Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Mewujudkan visi Luwu Timur Juara (Maju dan Sejahtera) tidak hanya membutuhkan program pembangunan, tetapi juga situasi sosial yang aman, harmonis, dan terjaga. Karena itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Luwu Timur bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, aparat keamanan dan unsur kepemudaan memperkuat sinergi menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dalam Mengawal Luwu Timur Juara (Maju dan Sejahtera)” yang digelar di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Malili, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan dibuka Bupati Luwu Timur yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Askar. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang masyarakat merupakan modal sosial penting bagi pembangunan daerah.
Baca Juga : Harumkan Luwu Timur, BKB HI Ananda Desa Nuha Sabet Juara 1 Tingkat Sulsel
Menurut Askar, perbedaan tidak semestinya dipandang sebagai sumber persoalan. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika dikelola melalui semangat gotong royong, saling menghargai dan persaudaraan.
“Justru dari keberagaman itulah lahir semangat gotong royong, saling menghargai, dan rasa persaudaraan yang menjadi fondasi pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia berharap FGD tersebut tidak berhenti sebagai forum bertukar gagasan. Para peserta diharapkan mampu merumuskan langkah konkret untuk memperkuat toleransi, membangun komunikasi lintas agama sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat mendeteksi potensi konflik sosial sejak dini.
Baca Juga : Tokoh Disabilitas Bulukumba Bergabung ke Golkar, IAS: Ini Wadah Pengabdian Baru
“Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen untuk terus mendukung setiap upaya yang bertujuan menjaga stabilitas, keamanan, dan kerukunan umat beragama,” tegasnya.
Askar juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat memperkuat interaksi sosial antarwarga melalui budaya saling mengunjungi dan membantu dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Di tengah derasnya arus informasi, ia mengingatkan para tokoh agar ikut menjadi penyejuk ketika muncul isu yang berpotensi memecah persatuan. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
Baca Juga : Dikukuhkan Bupati Irwan, Paskibraka Lutim Siap Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-81
“Mari utamakan musyawarah, dialog, dan semangat persaudaraan dalam menyelesaikan setiap persoalan,” ajaknya.
Kerukunan Jadi Tanggung Jawab Bersama
Ketua FKUB Kabupaten Luwu Timur, Ardias Barah, mengatakan FGD tersebut merupakan bagian dari program kerja FKUB yang dirancang untuk mempertemukan berbagai unsur keagamaan dan masyarakat dalam satu ruang dialog.
Baca Juga : Appi Tegaskan Makassar Milik Semua, Toleransi Jadi Kekuatan Pembangunan Kota
Kegiatan itu melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerja Sama Gereja Luwu Timur, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Forum Masyarakat Katolik, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), LDII, Polres Luwu Timur, kepala desa, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga organisasi kepemudaan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja FKUB Luwu Timur bersama ketua-ketua organisasi kemasyarakatan keagamaan. Kami berharap seluruh unsur dapat bersinergi membantu pemerintah dalam merawat kerukunan umat beragama,” kata Ardias.
Menurutnya, keterlibatan banyak unsur menjadi penting karena persoalan kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga keagamaan tertentu. Komunikasi dan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar potensi persoalan sosial dapat diantisipasi sejak awal.
Baca Juga : UDG ke-X Luwu Timur Resmi Dibuka, Wabup Puspawati Tekankan Kerukunan dan Sportivitas Peserta
Forum tersebut sekaligus mempertegas posisi tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat masyarakat.
Dengan semakin kuatnya komunikasi antara pemerintah, FKUB, organisasi keagamaan, aparat keamanan, tokoh masyarakat dan generasi muda, Luwu Timur diharapkan memiliki fondasi sosial yang semakin kokoh untuk melanjutkan pembangunan.
Kerukunan lintas agama pun tidak sekadar menjadi nilai yang dijaga, tetapi menjadi kekuatan bersama untuk mengawal terwujudnya Luwu Timur Juara: Maju dan Sejahtera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




