Kamis, 09 Februari 2023 16:55

Bu Nuraeni Patut Jadi Contoh, Selamatkan Istri Nelayan Makassar dari Rentenir hingga Cetak Emak-emak Mandiri

Bu Nuraeni KWN Fatimah Az-Zahra. Berdiri sejak 2007 dan aktif sampai saat ini di Jl Barukang 3, Lorong 3, Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, kota Makassar, Sulawesi Selatan. (Atri/jejakfakta).
Bu Nuraeni KWN Fatimah Az-Zahra. Berdiri sejak 2007 dan aktif sampai saat ini di Jl Barukang 3, Lorong 3, Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, kota Makassar, Sulawesi Selatan. (Atri/jejakfakta).

Kelompok perempuan berdaya, kelompok lansia, kelompok anak berdaya, dan kelompok disabilitas berdaya dari umur balita sampai lansia. Semua itu ada di KWN Fatimah Az-Zahra sekarang ini.

Laporan: Atri Suryatri Abbas

Makassar, jejakfakta.com - Kelompok Wanita Nelayan Fatimah Az-Zahra atau KWN Fatimah merupakan komunitas emak-emak besutan Bu Nuraeni yang patut jadi contoh. KWN yang mulanya lahir untuk kemandirian ekonomi dan anti-rentenir, kemudian berkibar dalam menangani banyak urusan hak dasar masyarakat pesisir kota Makassar.

KWN Fatimah Az-Zahra berdiri sejak 2007 dan aktif sampai saat ini di Jl Barukang 3, Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga : 3 Faktor Robohnya Kubah Masjid Ittifaqul Jamaah Makassar

Nuraeni mendirikan KWN karena ingin membantu para tetangganya, terutama perempuan istri nelayan, agar bebas dari kebiasaan meminjam uang kepada punggawa (sebutan rentenir) di daerah tersebut. 

"Saya prihatin karena mereka kan sering pinjam tapi bunganya cukup tinggi dan memberatkan buat mereka," kata Bu Eni, sapaan akrab Nuraeni kepada jejakfakta di tempat usaha KWN Fatimah, Jl Barukang 3 Lorong 3, Jumat (3/2/2023).

Bu Eni, dalam upaya merangkul emak-emak tetangganya, melalui pendekatan diskusi dan advokasi untuk mengubah cara berpikir.

Baca Juga : Kubah Masjid Ittifaqul Makassar Roboh, Timpa 6 Jemaah Tarawih

"Nah kita mencoba membuat suatu perubahan, merubah pola pikir, sikap mereka, dan membangun kecerdasan mereka, karena yang mendapatkan dampak langsung kemiskinan ini adalah para istri nelayan," ujarnya.

Alhasil, Bu Eni membangun kelompok wirausaha KWN yang mendorong para istri nelayan mengolah hasil tangkapan suaminya menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. 

"Apa lagi di musim tidak melaut, sudah pasti istri nelayan yang menjadi tulang punggung keluarga. Dengan mengembangkan keterampilan istri nelayan dengan mengelola hasil tangkapan suaminya. Misalnya, ikan bisa menjadi abon karena bisa bertahan sampai satu tahun tapi kita ambil standar enam bulan," tutur Bu Eni.

Produk abon ibu-ibu KWN, menurut Bu Eni, meningkatkan nilai ekonomi tangkapan suami.

"Peningkatan nilai, misalnya satu keranjang ikan bisa dihargai Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu, tapi ketika menjadi abon satu kilo abon bisa jadi Rp 200 ribu, kita bisa mengelola sedikit tapi cukup menguntungkan bagi mereka," kata Bu Eni seraya senyum-senyum.

Bu Nuraeni KWN Fatimah Az-Zahra. Berdiri sejak 2007 dan aktif sampai saat ini di Jl Barukang 3, Lorong 3, Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, kota Makassar, Sulawesi Selatan. (Atri/jejakfakta).

Saat ini, lanjut Eni, para istri nelayan yang bergabung di kelompok KWN Fatimah mendorong suami mereka untuk menjual ikannya di luar TPI Paotere Makassar.

"Agar harganya jauh lebih baik. Dulu kita cuma bikin 35 kilogram, sekarang sudah bikin satu ton abon ikan, dari hasilnya kita sisihkan 2% untuk kegiatan sosial," kata Bu Eni.


Selain abon, para perempuan berdaya KWN Fatimah juga memproduksi ikan menjadi nuget, bakso, otak-otak, dan kerupuk ikan. Ada juga produk ikan bandeng tanpa duri.


