Kamis, 23 April 2026 16:32

Pencanangan Desa Cantik, Wabup Puspa: Data Harus Akurat dan Berdampak

Editor : Redaksi
Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Timur di Aula Dinas Pendidikan, Malili, Kamis (23/04/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim
Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Timur di Aula Dinas Pendidikan, Malili, Kamis (23/04/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim

Wabup Luwu Timur Puspawati Husler menghadiri pencanangan Desa Cantik di Malili. Ia menegaskan pentingnya data akurat sebagai dasar kebijakan pembangunan desa.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – “Data yang akurat adalah pondasi utama agar kebijakan tepat sasaran.”

Pernyataan tersebut ditegaskan Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Timur di Aula Dinas Pendidikan, Malili, Kamis (23/04/2026).

Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) merupakan inisiatif strategis BPS untuk meningkatkan literasi statistik, kualitas data, serta kapasitas aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data secara optimal.

Baca Juga : Petani Laoli Tolak Santunan Lahan Proyek Nasional, Kirim Surat Keberatan ke Pemkab Luwu Timur

Melalui program tersebut, Wabup Puspawati berharap tata kelola data di desa menjadi lebih tertib, terstandar, dan berkualitas.

“Data harus akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan,” terang Puspawati.

Ia juga menekankan pentingnya setiap desa memiliki kader statistik yang berperan sebagai agen perubahan dalam mengelola, menganalisis, serta menginterpretasikan data guna mendukung pembangunan yang lebih terarah.

Baca Juga : Pemkab Lutim Gelar Rapat Forum Kabupaten Sehat, Bahas 20 Indikator Belum Capai Target

Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya menciptakan lingkungan desa yang kaya akan visualisasi data sebagai media edukasi masyarakat.

“Desa harus menjadi ruang yang informatif. Ketika masyarakat mudah mengakses dan memahami data, maka partisipasi publik akan meningkat, dan pembangunan desa akan semakin berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan komitmen untuk terus mendampingi desa dalam meningkatkan kualitas data. Ia menilai program Desa Cantik merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem statistik yang kuat hingga ke tingkat desa.

Baca Juga : Evaluasi Progres Geopark Matano, Langkah Nyata Luwu Timur ke Geopark Nasional

“Harapannya, desa ke depan menjadi mandiri terhadap data yang berkualitas. Data yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas,” ujarnya.

Dalam pencanangan tersebut, tiga desa di Kecamatan Malili resmi ditetapkan sebagai Desa Cantik, yakni Desa Lakawali, Desa Atue, dan Desa Pasi-Pasi. Sebelumnya, pada tahun 2025 program ini telah dilaksanakan di Desa Baruga.

Pencanangan Desa Cantik diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar data di tingkat desa, sekaligus memperkuat peran data sebagai instrumen utama pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Gerak Cepat Sinkronkan Kebijakan Pusat-Daerah Antisipasi Kekeringan 2026

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Luwu Timur, Kepala BPS Luwu Timur, Asisten Administrasi Umum, sejumlah kepala OPD terkait, Camat Malili, serta para kepala desa yang dicanangkan. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Desa Cantik #Luwu Timur #puspawati husler #BPS Luwu Timur #bps sulsel #Data Desa #Kecamatan Malili #Desa Lakawali #Desa Atue #Desa Pasi-Pasi #Statistik Desa #pembangunan desa #indonesia emas
Youtube Jejakfakta.com