Senin, 06 Juli 2026 22:53

Wali Kota Makassar Minta 248 Mahasiswa KKN Unhas Jadi Agen Zero Waste dan Urban Farming

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saat menerima mahasiswa KKN Gelombang 116 Periode Juni–Agustus 2026 di Makassar Government Center (MGC), Senin (6/7/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saat menerima mahasiswa KKN Gelombang 116 Periode Juni–Agustus 2026 di Makassar Government Center (MGC), Senin (6/7/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melepas 248 mahasiswa KKN Unhas untuk mengedukasi masyarakat soal zero waste, bank sampah, dan urban farming.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong 248 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi agen edukasi di tengah masyarakat dalam memperkuat budaya pengelolaan sampah dan pengembangan urban farming.

Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menerima mahasiswa KKN Gelombang 116 Periode Juni–Agustus 2026 di Makassar Government Center (MGC), Senin (6/7/2026). Ratusan mahasiswa itu akan menjalankan pengabdian di sejumlah kelurahan di Kecamatan Biringkanaya dan Manggala.

Program KKN kolaborasi antara Unhas dan Pemerintah Kota Makassar tahun ini mengusung fokus pada isu strategis, yakni Zero Waste, Perubahan Iklim, Keterbukaan Informasi Publik, Urban Farming, serta KKN Prestasi.

Baca Juga : Dispora Makassar Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan, Libatkan UMKM dan PKL

Dalam sambutannya, Munafri yang akrab disapa Appi mengapresiasi kepercayaan Universitas Hasanuddin yang kembali menjadikan Kota Makassar sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

Menurutnya, KKN merupakan bentuk kolaborasi nyata antara dunia akademik dan masyarakat dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan di tingkat lokal.

"Mahasiswa hadir bukan untuk menggurui masyarakat, tetapi mengombinasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan potensi dan pengalaman masyarakat sehingga lahir solusi yang bermanfaat," ujar Appi.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 15 Kecamatan, UMKM dan PKL Jadi Prioritas

Ia menilai tema-tema KKN tahun ini sangat selaras dengan program prioritas Pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam pengendalian perubahan iklim, pengelolaan sampah berbasis zero waste, hingga pengembangan pertanian perkotaan.

Mahasiswa Diminta Edukasi Warga Pilah Sampah

Appi secara khusus menyoroti persoalan persampahan yang masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar. Saat ini, pemerintah tengah membenahi sistem pengelolaan sampah, termasuk mengubah sistem Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dari metode open dumping menjadi sanitary landfill.

Baca Juga : Musda XI Golkar Sulsel Digelar 18 Juli, IAS Klaim Didukung Mayoritas DPD II

Namun, menurutnya, keberhasilan sistem tersebut sangat bergantung pada pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga melalui pemilahan sampah.

"Yang harus sampai ke TPA hanyalah sampah residu. Karena itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah menjadi sangat penting," katanya.

Ia menjelaskan, sampah anorganik memiliki nilai ekonomi jika dikelola melalui bank sampah, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan ternak yang mendukung program urban farming.

Baca Juga : Penataan Telkomas Berjalan Damai, Pedagang Bongkar Lapak Secara Mandiri

Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, juga terus mengaktifkan bank sampah unit hingga tingkat RT dan RW sebagai bagian dari penguatan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Karena itu, Appi berharap para mahasiswa KKN mampu menjadi motor edukasi di tengah masyarakat agar budaya memilah sampah semakin berkembang.

"Ini penting agar tercipta ekonomi sirkular di masyarakat, di mana sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan warga," jelasnya.

Baca Juga : BAZNAS RI Tetapkan Lima Pimpinan BAZNAS Makassar, Pemkot Tegaskan Seleksi Berjalan Transparan dan Sesuai Mekanisme

KKN Jadi Ruang Belajar Sekaligus Pengabdian

Selain menjalankan program kerja, Munafri menegaskan bahwa KKN merupakan ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa karena mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang memiliki karakter dan latar belakang yang beragam.

Ia pun mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga nama baik pribadi maupun almamater Universitas Hasanuddin selama menjalankan pengabdian.

"Jadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian," pesannya.

Di akhir sambutannya, Appi meminta seluruh mahasiswa terus berkoordinasi dengan camat dan lurah di wilayah penempatan agar program kerja yang dijalankan selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Makassar.

"Teruslah berkoordinasi dengan camat dan lurah di wilayah masing-masing agar apa yang kalian lakukan dapat berjalan bersama program-program pemerintah. Semoga seluruh rangkaian KKN ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat," tutupnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Munafri Arifuddin #kkn unhas #KKN 2026 #zero waste #Urban Farming #bank sampah #Perubahan Iklim #Pemerintah Kota Makassar #Biringkanaya #Manggala #Pendidikan #Lingkungan
Youtube Jejakfakta.com