Jejakfakta.com, GOWA – Dari sebuah gerakan sederhana di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, lahir inspirasi besar bagi pelestarian lingkungan di Indonesia. Jamaluddin, pegiat lingkungan asal Kabupaten Gowa, berhasil meraih Penghargaan Kalpataru Kategori Perintis Tahun 2026 pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan INVIROTECH 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (11/6).
Penghargaan bergengsi tingkat nasional tersebut diberikan atas dedikasi Jamaluddin dalam menjaga kelestarian alam melalui gerakan berbasis edukasi, konservasi air, penghijauan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyebut capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gowa. Menurutnya, penghargaan itu membuktikan bahwa gerakan lingkungan yang dimulai dari desa mampu memberikan dampak luas hingga mendapat pengakuan nasional.
Baca Juga : Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Hanya Terima Sampah Residu, Munafri: Warga Wajib Pilah Sampah dari Rumah
“Prestasi ini menunjukkan bahwa konsistensi dalam menjaga lingkungan dapat menghadirkan perubahan besar. Apa yang dilakukan Bapak Jamaluddin menjadi teladan bahwa perubahan bisa dimulai dari desa,” ujarnya.
Selama bertahun-tahun, Jamaluddin dikenal aktif menggerakkan masyarakat melalui program “Rumah Koran” yang dirintis sejak 2014. Program tersebut berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan dan pertanian berkelanjutan di Kanreapia.
Berawal dari upaya menjaga sumber mata air desa, gerakan itu kemudian meluas ke penghijauan kawasan, pembangunan embung pertanian, pengembangan pertanian organik, hingga kegiatan sosial berbagi hasil panen kepada panti asuhan.
Baca Juga : FPM-WTL Demo PT Vale Makassar, Soroti Blok Tanamalia dan Hak Masyarakat Adat
“Yang kami lakukan sebenarnya berangkat dari kebutuhan menjaga sumber kehidupan masyarakat. Air, lingkungan, dan pertanian itu saling berkaitan,” kata Jamaluddin.
Menurutnya, keberhasilan menjaga tata kelola air membuat pertanian di Kanreapia tetap produktif sepanjang musim, baik saat musim hujan maupun kemarau.
Bupati Talenrang menegaskan, keberhasilan Desa Kanreapia akan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Gowa dalam membangun gerakan lingkungan berbasis masyarakat.
“Kami ingin semakin banyak inisiatif masyarakat yang lahir untuk menjaga lingkungan dan memperkuat kesejahteraan warga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis, memastikan pihaknya akan terus memperkuat pembinaan dan edukasi lingkungan agar semakin banyak pelopor lingkungan tumbuh di tengah masyarakat.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa gerakan lingkungan yang konsisten mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut menjaga alam,” ungkapnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




