Senin, 24 Agustus 2026 13:59

Pemkot Makassar Siapkan Strategi Bawa Produk Lokal dan Pariwisata ke Pasar Internasional

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Pertemuan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan CEO dan Founder IBR, Imat Badruddin, di Kantor Wali Kota Makassar, Senin (24/8/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Pertemuan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan CEO dan Founder IBR, Imat Badruddin, di Kantor Wali Kota Makassar, Senin (24/8/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar menyiapkan strategi membawa produk UMKM, pariwisata, dan talenta kreatif lokal menembus pasar internasional.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar membuka peluang lebih luas untuk memperkenalkan potensi pariwisata serta produk kerajinan lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke pasar internasional.

Peluang tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan CEO dan Founder IBR, Imat Badruddin, di Kantor Wali Kota Makassar, Senin (24/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Imat Badruddin berbagi perspektif mengenai peta peluang pasar global, khususnya di sektor hospitality, pariwisata, industri kreatif, hingga pengembangan talenta agar sumber daya manusia (SDM) Makassar mampu bersaing di tingkat internasional.

Baca Juga : Dispora Makassar Dukung FORKOT I KORMI, Perkuat Budaya Olahraga dan Ruang Positif bagi Pemuda

Imat, yang merupakan diaspora Indonesia dan berbasis di New York, Amerika Serikat, memiliki pengalaman sekitar dua dekade di bidang pemasaran, komunikasi kreatif, dan manajemen talenta.

Menurutnya, Makassar memiliki modal yang cukup kuat untuk dikembangkan menjadi salah satu kota dengan ekosistem ekonomi dan pariwisata yang mampu terkoneksi dengan pasar global.

"Banyak potensi di Kota Makassar. Kota ini tidak mulai dari nol. Makassar sudah harus melangkah jauh," ujar Imat dalam pemaparannya.

Baca Juga : Sidak Puskesmas Jongaya, Appi Soroti Lingkungan Kumuh dan Minta Segera Dibersihkan

Ia menilai Kota Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari posisi strategis sebagai gateway kawasan Indonesia Timur, keberadaan perguruan tinggi, potensi pariwisata, hingga basis komersial yang telah berkembang.

Potensi tersebut, kata dia, tinggal dikemas dan dimonetisasi melalui strategi yang tepat sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

"Makassar punya tourism asset yang besar. Tinggal bagaimana dikembangkan menjadi satu tourism ecosystem," katanya.

Baca Juga : PDAM Makassar dan OJK Sulselbar Koordinasikan Solusi Kendala Pasokan Air

Imat kemudian menawarkan tiga gagasan yang dinilai dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan Makassar menuju pasar global, yakni Experience Makassar, Creative Outsourcing Center, dan Makassar Hub.

Experience Makassar

Experience Makassar diarahkan untuk mengembangkan dan mengemas pengalaman wisata yang dimiliki Makassar sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Baca Juga : Kabut Asap Selimuti Makassar, Penggunaan Obat Gangguan Pernapasan di RSUD Daya Naik 80 Persen

Sementara itu, Creative Outsourcing Center tidak dimaksudkan untuk mengambil alih atau bersaing dengan pelaku industri kreatif lokal.

Sebaliknya, konsep tersebut diarahkan untuk menghubungkan talenta lokal dengan kebutuhan industri dan pasar global.

Menurut Imat, Makassar memiliki banyak talenta potensial, terutama yang berasal dari perguruan tinggi.

Baca Juga : Pantau Kabut Asap di BMKG, Appi Siapkan Solusi dan Antisipasi Musim Hujan di Makassar

Talenta tersebut dapat diarahkan untuk mengerjakan berbagai kebutuhan industri internasional tanpa harus meninggalkan Makassar.

"Jadi, Creative Outsourcing Center bukan berarti kita buka studio di sini kemudian bersaing dengan orang kreatif di sini," tuturnya.

"Justru talenta yang ada di sini kita hubungkan dengan kebutuhan di luar," tambahnya.

Makassar Hub

Konsep ketiga adalah Makassar Hub yang dapat menjadi pintu masuk promosi produk dan jasa lokal ke pasar internasional.

Imat mengatakan, pelaku UMKM Makassar yang telah memiliki produk dengan kualitas ekspor dapat diberikan akses untuk dipasarkan melalui jejaring internasional yang dimilikinya.

Ia menyarankan agar produk yang dipromosikan tidak harus selalu dalam jumlah besar, tetapi dapat dimulai dari produk-produk kecil dan kebutuhan rumah tangga yang memiliki potensi pasar.

"Kalau punya barang yang sudah export approved, quality export, kasih ke saya. Kami bisa perkenalkan," ujarnya.

Namun, menurutnya, pemerintah perlu melakukan proses kurasi terlebih dahulu. Kurasi tidak hanya menyangkut pelaku UMKM, tetapi juga kualitas produk yang akan dibawa ke pasar global.

"Yang kita kurasi bukan orangnya saja, tapi barangnya," katanya.

Imat juga menekankan pentingnya strategi keberlanjutan dalam membawa produk Indonesia ke pasar luar negeri.

Menurutnya, kehadiran dalam pameran internasional tidak boleh berhenti pada kegiatan promosi selama beberapa hari.

Ia menilai persoalan terbesar justru muncul setelah pameran selesai, ketika pelaku usaha harus melakukan tindak lanjut terhadap calon pembeli, menjaga komunikasi, memastikan ketersediaan produk, hingga memenuhi kebutuhan pasar.

"Kalau berdagang di luar negeri jangan hanya datang pameran tiga hari, kemudian pulang. Kunci keberhasilan dari pameran adalah setelah pameran," tegasnya.

Untuk itu, keberadaan hub atau jejaring pemasaran di negara tujuan dinilai penting agar produk lokal tetap memiliki representasi dan dapat ditindaklanjuti setelah kegiatan promosi berakhir.

Imat mencontohkan sejumlah negara yang dinilai berhasil membangun strategi untuk menembus pasar global dengan mempelajari praktik negara lain yang telah lebih dahulu sukses.

Ia berharap Pemkot Makassar dapat memanfaatkan seluruh potensi yang telah dimiliki, bukan sekadar membangun sesuatu dari awal.

"Jadi kita ini banyak sekali yang bisa dilakukan. Makassar itu tidak dari nol, sudah punya banyak modal," jelasnya.

Melalui pengembangan tiga inisiatif tersebut, Imat berharap Makassar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, produktivitas, sekaligus memperluas promosi produk dan jasa lokal ke pasar internasional.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar membuka jejaring dan peluang kolaborasi baru untuk mendorong pariwisata, UMKM, dan industri kreatif, serta meningkatkan kualitas SDM lokal agar semakin kompetitif di tingkat global. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pemkot Makassar #produk lokal #UMKM Makassar #pariwisata Makassar #Pasar Global #Pasar Internasional #industri kreatif Makassar #Imat Badruddin #Munafri Arifuddin #Makassar Hub
Youtube Jejakfakta.com