Sabtu, 11 Juli 2026 11:12

Pendidikan Tak Kenal Usia, Pemkot Makassar Serahkan 108 Ijazah Kesetaraan kepada Warga Belajar

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Penyerahan ijazah pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biringkanaya, Sabtu (11/7/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Penyerahan ijazah pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biringkanaya, Sabtu (11/7/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Sebanyak 108 warga Makassar, termasuk Satgas Kebersihan, Satgas Drainase, dan cleaning service, menerima ijazah pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C dari Pemkot Makassar sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Semangat belajar tak mengenal usia maupun profesi. Sebanyak 108 warga Kota Makassar dari berbagai latar belakang, mulai dari Satgas Kebersihan, Satgas Drainase, tenaga cleaning service rumah sakit hingga masyarakat umum, resmi menerima ijazah pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Program yang digagas Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan ini menjadi bukti bahwa kesempatan meraih pendidikan tetap terbuka bagi siapa saja.

Penyerahan ijazah dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biringkanaya, Sabtu (11/7/2026).

Achi menegaskan, pendidikan merupakan hak setiap warga negara tanpa memandang usia, pekerjaan maupun kondisi sosial ekonomi.

Baca Juga : Aliyah Dampingi Menkes Tinjau Kompleks Kusta Jongaya, Makassar Perkuat Langkah Hapus Stigma dan Percepat Eliminasi Kusta

"Pendidikan adalah hak semua warga negara, tanpa batasan usia maupun latar belakang," ujar Achi.

Ia menjelaskan, Program Paket A setara Sekolah Dasar (SD), Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA). Seluruh lulusan memperoleh ijazah resmi yang diakui negara sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun memenuhi persyaratan dunia kerja.

Program pendidikan kesetaraan tersebut diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Baca Juga : Munafri Perkenalkan Makassar sebagai Kota Kuliner kepada Istri Wapres, 151 UMKM Meriahkan Festival "Satu Kota 1000 Rasa"

SKB merupakan satuan pendidikan nonformal yang dikelola Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan, sedangkan PKBM merupakan lembaga pendidikan nonformal yang dikelola masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam memperluas akses pendidikan.

Keduanya melayani masyarakat yang belum sempat menuntaskan pendidikan formal, seperti remaja putus sekolah, pekerja hingga orang dewasa, dengan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel sehingga peserta tetap dapat bekerja sambil belajar.

"Selain pembelajaran akademik, peserta juga dibekali berbagai keterampilan yang dapat menunjang kehidupan dan dunia kerja," jelas Achi.

Baca Juga : Malam Ramah Tamah HKG PKK Nasional Jadi Etalase Wastra, Kuliner, dan Wisata Sulsel, Melinda Aksa Perkuat Silaturahmi Antar Daerah

Dari total 108 penerima ijazah, sebanyak 50 orang merupakan personel Satgas yang berhasil menyelesaikan Program Paket A atau setara SD.

Menurut Achi, keberhasilan tersebut bukanlah akhir, melainkan awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

"Antusiasme mereka sangat luar biasa. Setelah lulus Paket A, mereka akan melanjutkan pembelajaran ke Paket B. Kami ingin mereka terus melanjutkan hingga memperoleh ijazah yang lebih tinggi," katanya.

Baca Juga : Paotere Jadi Etalase Pemberdayaan Perempuan, Melinda Aksa Tunjukkan UMKM dan Sekolah Pesisir ke Selvi Gibran

Ia mengaku bangga melihat semangat para peserta yang mampu membagi waktu antara bekerja dan belajar.

"Tidak mudah bagi seseorang untuk belajar sambil tetap bekerja, tetapi mereka mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mendapatkan pendidikan," ungkapnya.

Lebih jauh, Achi menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan bukan sekadar memberikan ijazah, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Terima Kunjungan Wakil Wali Kota Bengkulu, Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Antardaerah

"Salah satu tujuan utamanya adalah mengangkat derajat, harkat, dan martabat mereka. Dengan memiliki ijazah, kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih baik tentu semakin terbuka," ujarnya.

Ia berharap seluruh lulusan terus melanjutkan pendidikan dan tidak berhenti belajar.

"Selamat kepada seluruh warga belajar yang telah dinyatakan lulus. Perjalanan baru untuk meraih masa depan yang lebih cerah resmi dimulai hari ini. Jangan pernah lelah untuk belajar. Bagi masyarakat yang sempat putus sekolah, SKB dan PKBM siap menjadi jembatan untuk mewujudkan impian," tuturnya.

Program pendidikan kesetaraan ini juga sejalan dengan kebijakan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang telah dijalankan Pemerintah Kota Makassar ialah membentuk Relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS), yang bertugas mendata, mendampingi, dan mengembalikan anak-anak maupun warga putus sekolah agar kembali memperoleh layanan pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap tidak ada lagi warga yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena faktor usia, pekerjaan, ataupun kondisi ekonomi, sehingga kualitas sumber daya manusia di Kota Makassar terus meningkat secara merata. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pemkot Makassar #Achi Soleman #ijazah kesetaraan #Paket A #Paket B #Paket C #SKB Biringkanaya #PKBM Makassar #Pendidikan Nonformal #satgas kebersihan #Satgas Drainase #Munafri Arifuddin #pendidikan inklusif #anak tidak sekolah #ATS Makassar
Youtube Jejakfakta.com