kota Makassar yang konsisten menjaga harmoni dan toleransi, termasuk melalui penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang sarat nilai budaya.
Wali kota yang akrab disapa Appi ini mengaku terkesan dengan ornamen dan properti khas Hindu yang ditampilkan dalam perayaan Nyepi yang dihadirinya malam tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa suasana toleransi yang terjaga akan berdampak langsung terhadap iklim investasi di daerah. Di era keterbukaan informasi saat ini, lanjut Appi, citra kota yang damai dan inklusif menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.
Baca Juga : Urai Antrean BBM, Pemkot Makassar Usulkan Truk dan Bus Antre Pukul 21.00–05.00 WITA
“Kadang-kadang hal yang dianggap kecil, tanpa disadari mampu memberikan pengaruh besar terhadap iklim investasi di Kota Makassar,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Appi juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan sejumlah “Kampung Toleransi” percontohan sebagai simbol nyata kehidupan harmonis antarumat beragama.
Program tersebut merupakan kolaborasi bersama FKUB Kota Makassar dengan menghadirkan kawasan yang merepresentasikan keberadaan berbagai rumah ibadah dalam satu wilayah.
Baca Juga : Prioritaskan Masyarakat Akses BBM di SPBU, Appi Usulkan Pengaturan Waktu Khusus bagi Truk dan Bus
Munafri berharap, kegiatan keagamaan umat Hindu ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antarumat beragama sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan toleransi di Kota Makassar.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendrajaya, menjelaskan bahwa perayaan Tahun Baru Saka memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan perayaan tahun baru lainnya.
“Umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka dengan rangkaian spiritual, salah satunya melalui Catur Brata Penyepian yang menekankan refleksi diri dan penyucian,” ungkapnya.
Baca Juga : Respon Antrean BBM, Wali Kota Appi Keluarkan Edaran Sekolah di Makassar Daring Mulai 12 September
Di hadapan Munafri, ia juga menegaskan komitmen umat Hindu untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan kota.
“Jika dibutuhkan, umat Hindu siap berada di garda terdepan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kota Makassar,” ujarnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