Hasil olahan KWN sudah dipasarkan di berbagai toko, hampir semua toko oleh-oleh di kota Makassar. Ada pula dikirim Timika, Palu, Surabaya dan Jakarta.

Pendidikan hingga Bantu Penyandang Disabilitas

Perhatian KWN Fatimah Az-Zahra tak hanya urusan penyelamatan ekonomi nelayan, tetapi juga pendidikan anak-anak nelayan.

KWN mendidik anak-anak nelayan agar cepat mahir membaca dan menulis serta mendapatkan wawasan ilmu pengetahuan.

Kegiatan Literasi Baca Tulis KWN digelar rutin di rumah tempat usaha KWN Fatimah, Jl Barukang 3 Lorong 3.


Operasional kegiatan pendidikan nonformal ini didukung oleh bagian sponsor dana dari 2% hasil penjualan produk KWN Fatimah Az-Zahra.

KWN Fatimah juga menghelat pendidikan agama dengan pengajian rutin untuk kalangan keluarga peserta KWN.


KWN juga memberdayakan secara khusus perempuan dan anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual. 

KWN punya program bantuan sembako bagi lansia dan penyandang disabilitas. 

"Jadi kami memberi santunan kepada lansia, sebanyak 150 orang setiap bulan dan setiap tanggal 10 dijalankan, pemeriksaan kesehatan pemberian paket sembako. Dan untuk setiap hari Kamis ada pembinaan serta pengajian untuk ibu ibu dan lansia," kata Bu Eni.

KWN Fatimah Berdaya

KWN memang berdaya. Punya sekolah khusus nonformal bernama Sekolah Anak Percaya Diri (SAPD). Peserta didiknya adalah anak-anak yang mengalami kekerasan fisik, psikis dan korban kekerasan seksual. 

"Kita berikan ruang belajar setiap Jumat dan Minggu, kenapa kita berikan nama SAPD karena anak-anak yang telah mengalami kekerasan biasanya akan kehilangan sikap percaya diri, terkadang kalau berbicara suka mengeluarkan kata yang tidak baik ,tidak ada etika, dan sebagainya.

Ini kan generasi kita ke depan ingin kita perbaiki jadi bagaimana kita buat sapd kami ini semampu kita. Alhamdulillah kita berikan mereka juga pendampingan psikologi, kita juga memotivasi mereka bahwa kamu sama dengan anak anak diluar sana, mempunyai kesempatan yang sama dan potensi dan akhirnya mereka mampu mengembalikan percaya dirinya dengan mampu menari,menulis, menggambar dan membaca."

Ada 15 anak penyandang disabilitas di KWN Fatimah. Mereka mendapatkan pelayanan untuk ke psikolog.

Kelompok perempuan berdaya, kelompok lansia, kelompok anak berdaya, dan kelompok disabilitas berdaya dari umur balita sampai lansia. Semua itu ada di KWN Fatimah Az-Zahrah sekarang ini. 

Kelompok anak-anak berdaya untuk memotivasi mereka yang merasa di pinggiran dan tempat tinggalnya di pesisir yang masih merasa tidak percaya diri, dalam kelompok anak diajarkan menulis membaca dan ikut sanggar seni tari musik dan lainnya.

Kelompok perempuan berdaya mendapat pelatihan gratis untuk pembuatan kerajinan dan olahan hasil laut suami mereka.

Kelompok lansia yang mendapatkan pemeriksaaan kesehatan secara gratis, pengajian, bantuan paket sembako dan bantuan dari hasil olahan KWN.

Kelompok penyandang disabilitas mendapat layanan khusus oleh KWN yang bekerja sama dengan Himpunan Wanita Disabilitas (HWD).

"Jadi kami berkoordinasi dengan mereka bahwa kamu punya disabilitas, dan kami mengajarkan mereka untuk berkarya dengan membuat jahitan dan hasil karya lainnya," kata Bu Eni.

KWN punya sanggar seni untuk SAPD. 

"Kami belikan baju dan bagaimana dia kelola baju tradisional tersebut untuk disewakan. Dananya bisa diputar. KWN membuat mereka untuk bisa hidup mandiri, tetap bersekolah tapi mampu berusaha untuk mempunyai pendapatan di bidang ekonomi," ujar Bu Eni.

Saat ini KWN sudah menyekolahkan banyak anak nelayan. Ada yang sudah mempunyai produk olahan sendiri dan banyak sudah bekerja dengan penghasilan kompetitif.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Bu Nuraeni #KWN Fatimah Az-Zahra #Kelompok Wanita Nelayan (KWN) Fatimah Az-Zahra #Kelurahan Pattingaloang #Jl Barukang 3
Youtube Jejakfakta.com