Jejakfakta.com, SOPPENG — Ketua Terpilih DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menilai rekonsiliasi internal menjadi kunci untuk memperkuat sekaligus memperluas dominasi Partai Golkar di Kabupaten Soppeng.
Pesan itu disampaikan IAS saat membuka Roadshow 2 DPD I Golkar Sulsel yang menjadikan Soppeng sebagai titik pertama, Jumat (21/8/2026). Kedatangan IAS bersama rombongan pengurus provinsi disambut sekitar 500 kader Golkar.

IAS hadir bersama Ketua DPD II Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak atau Andi Dulli, serta Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng. Turut hadir tokoh Soppeng H. Supriansyah, sejumlah anggota DPRD Sulsel, dan fungsionaris DPD Golkar Sulsel.
Baca Juga : IAS Pimpin Roadshow 2 Golkar Sulsel, Konsolidasi Lintas Daerah Dimulai dari Soppeng
Di hadapan ratusan kader, IAS mengapresiasi konsistensi Golkar mempertahankan kekuatan politiknya di Soppeng dari periode ke periode.
Menurut IAS, capaian tersebut menunjukkan bahwa struktur organisasi dan basis massa Golkar di tingkat akar rumput masih terjaga.
“Ini menjadi bukti bahwa konsolidasi sudah berjalan dengan baik. Golkar Soppeng memiliki basis yang kuat dan konsisten,” kata IAS.
Baca Juga : Bukan Kejar Kemenangan, IAS Bidik Golkar Kuasai Kursi di Semua Tingkatan
Namun, IAS mengingatkan bahwa kekuatan tersebut perlu diperkuat dengan persatuan seluruh elemen partai. Ia menilai tantangan politik ke depan membutuhkan energi baru yang hanya dapat dibangun melalui rekonsiliasi.
“Jika semua pihak membuka tangan untuk bergandengan demi kebaikan Golkar, saya bisa membayangkan masa depan Golkar Soppeng akan jauh lebih baik dari hari ini,” tegas IAS.
Ia menyebut Golkar Soppeng memiliki modal politik yang cukup kuat. Selain Bupati Soppeng yang merupakan kader Golkar, posisi Ketua DPRD Soppeng juga ditempati kader Golkar. Kekuatan tersebut diperkuat dengan 11 anggota Fraksi Golkar dari total 30 kursi di DPRD Soppeng.
Baca Juga : Keliling 13 Daerah, IAS Temukan Kerinduan yang Belum Hilang di Tubuh Golkar Sulsel
IAS menegaskan, kekuatan politik tersebut seharusnya tidak hanya digunakan untuk mengejar kemenangan dalam kontestasi politik, tetapi juga diarahkan untuk memperbesar manfaat bagi masyarakat.
“Masa depan kejayaan Golkar di Soppeng sangat bergantung pada semangat rekonsiliasi kita hari ini. Kemenangan politik itu bukan sekadar target akhir, tetapi muaranya adalah membuka peluang untuk melahirkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat yang jauh lebih baik,” ujarnya.
Mantan Wali Kota Makassar periode 2004–2014 itu kembali mengingatkan pentingnya menyatukan seluruh potensi partai, mulai dari kader, senior, pengurus hingga struktur organisasi di tingkat bawah.
Baca Juga : Baso: Kepemimpinan Visioner IAS Jadi Modal Golkar Sulsel Menuju Kejayaan
“Dengan bekal Bupati kader Golkar, Ketua DPRD kader Golkar, dan 11 kursi fraksi, modal kita sudah sangat kuat. Jika seluruh elemen kader, senior, dan pengurus menyatu tanpa sekat, Golkar Soppeng tidak hanya akan mempertahankan dominasi, tapi melipatgandakan manfaat pengabdian bagi rakyat Soppeng di masa mendatang,” lanjut IAS.
Di akhir sambutannya, IAS meminta jajaran DPD II Golkar Soppeng segera merapatkan barisan dan merangkul kembali seluruh potensi kader.
Ia juga mendorong mesin partai kembali diaktifkan hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai agenda politik strategis ke depan.
Baca Juga : IAS: Silaturahmi Masih Lebih Kuat dari Politik Uang
Bagi IAS, konsolidasi tidak cukup hanya dilakukan di tingkat elite partai. Penguatan struktur hingga akar rumput dinilai menjadi fondasi penting agar kekuatan politik Golkar Soppeng semakin solid dan mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




