Kamis, 11 Juni 2026 19:07

Perintis Lingkungan Asal Gowa Raih Kalpataru 2026, Berawal dari Rumah Koran

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
 Jamaluddin, pegiat lingkungan asal Kabupaten Gowa, berhasil meraih Penghargaan Kalpataru Kategori Perintis Tahun 2026 pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan INVIROTECH 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (11/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa
Jamaluddin, pegiat lingkungan asal Kabupaten Gowa, berhasil meraih Penghargaan Kalpataru Kategori Perintis Tahun 2026 pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan INVIROTECH 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (11/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa

Jamaluddin, pegiat lingkungan asal Desa Kanreapia, Gowa, meraih Penghargaan Kalpataru 2026 kategori Perintis berkat gerakan konservasi air, penghijauan, dan pertanian organik.

Jejakfakta.com, GOWA – Dari sebuah gerakan sederhana di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, lahir inspirasi besar bagi pelestarian lingkungan di Indonesia. Jamaluddin, pegiat lingkungan asal Kabupaten Gowa, berhasil meraih Penghargaan Kalpataru Kategori Perintis Tahun 2026 pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan INVIROTECH 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (11/6).

Penghargaan bergengsi tingkat nasional tersebut diberikan atas dedikasi Jamaluddin dalam menjaga kelestarian alam melalui gerakan berbasis edukasi, konservasi air, penghijauan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyebut capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gowa. Menurutnya, penghargaan itu membuktikan bahwa gerakan lingkungan yang dimulai dari desa mampu memberikan dampak luas hingga mendapat pengakuan nasional.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Komitmen Makassar Jadi Kota Berkelanjutan di Forum Lingkungan Nasional

“Prestasi ini menunjukkan bahwa konsistensi dalam menjaga lingkungan dapat menghadirkan perubahan besar. Apa yang dilakukan Bapak Jamaluddin menjadi teladan bahwa perubahan bisa dimulai dari desa,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, Jamaluddin dikenal aktif menggerakkan masyarakat melalui program “Rumah Koran” yang dirintis sejak 2014. Program tersebut berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan dan pertanian berkelanjutan di Kanreapia.

Berawal dari upaya menjaga sumber mata air desa, gerakan itu kemudian meluas ke penghijauan kawasan, pembangunan embung pertanian, pengembangan pertanian organik, hingga kegiatan sosial berbagi hasil panen kepada panti asuhan.

Baca Juga : Jelang Kedatangan 32 Duta Besar, Wali Kota Ajak APINDO Jadi Motor Gerakan Lingkungan di Makassar

“Yang kami lakukan sebenarnya berangkat dari kebutuhan menjaga sumber kehidupan masyarakat. Air, lingkungan, dan pertanian itu saling berkaitan,” kata Jamaluddin.

Menurutnya, keberhasilan menjaga tata kelola air membuat pertanian di Kanreapia tetap produktif sepanjang musim, baik saat musim hujan maupun kemarau.

Bupati Talenrang menegaskan, keberhasilan Desa Kanreapia akan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Gowa dalam membangun gerakan lingkungan berbasis masyarakat.

Baca Juga : Warga Tamalanrea Tolak PSEL Rp3 Triliun, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi Proyek

“Kami ingin semakin banyak inisiatif masyarakat yang lahir untuk menjaga lingkungan dan memperkuat kesejahteraan warga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis, memastikan pihaknya akan terus memperkuat pembinaan dan edukasi lingkungan agar semakin banyak pelopor lingkungan tumbuh di tengah masyarakat.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa gerakan lingkungan yang konsisten mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut menjaga alam,” ungkapnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Kalpataru 2026 #Jamaluddin Gowa #Desa Kanreapia #pegiat lingkungan #penghargaan Kalpataru #Rumah Koran #Lingkungan HIdup #DLH Gowa #Pertanian Organik #konservasi air #Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Youtube Jejakfakta.com