Senin, 20 April 2026 20:07

Diplomasi dari Makassar: Konselor Zhen Wangda Soroti Peluang Ekonomi Sulsel, Investasi Hijau hingga Isu Global

Editor : Redaksi
Penulis : Nurdin Amir
Konselor Zhen Wangda saat berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan. @Jejakfakta/dok. Istimewa
Konselor Zhen Wangda saat berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan. @Jejakfakta/dok. Istimewa

Konselor Tiongkok Zhen Wangda menilai Sulawesi Selatan strategis bagi kerja sama ekonomi, investasi hijau, hilirisasi nikel, hingga diplomasi kawasan saat kunjungan ke Makassar.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kunjungan Konselor Zhen Wangda ke Makassar membawa pesan strategis yang lebih luas dari sekadar agenda diplomatik. Dalam wawancara tertulis yang diterima Jejakfakta.com, di Makassar, Senin (20/4/2026), ia menyoroti posisi penting Sulawesi Selatan sebagai pusat ekonomi Indonesia Timur, peluang investasi hijau, hingga pentingnya stabilitas kawasan di tengah dinamika global.

Menurut Zhen Wangda, ini merupakan kunjungan pertamanya ke Pulau Sulawesi bersama tim dari Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia. Ia menyebut Sulawesi Selatan sebagai kawasan yang memiliki peran strategis karena ditopang sektor pertanian, perikanan, pertambangan, dan industri makanan yang berkembang pesat.

“Sulawesi memiliki posisi strategis yang penting di Indonesia, dan Sulawesi Selatan merupakan pusat ekonomi dan budaya pulau ini,” ujar Zhen Wangda.

Baca Juga : Aliyah Mustika dan IAS Satukan Semangat Kebersamaan di Jalan Sehat FKPPI–KBPP Polri Sulsel

Ia juga menilai Makassar sebagai salah satu simpul utama kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi besar dalam kerja sama ekonomi dan pertukaran masyarakat antarnegara.

Soroti Peluang Investasi dan Kerja Sama Daerah

Dalam keterangannya, Zhen menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkuat saling pemahaman serta mendorong kerja sama antara daerah-daerah di Tiongkok dan Indonesia.

Baca Juga : Luwu Timur Tancap Gas ke Era Kendaraan Listrik, Gandeng Swasta Bangun Charging Station

“Saya berharap kunjungan ini menjadi kesempatan meningkatkan saling pemahaman, memperkuat kerja sama daerah Tiongkok-Indonesia, serta mempererat pertukaran antarmasyarakat,” katanya.

Ia juga mengaku menantikan dialog dengan pejabat pemerintah daerah, media, serta kunjungan lapangan ke wilayah perkotaan, pedesaan, dan komunitas Tionghoa di Sulawesi Selatan.

Tiongkok Tawarkan Peluang Baru bagi Indonesia

Baca Juga : Husniah Talenrang Berikan Semangat Kafilah Gowa di MTQ XXXIV Sulsel, Siapkan Bonus Umrah bagi Juara

Zhen Wangda menilai hasil Sidang Dua Sesi Tiongkok 2026 dan Rencana Lima Tahun ke-15 akan membuka ruang kerja sama baru bagi negara mitra, termasuk Indonesia.

Ia menyebut Tiongkok akan tetap menjadi “pabrik dunia” sekaligus “pasar dunia”, dengan kebijakan keterbukaan ekonomi yang terus diperluas.

“Nilai inti dari Sidang Dua Sesi 2026 adalah Tiongkok menyediakan kepastian yang langka dan peluang baru yang luas bagi dunia,” ujarnya.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Apresiasi Sinergi Kota Parepare di Hari Jadi ke-66

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan pasar Tiongkok melalui perdagangan, investasi, transfer teknologi, dan pengembangan industri hilirisasi.

Nikel Sulawesi dan Energi Hijau Jadi Sorotan

Secara khusus, Zhen menyinggung potensi besar Pulau Sulawesi yang kaya cadangan nikel. Ia menyebut banyak perusahaan Tiongkok telah berinvestasi di kawasan ini dan membangun fasilitas industri.

Baca Juga : Bupati Gowa Hadiri Hari Jadi ke-66 Parepare, Dorong Sinergitas Antar Daerah

Selain itu, ia menyoroti peluang kolaborasi dalam transformasi hijau dan rendah karbon, termasuk kendaraan energi baru, energi surya, tenaga angin, dan infrastruktur berkelanjutan.

“Pulau Sulawesi kaya sumber daya alam dengan cadangan nikel melimpah, dan cukup banyak perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di sini,” jelasnya.

Ia juga menyinggung keberadaan proyek pembangkit listrik tenaga sampah di Makassar yang disebut menjadi bagian dari kerja sama energi bersih.

Bahas Perdamaian Global dan Stabilitas Kawasan

Menanggapi situasi global yang dinamis, terutama ketegangan di Timur Tengah, Zhen Wangda menegaskan bahwa Tiongkok mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik dan multilateralisme.

“Tiongkok adalah kekuatan utama dalam menjaga perdamaian,” tegasnya.

Ia menyebut negaranya terus mendorong gencatan senjata, negosiasi damai, perlindungan warga sipil, serta penghormatan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Zhen Wangda juga menyampaikan apresiasi atas hubungan baik antara Tiongkok dan Indonesia yang disebut semakin erat sebagai Mitra Strategis Komprehensif.

“Pihak Tiongkok sangat menghargai dukungan teguh Indonesia dalam jangka panjang terhadap prinsip Satu Tiongkok,” pungkasnya.

Kunjungan ini dinilai menjadi sinyal bahwa Makassar dan Sulawesi Selatan semakin dipandang strategis dalam peta kerja sama internasional, terutama pada sektor industri, perdagangan, dan energi masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Zhen Wangda #Sulawesi Selatan #Tiongkok Indonesia #investasi Tiongkok Sulsel #nikel Sulawesi #Energi Hijau #diplomasi China Indonesia #kerja sama Makassar Tiongkok
Youtube Jejakfakta.com