Jejakfakta.com - PAREPARE - Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) , mengingatkan kader Golkar Parepare mengenai pentingnya kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan teknologi informasi dan perilaku pemilih. Pesan tersebut disampaikan IAS saat mengunjungi Sekretariat DPD Partai Golkar Parepare dan bertemu dengan para pimpinan kecamatan serta kader, Senin (10/8/2026).
Menurut IAS, tantangan politik ke depan tidak semakin ringan. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berkomunikasi, hingga menentukan pilihan politik. Pada saat yang sama, perilaku pemilih juga terus mengalami perubahan. Karena itu, kader Golkar tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman dan pola kerja yang selama ini dilakukan.

"Tantangan ke depan tidak ringan. Teknologi informasi berkembang dan perilaku pemilih juga berubah. Karena itu kita harus mampu beradaptasi," ujar IAS.
Baca Juga : IAS: Musda Sudah Selesai, Sekarang Waktunya Kita Bekerja
IAS mengatakan, kemampuan membaca perubahan menjadi penting bagi Golkar untuk mempertahankan sekaligus mengembalikan kekuatan politiknya di Parepare. Ia mengingatkan bahwa Golkar Parepare memiliki pengalaman politik yang kuat. Pada periode sebelumnya, Golkar pernah menguasai posisi eksekutif sekaligus legislatif di Kota Parepare. Namun, peta politik kemudian berubah. Pada pemilu terakhir, posisi eksekutif tidak lagi berada di tangan Golkar, meski partai tersebut masih memegang posisi Ketua DPRD Kota Parepare.
Menurut IAS, perubahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk kehilangan kepercayaan diri. "Pengalaman masa lalu harus menjadi modal untuk membaca masa depan," tegasnya.
Karena itu, IAS mendorong kader Golkar Parepare untuk memahami perubahan karakter pemilih, terutama generasi yang semakin dekat dengan teknologi digital dan memperoleh informasi politik melalui berbagai platform. "Cara masyarakat mendapatkan informasi sekarang berbeda. Cara pemilih menentukan pilihan juga berubah. Partai harus memahami perubahan itu," ujarnya.
Baca Juga : IAS: Kader Golkar Jangan Alergi Kritik, Fraksi Harus Jadi Ujung Tombak Rakyat
Namun, IAS menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi harus tetap dibangun di atas kekuatan organisasi. Soliditas, menurutnya, tetap menjadi modal penting untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Parepare. "Soliditas adalah modal utama kita untuk mengembalikan kejayaan Golkar. Tetapi soliditas harus dibarengi kemampuan beradaptasi," katanya.
IAS berharap kader di tingkat kecamatan hingga kelurahan mampu menjadi bagian dari perubahan tersebut. Kader harus tetap dekat dengan masyarakat, tetapi pada saat yang sama mampu menggunakan cara-cara baru untuk berkomunikasi dan membangun hubungan dengan pemilih. Ia menilai, tantangan politik ke depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa kuat struktur partai, tetapi juga seberapa cepat organisasi mampu memahami perubahan di masyarakat.
Bagi IAS, pengalaman adalah modal, soliditas adalah kekuatan, sementara kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk menghadapi perubahan politik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




