Selasa, 12 Mei 2026 18:43

Hilirisasi Kakao Luwu Timur Menguat, Studi Kelayakan Pabrik Tomoni Tunjukkan Potensi Ekonomi Desa

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Diseminasi studi kelayakan (feasibility study) hilirisasi komoditas perkebunan melalui rencana pembangunan pabrik pengolahan kakao di Kecamatan Tomoni yang digelar di Media Center Diskominfo-SP, Selasa (12/05/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa
Diseminasi studi kelayakan (feasibility study) hilirisasi komoditas perkebunan melalui rencana pembangunan pabrik pengolahan kakao di Kecamatan Tomoni yang digelar di Media Center Diskominfo-SP, Selasa (12/05/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Pemkab Luwu Timur matangkan rencana pabrik pengolahan kakao di Tomoni melalui studi kelayakan. Proyek ini dorong hilirisasi, peningkatan pendapatan petani, dan ekonomi desa.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur semakin mempertegas arah hilirisasi komoditas perkebunan melalui rencana pembangunan pabrik pengolahan kakao di Kecamatan Tomoni. Hasil diseminasi studi kelayakan (feasibility study) yang digelar di Media Center Diskominfo-SP, Selasa (12/05/2026), menunjukkan proyek ini dinilai layak secara teknis dan ekonomis.

Rencana ini menjadi bagian dari program “Pandu Juara” yang mendorong peningkatan nilai tambah hasil perkebunan, khususnya kakao, yang selama ini mayoritas masih dijual dalam bentuk biji mentah.

Kajian tersebut melibatkan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM) Makassar bersama BUMDesma Batara Guru. Fokus utama proyek adalah mengolah biji kakao menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti bubuk kakao dan lemak kakao.

Baca Juga : ASN Luwu Timur Masuk Komcad Sulsel 2026, 8 ASN Resmi Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu Timur, Awaluddin Anwar, menegaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi desa.

Ia menyebut selama ini potensi kakao daerah belum tergarap optimal karena rantai nilai masih didominasi penjualan bahan mentah.

Tomoni Disiapkan Jadi Pusat Pengolahan

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Siapkan Penyesuaian Tarif Air Demi Pelayanan Berkelanjutan

Pabrik kakao tersebut direncanakan berlokasi di Desa Sumber Alam, Kecamatan Tomoni, dengan pertimbangan kedekatan dengan sentra produksi kakao petani.

Dengan lokasi yang lebih dekat ke sumber bahan baku, pemerintah berharap biaya logistik dapat ditekan sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Narasumber dari BBSPJIHPMM, Ardiansyah, menilai ketersediaan bahan baku di wilayah tersebut cukup kuat untuk menopang operasional industri pengolahan secara berkelanjutan.

Baca Juga : Wabup Lutim Hadiri HLM TPID Sulsel, Tegaskan Komitmen Stabilitas Harga Jelang Iduladha

Selain peningkatan nilai jual kakao, proyek ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa, termasuk potensi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Masyarakat setempat menyambut rencana ini dengan harapan adanya peluang kerja baru dan peningkatan kesejahteraan petani.

Pemkab Luwu Timur menegaskan bahwa pengembangan industri ini akan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan, termasuk pengelolaan limbah yang ketat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sekitar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Hilirisasi Kakao #Luwu Timur #pabrik kakao Tomoni #BUMDesma Batara Guru #DPMD Luwu Timur #BBSPJIHPMM Makassar #Pandu Juara #industri kakao Sulawesi Selatan #ekonomi desa #pengolahan kakao Indonesia
Youtube Jejakfakta.com