Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur melaksanakan Ekspose Laporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (IGRK) Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat basis data emisi dan mendorong pembangunan daerah yang lebih rendah karbon.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan seluruh kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur, perangkat daerah terkait seperti Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan, serta sejumlah perusahaan tambang dan industri pengolahan kelapa sawit yang menjadi bagian dari pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan.

Ekspose IGRK ini menjadi ruang penyampaian hasil pendataan dan perhitungan emisi gas rumah kaca dari berbagai sektor, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penyediaan data lingkungan yang akurat dan berkelanjutan.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Minta 248 Mahasiswa KKN Unhas Jadi Agen Zero Waste dan Urban Farming
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur, Umar Hasan Dalle mengatakan, inventarisasi gas rumah kaca merupakan langkah penting dalam menyusun strategi pengendalian emisi di tingkat daerah.
“Data inventarisasi gas rumah kaca menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan lingkungan yang tepat. Karena itu, kolaborasi dengan seluruh perangkat daerah, kecamatan, dunia usaha, dan stakeholder lainnya sangat diperlukan agar data yang dihasilkan semakin komprehensif,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai sektor dalam proses inventarisasi menunjukkan bahwa pengendalian perubahan iklim bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran bersama seluruh pihak.
Baca Juga : DLH Luwu Timur Evaluasi Kualitas Air Semester I 2026, Pastikan Lingkungan Tetap Terjaga
“Pembangunan rendah emisi harus didukung dengan perencanaan yang berbasis data. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap sektor memiliki pemahaman dan kontribusi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca di Luwu Timur,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, DLH Luwu Timur juga mendorong sinkronisasi data dengan sektor pertanian, kesehatan, industri, pertambangan, serta pengolahan kelapa sawit. Data lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat penyusunan kebijakan mitigasi perubahan iklim di tingkat kabupaten.
Perwakilan stakeholder yang hadir juga menjadi bagian penting dalam proses validasi dan penguatan data, mengingat aktivitas sektor ekonomi memiliki keterkaitan langsung dengan dinamika emisi daerah.
Baca Juga : DLH Luwu Timur Perkuat Peran Pengawas Sekolah Dorong Gerakan Sekolah Peduli Lingkungan
Melalui Ekspose Laporan IGRK Tahun 2025, DLH Luwu Timur berharap terbangun komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




