Kamis, 23 April 2026 20:47

PDAM Makassar Jadi Rujukan, DPRD Wajo Pelajari Strategi Pengelolaan Air Bersih

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, bersama Plt Direktur Umum Andi Taufiq Aris menerima langsung rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, di ruang rapat direksi, Kamis (23/04/2026). @Jejakfakta/dok. Humas PDAM Makassar
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, bersama Plt Direktur Umum Andi Taufiq Aris menerima langsung rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, di ruang rapat direksi, Kamis (23/04/2026). @Jejakfakta/dok. Humas PDAM Makassar

Plt Dirut PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengungkapkan dalam kurun waktu setahun terakhir kondisi keuangan perusahaan menunjukkan perbaikan signifikan. Saldo kas yang sebelumnya berada di kisaran Rp3 miliar kini meningkat menjadi sekitar Rp71 miliar.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar kembali menjadi rujukan pengelolaan air bersih di daerah. Kali ini, rombongan DPRD Kabupaten Wajo melakukan kunjungan kerja ke Kantor PDAM Makassar, Kamis (23/04/2026), untuk mempelajari strategi peningkatan layanan dan tata kelola perusahaan air minum daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, bersama Plt Direktur Umum Andi Taufiq Aris menerima langsung rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, di ruang rapat direksi.

Kunjungan tersebut bertujuan melakukan konsultasi dan koordinasi terkait pengelolaan perusahaan air minum daerah, mulai dari aspek regulasi, manajemen operasional, hingga strategi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga : Perbaikan Pipa Bocor, 18 Wilayah di Makassar Alami Gangguan Air Hari Ini

Dalam pertemuan itu, jajaran pejabat struktural PDAM Makassar turut mendampingi dan memaparkan gambaran teknis serta operasional perusahaan.

Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari referensi untuk pembenahan PDAM di daerahnya. Menurutnya, PDAM Wajo masih menghadapi sejumlah kendala, terutama tingginya biaya produksi akibat kualitas air baku dari Danau Tempe yang membutuhkan proses pengolahan lebih kompleks.

“Kami melihat Makassar sudah menunjukkan kemajuan, terutama dalam efisiensi dan manajemen. Ini menjadi bahan pembelajaran bagi kami di Wajo,” ujarnya.

Baca Juga : Munafri Arifuddin Warning Perumda, Ramadan Bukan Alasan Turunkan Layanan

Sementara itu, Plt Dirut PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, memaparkan kondisi terkini perusahaan yang terus berbenah melalui penguatan efisiensi, tata kelola, serta peningkatan kualitas layanan air bersih.

Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu setahun terakhir kondisi keuangan perusahaan menunjukkan perbaikan signifikan. Saldo kas yang sebelumnya berada di kisaran Rp3 miliar kini meningkat menjadi sekitar Rp71 miliar.

“Ini hasil dari upaya efisiensi yang konsisten. Kami menjaga likuiditas agar perusahaan tetap sehat dan mampu berinvestasi untuk pelayanan ke depan,” kata Andi Syahrum.

Baca Juga : PDAM Makassar Gandeng Ketua RW dan Forum Pelanggan Perkuat Pelayanan Air Minum

Ia menegaskan, PDAM tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengemban fungsi sosial yang kuat. Dalam praktiknya, distribusi air bersih melalui mobil tangki kerap menjangkau masyarakat yang belum menjadi pelanggan resmi.

“Di lapangan, banyak keluhan datang dari masyarakat yang belum terdaftar sebagai pelanggan. Tapi karena ini menyangkut kebutuhan dasar, tetap kami layani sebagai bagian dari tanggung jawab sosial,” jelasnya.

Menurutnya, keseimbangan antara orientasi bisnis dan pelayanan publik menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, penguatan manajemen dan efisiensi terus dilakukan agar layanan tetap optimal tanpa mengganggu stabilitas perusahaan.

Baca Juga : Pemkot Makassar–Kemendagri Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah dan Kemandirian Fiskal

Di sisi lain, Plt Direktur Umum PDAM Makassar, Andi Taufiq Aris, menjelaskan pihaknya tengah mendorong transformasi pelayanan berbasis digital serta penurunan tingkat kebocoran air sebagai prioritas pembenahan.

Menurut dia, kemudahan akses layanan harus berjalan beriringan antara pembayaran dan pelaporan.

“Tidak cukup kalau pelanggan mudah bayar, tapi sulit melapor. Ke depan, kami ingin sistem layanan PDAM seperti perbankan, dengan aplikasi yang memudahkan semua proses,” ujarnya.

Baca Juga : Makassar Tembus Panggung Dunia, Program RISE Antar Kota Daeng Masuk 5 Besar Proyek Kesehatan Lingkungan Global

Ia juga menekankan pentingnya pembenahan internal, terutama kedisiplinan pegawai, sebagai fondasi peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kami akan tegakkan disiplin. Karena pelayanan air ini langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat. Dampaknya bukan hanya teknis, tapi juga sosial,” tutup Andi Taufiq.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#PDAM Makassar #DPRD Wajo #PDAM Wajo #Air Bersih #Andi Syahrum Makkuradde #Danau Tempe #Perumda Air Minum Makassar
Youtube Jejakfakta.com