Jejakfakta.com, Makassar - Nahdlatul Ulama (NU) sebentar lagi akan berumur 100 tahun atau sudah memasuki satu abad. Organisasi besar itu akan dirayakan bulan ini, tepatnya pada tanggal 7 Februari 2022.
Abdul Karim, Sekretaris Lakpesdam Sulawesi Selatan mengingatkan, kepada seluruh pengurus NU agar tidak lupa tujuan organisasi besar itu. Ia menilai NU hadir sebagai pelayan ummat dan mampu mengantarkan berbagai masalah yang dialami masyarakat.

Dalam amatannya, ada banyak masalah yang dialami bangsa ini, diantaranya masih banyaknya perilaku Korup, mulai dari sabang sampai merauke tak mengenal jumlah kecil maupun besar. Akibatnya masyarakat terjangkit penyakit yang bernama kemiskinan.
Baca Juga : HUT ke-27 Luwu Utara, Bupati Irwan Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Kemajuan Luwu Raya
"Bangsa ini sedang sakit parah. Ia dilanda penyakit akut yang cukup kompleks. Komplikasi penyakit bangsa ini kian parah. Penyakit itu misalnya Korupsi. Dari sabang sampai Merauke, kembali ke Sabang lalu ke Merauke lagi korupsi terpampang disana-sini. Akibatnya, kemiskinan menggerogoti ummat/warga, lantaran koruptor menghisap semuanya," ujar Karim pada Reporter jejakfakta.com saat diajak diskusi, Selasa (31/1/2022).
"Banyak kasus-kasus korupsi di negeri ini, korupsi level tinggi, hingga level rendah, korupsi level pusat hingga level daerah semuanya merugikan bangsa ini. NU harus tampil menyembuhkan penyakit korupsi itu sebagai salah satu aplikasi visi rahmatan lil alamin," lanjutnya.
Selain itu, NU harus mampu mengontrol pelayanan publik yang dijalankan oleh pemerintah dan memastikan pelayanan tersebut betul-betul ada. Sebab pelayanan publik selama ini masih sangat minim menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga : Eksaminasi Publik Bongkar Dugaan Kekeliruan Fatal Putusan Buruh KIBA, Dinilai Ancam Hak Pekerja Nasional
"Layanan-layanan publik pun menjadi sebuah penyakit di pemerintahan. Reformasi birokrasi memang diprogramkan, tetapi aspek layanan publik untuk warga belumlah maksimal, terutama sektor kebutuhan dasar warga," terang Karim, mantan Direktur LAPAR Makassar.
Tak sampai disitu, rupanya ia melihat selama ini, NU dibawah pengurusnya, masih sangat minim melakukan pelayanan ummat, baik di sektor dakwah, sosial hingga aspek spritual.
"Pelayanan kepada ummat pun juga tampaknya kian rendah di sektor Ormas, khususnya di level NU sendiri. Kaum Nahdliyin belum terlayani secara memadai oleh NU itu sendiri. Baik layanan untuk aspek keagamaan—sosial, maupun untuk aspek layanan keagamaan—spiritual," katanya.
Baca Juga : Diskominfo Makassar Gandeng Apple Developer Academy, Perkuat Talenta Digital Mahasiswa
Ia berharap, dari berbagai masalah yang kian hari makin semrawut di bangsa ini, NU harus mampu mengatasi itu semua, bak obat mujarab yang mengobati segala macam penyakit
"Kemiskinan, merebaknya kemiskinan selalu menyertai perjalanan bangsa ini,
NU pun harus menjadi obat ditengah penyakit pemerintahan ini," harapnya.
Baca Juga : LBH Pers Makassar Desak Kasus Kekerasan Jurnalis Darwin Fatir Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Sebab NU adalah obat peradaban nusantara. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




