Jejakfakta.com, MAKASSAR — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Senin (24/8/2026) malam.
Ajang tersebut diikuti 117 kafilah yang terdiri atas 38 kafilah dari provinsi serta 79 kafilah dari kementerian dan lembaga. Total peserta dan official yang terdaftar mencapai lebih dari 1.000 orang.

Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN) yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional Jadi Dongkrak Perputaran Ekonomi, Munafri: Berkah bagi UMKM
Secara khusus, Zudan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang menjadi lokasi pelaksanaan sejumlah cabang lomba.
"Terima kasih untuk seluruh persiapannya untuk menyelenggarakan acara ini di tengah semua keterbatasan, tapi Kabupaten Pangkep tetap maju terus," ujar Zudan dalam sambutannya.
Mantan Pj. Gubernur Sulsel itu menyebut pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional di Makassar memiliki makna khusus.
Baca Juga : MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dibuka Menag RI di Makassar
Pasalnya, Makassar merupakan kota tempat pertama kali MTQ KORPRI Nasional digelar pada 2012. Karena itu, ia menyebut pelaksanaan MTQ tahun ini sebagai momentum "pulang kampung".
"Saya ingin bernostalgia, 2012 MTQ pertama kali yang diselenggarakan oleh KORPRI itu dilakukan di kota ini, di Kota Makassar tahun 2012. Dan hari ini MTQ pulang kampung," katanya.
Menurut Zudan, MTQ KORPRI telah mengalami perkembangan signifikan sejak pertama kali digelar.
Baca Juga : Pemkot Makassar Sambut 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional Lewat Defile Kafilah
Pada pelaksanaan pertama, MTQ KORPRI hanya diikuti 33 kafilah. Sementara pada 2026, jumlahnya berkembang menjadi 117 kafilah yang berasal dari provinsi, kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi.
"MTQ pertama diikuti oleh 33 kafilah dan hari ini naik empat kali lipat diikuti oleh 117 kafilah," ungkapnya.
Perkembangan tersebut, kata Zudan, menunjukkan semakin tingginya antusiasme ASN untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di lingkungan birokrasi.
Baca Juga : Jelang Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional, 1.157 Peserta Ikuti Defile di Makassar
Zudan menjelaskan, perkembangan MTQ KORPRI juga terlihat dari semakin banyaknya cabang dan golongan yang diperlombakan.
Pada pelaksanaan awal, cabang yang diperlombakan masih terbatas. Namun, seiring evaluasi dan kebutuhan untuk memperkuat keimanan serta ketakwaan ASN, jumlah cabang perlombaan terus dikembangkan.
"Itulah mengapa lahir cabang-cabang baru seperti doa, azan, khotbah, kemudian penulisan ilmiah, dan baca serta cipta puisi Islami," jelas Zudan.
Baca Juga : Lewat Malam Taaruf, Munafri Sambut 117 Kafilah MTQ KORPRI Nasional di Makassar
Menurutnya, pengembangan cabang tersebut merupakan bagian dari upaya KORPRI meningkatkan keimanan dan ketakwaan ASN sekaligus memperluas ruang-ruang dakwah di kalangan aparatur negara.
"Oleh karena itu, saya berharap semakin ke depan akan semakin banyak cabang yang dilombakan sehingga partisipasi ASN terus meningkat," harapnya.
Pada MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, sejumlah cabang perlombaan dipusatkan di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep.
Di Makassar, cabang yang diperlombakan antara lain hafalan Surah Al-Baqarah, hafalan tujuh surah pilihan, hafalan Juz 30 atau Juz Amma, dakwah Al-Qur'an, tilawah Al-Qur'an, tartil Al-Qur'an, hafalan Surah Ali Imran, hafalan Surah An-Nisa, doa, khotbah Jumat, azan, serta karya tulis ilmiah Al-Qur'an.
Sementara di Kabupaten Pangkep, cabang yang diperlombakan meliputi haflah tilawah Al-Qur'an, cipta dan baca puisi Islami, hafalan hadis Nabi Muhammad SAW, kaligrafi dekorasi, kaligrafi digital klasik/tradisional, kaligrafi digital kontemporer, serta kaligrafi lukis kontemporer.
