Kamis, 02 Juli 2026 07:16

Makassar Disorot di Rakernas APEKSI 2026, Wamendagri Apresiasi Capaian PAD dan Dorong Inovasi Daerah

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Rakernas XVIII APEKSI yang digelar di Grand City Hall, Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026) malam. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Rakernas XVIII APEKSI yang digelar di Grand City Hall, Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026) malam. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Makassar mendapat apresiasi dalam Rakernas APEKSI 2026 atas capaian PAD. Wamendagri Bima Arya mendorong inovasi, kolaborasi, dan pembangunan kota.

Jejakfakta.com, MEDAN – Kota Makassar menjadi salah satu daerah yang mendapat sorotan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026. Pemerintah pusat mengapresiasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar yang dinilai menunjukkan keberhasilan inovasi pengelolaan daerah.

Rakernas XVIII APEKSI yang digelar di Grand City Hall, Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026) malam, secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto. Kegiatan tersebut dihadiri para wali kota dari seluruh Indonesia, termasuk Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Dalam arahannya, Bima Arya menegaskan pemerintah kota harus menjadi motor transformasi pembangunan nasional melalui berbagai inovasi yang berdampak langsung pada pelayanan publik dan peningkatan kapasitas fiskal daerah.

Baca Juga : Bupati OKI Belajar ke Makassar, Tertarik Strategi Dongkrak PAD hingga Tembus Rp2 Triliun

"Hari ini saya melihat dengan bangga dan optimistis bagaimana kota-kota saat ini menjadi transformer, menjadi survivor dengan berbagai macam inisiatif kepemimpinan," kata Bima Arya.

Pada kesempatan itu, Makassar menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah melampaui Rp100 miliar. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Rakernas APEKSI, realisasi PAD Kota Makassar tercatat mencapai 194,67.

Menurut Bima Arya, keberhasilan sejumlah daerah membuktikan bahwa inovasi pembangunan tidak harus mengacu pada praktik luar negeri. Banyak pemerintah kota di Indonesia telah berhasil menghadirkan solusi yang lahir dari kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.

Baca Juga : Menag RI Canangkan Gerbang Moderasi Indonesia Pertama di Makassar

Ia pun mendorong seluruh kepala daerah mempelajari berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan sejumlah kota agar dapat direplikasi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Selain mengoptimalkan PAD, Wamendagri juga mendorong pemerintah kota memanfaatkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebagai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.

Menurutnya, sejumlah daerah seperti Semarang, Samarinda, dan Madiun telah membuktikan keberhasilan pemanfaatan skema tersebut untuk mempercepat pembangunan.

Baca Juga : Dispora Makassar Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan, Libatkan UMKM dan PKL

Bima Arya juga menekankan pentingnya membangun city branding yang kuat sebagai strategi meningkatkan daya saing daerah.

"Branding bukan hanya pencitraan. Branding yang baik adalah citra hari ini, cerita masa lalu, dan cita-cita masa depan," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan Rakernas APEKSI merupakan forum strategis bagi pemerintah kota untuk memperkuat kolaborasi, menyelaraskan program pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang adaptif terhadap tantangan masa depan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan, UMKM dan PKL Jadi Prioritas

"Asosiasi Pemerintah Kota memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, sekaligus menghadirkan pembangunan yang tangguh dan mampu menjawab berbagai dinamika yang terus berkembang," ujar Munafri.

Menurutnya, kehadiran para kepala daerah dalam Rakernas APEKSI bukan sekadar memenuhi agenda tahunan organisasi, tetapi menjadi ruang berbagi praktik terbaik dan memperkuat sinergi antardaerah.

Melalui forum tersebut, berbagai isu strategis dibahas bersama, mulai dari peningkatan pelayanan publik, penguatan ketahanan kota, transformasi digital pemerintahan, pengembangan ekonomi daerah, hingga kolaborasi antardaerah dalam mendukung pembangunan nasional.

Baca Juga : Musda XI Golkar Sulsel Digelar 18 Juli, IAS Klaim Didukung Mayoritas DPD II

"Melalui Rakernas APEKSI, pemerintah kota dapat merumuskan kebijakan pembangunan yang adaptif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan," tutup Munafri. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Rakernas APEKSI 2026 #APEKSI #Munafri Arifuddin #Wamendagri Bima Arya #Pendapatan Asli Daerah #PAD Makassar #Pemerintah Kota Makassar #inovasi daerah #Pelayanan Publik #City Branding #KPBU #pembangunan daerah
Youtube Jejakfakta.com