Jumat, 10 April 2026 11:49

Efek Domino MBG di Makassar: Dongkrak Gizi Warga, Hidupkan Pasar Tradisional

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggala 03 di Jalan Antang Raya, Jumat (10/4/2026). Fasilitas ini dikelola oleh Yayasan Wadah Merah Putih. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggala 03 di Jalan Antang Raya, Jumat (10/4/2026). Fasilitas ini dikelola oleh Yayasan Wadah Merah Putih. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Makassar tak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan pasar tradisional. Munafri sebut efek dominonya besar.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggala 03 di Jalan Antang Raya, Jumat (10/4/2026). Fasilitas ini dikelola oleh Yayasan Wadah Merah Putih.

Munafri menyebut kehadiran SPPG sebagai bukti konkret peran negara dalam menjamin pemenuhan gizi masyarakat. Ia mengaitkan program MBG dengan visi pembangunan nasional yang diusung Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya dalam penguatan kualitas SDM.

Baca Juga : HUT ke-81 RI, Melinda Aksa Dorong TP PKK Makassar Cetak Generasi Sehat dan Berkarakter

“Program ini menunjukkan pemerintah hadir langsung untuk memastikan masyarakat mendapatkan asupan gizi yang layak,” ujarnya.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, Munafri menyoroti efek ekonomi dari operasional dapur MBG. Kebutuhan bahan pangan harian dinilai mampu menyerap produk dari pasar tradisional dan pelaku usaha lokal.

“Kami melihat langsung bagaimana bahan makanan diambil dari pasar lokal. Ini menciptakan perputaran ekonomi yang sangat positif,” jelasnya.

Baca Juga : Upacara HUT ke-81 RI di Karebosi, Appi Dorong Pelayanan Publik yang Makin Mudah

Ia menilai MBG sebagai program strategis yang mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus—mulai dari peningkatan gizi anak, pembentukan karakter, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Lebih jauh, Munafri mendorong integrasi program ini dengan pengembangan kemandirian pangan, seperti urban farming di lahan sempit dan penguatan sektor peternakan lokal, khususnya produksi telur untuk kebutuhan dapur MBG.

“Ruang sempit bisa dimanfaatkan dengan teknologi. Ini bisa mendukung ekosistem pemenuhan gizi hingga tingkat rumah tangga,” katanya.

Baca Juga : IAS Hadiri HUT ke-81 RI di Karebosi, Momentum Silaturahmi Para Mantan Pemimpin Makassar

Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan SPPG yang profesional dan sesuai standar agar program berjalan optimal dan berkelanjutan.

Saat ini, implementasi SPPG di Makassar telah mencapai 104 unit yang tersebar di berbagai wilayah. Program MBG menyasar kelompok luas, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga bayi dan balita.

Menurut Munafri, cakupan tersebut menjadikan MBG sebagai program komprehensif dengan dampak luas.

Baca Juga : Paskibraka Makassar Terjemahkan Jiwa Bahari Lewat Formasi Benteng Fort Rotterdam

“Efek dominonya besar. Bukan hanya soal gizi, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Pemkot Makassar berharap kehadiran SPPG Manggala 03 semakin memperkuat ekosistem pemenuhan gizi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di sekitarnya.

“Selamat atas peresmian ini. Semoga memberi manfaat besar bagi masyarakat,” tutupnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#makan bergizi gratis #Program MBG Makassar #Munafri Arifuddin #SPPG Manggala 03 #Gizi Masyarakat #Program Prabowo Subianto #ekonomi lokal #Pasar Tradisional #Urban Farming
Youtube Jejakfakta.com