"Pembagian lokasi ini menjadikan MTQ VIII KORPRI Nasional sebagai momentum memperkenalkan potensi kedua daerah kepada para peserta dan pendamping dari seluruh Indonesia," tuturnya.
Selain aspek keagamaan, Zudan menilai pelaksanaan MTQ KORPRI Nasional memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi daerah penyelenggara.
Kehadiran kafilah, official, pendamping, dan masyarakat yang ikut meramaikan kegiatan membuat tingkat hunian hotel meningkat serta menggerakkan berbagai sektor usaha.
Ia bahkan mengajak seluruh kafilah memanfaatkan waktu selama berada di Makassar untuk menikmati berbagai fasilitas dan pusat ekonomi yang ada.
"Terima kasih atas kehadirannya menggembirakan hati Pak Wali Kota Makassar dan Pak Bupati Pangkep karena hotel-hotel jadi penuh," ujarnya.
Dalam suasana penuh canda, Zudan juga mengajak para peserta menikmati Kota Makassar selama pelaksanaan MTQ. Ia menyebut area di bawah Lapangan Karebosi terhubung dengan pusat perbelanjaan dan mengajak para peserta berbelanja selama berada di Makassar.
"Silakan berbelanja di sini, habiskan uang sakunya selama di Makassar," kata Zudan, disambut suasana meriah peserta.
Momentum pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional juga menjadi kesempatan khusus bagi Zudan untuk berpamitan.
Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan MTQ di Makassar menjadi kesempatan terakhir bagi dirinya bersama jajaran pengurus KORPRI saat ini untuk menyelenggarakan MTQ nasional.
Zudan menyebut dirinya bersama jajaran pengurus telah mengabdi selama 12 tahun dan, sesuai dengan ketentuan organisasi, saatnya dilakukan regenerasi kepemimpinan.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang mendalam sekaligus saya ingin menyampaikan pamitan dari saya dan seluruh pengurus karena kesempatan ini adalah kesempatan terakhir saya dan rekan-rekan pengurus KORPRI untuk menyelenggarakan MTQ seperti ini," ungkapnya.
"Dua tahun lagi akan diselenggarakan oleh pengurus yang baru, karena sudah saatnya kami melakukan regenerasi," sambungnya.
Zudan bahkan menyebut MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 sebagai "MTQ wada" atau MTQ perpisahan bagi dirinya dan jajaran pengurus.
Selama 12 tahun kepemimpinannya, KORPRI telah menyelenggarakan sejumlah MTQ nasional dengan berbagai perkembangan.
"Selama 12 tahun ini kami sudah menyelenggarakan enam kali MTQ, 2016, 2018, 2020, 2021, 2022, 2024 dan hari ini 2026. Kalau dihitung semuanya tujuh kali dengan satu kali virtual di tahun 2020 karena ada pandemi Covid," jelasnya.
Ia berharap regenerasi kepemimpinan KORPRI nantinya dapat melanjutkan semangat membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di kalangan ASN.
Dalam kesempatan tersebut, Zudan juga menyinggung persaingan memperebutkan gelar juara umum MTQ KORPRI Nasional. Namun, Zudan menyerahkan sepenuhnya hasil perlombaan kepada dewan hakim.
Ia berharap seluruh kafilah dapat memberikan penampilan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.
"Mudah-mudahan kali ini semuanya bisa memberikan prestasi yang terbaik. Biarlah Tuhan yang menentukan serta dewan hakim yang menentukan siapa juara umumnya," ungkapnya.
Zudan menegaskan, perjalanan panjang MTQ KORPRI tidak semata-mata bertujuan melahirkan juara.
Lebih jauh, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun keimanan dan ketakwaan ASN serta mendorong aparatur negara agar menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai bagian dari kehidupan dan pengabdian.
Ia mengapresiasi dukungan seluruh kafilah yang selama ini terus bersama KORPRI dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur'an.
"Makassar bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga menjadi saksi perkembangan MTQ KORPRI dari 33 kafilah hingga kini mencapai 117 kafilah, sekaligus menjadi panggung regenerasi kepengurusan KORPRI nasional," tutup Prof. Zudan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




