Sabtu, merupakan akhir pekan untuk bisa menikmati hari libur setelah sepekan beraktivitas. Dan hal itu tentu yang ditunggu para pedagang kaki lima yang berjejer di sekitar Pantai Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Ada yang sedikit berbeda hari itu. Masjid Thalhah Ubaidillah, berdiri kokoh dan sudah mulai bisa dimanfaatkan oleh pengunjung dan semua yang ada di lokasi wisata itu. Mereka mengaku senang dan bersyukur dengan kehadiran masjid tersebut.
Bagi mereka yang muslim, yang wajib menjalankan ibadah lima waktu dalam sehari, bisa melaksanakan ibadah tepat waktu meski sedah berwisata. Karena masjid berada dalam areal pantai.
Maliang, pedagang yang setiap hari menjajakan jualannya di Pantai Tanjung Bira, mengaku senang, lantaran masjid yang dibangun dan akhirnya diresmikan itu dekatnya dengan tempatnya berjualan.
"Jadi tidak khawatir lagi akan terlambat beribadah. Karena masjid yang di luar areal pantai cukup jauh. Kadang kita berjalan ke sana sebelum azan, tiba di sana jadi masbuk, karena telat," Maliang berkeluh kesah.
Pengunjung, Suparman juga merasakan hal yang sama. Dia yang merupakan wisatawan lokal, dan setiap saat bisa berkunjung ke sana, tahu jika pengunjung yang muslim butuh tempat ibadah.
"Masjid ini paling tidak, bisa mendukung pariwisata di Tanjung Bira ini. Ya, bisa jadi wisata religi sekalian," ungkap mantan nelayan itu.
“Mudah-mudahan bisa memajukan dan mendukung pariwisata Bira. Masjid ini bukan hanya dibangun, tetapi juga bisa dimakmurkan,” sambungnya.
Desain masjidnya memang dibangun minimalis modern yang juga menjadi kondisi modernisasi di Bulukumba.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bulukumba mengatakan saat ini juga beberapa bangunan di Bulukumba itu minimalis. "Ini kita koneksikan antara yang satu dengan yang lainnya," katanya.
Pembangunan masjid dua tingkat dengan daya tampung 250 jamaah ini, merupakan salah satu bagian dari Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel TA 2022 untuk Kabupaten Bulukumba senilai Rp 19 Miliar.
“Memang kendala kita selama ini di sini. Khususnya wisatawan yang beragama Islam yang ingin melaksanakan salat lima waktu. Dan dengan adanya masjid, jadi fasilitas ibadah dan untuk wisata religi bagi masyarakat,” tandas Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas PUTR Kabupaten Bulukumba, Agus Wijaya.(**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




