Ahad, 30 Agustus 2026 20:07

Bau Mulai Berkurang, Kolam Lindi TPA Antang Ditreatment dengan Teknologi Mikroba EcoTru

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Pembenahan kolam air lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Pembenahan kolam air lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Treatment mikroba EcoTru di kolam lindi TPA Antang memasuki hari ketiga. Biofilm mulai terbentuk, bau berkurang, dan efluen ditarget memenuhi baku mutu.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pembenahan kolam air lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, mulai menunjukkan perubahan setelah dilakukan treatment menggunakan teknologi mikrobiologi.

Memasuki hari ketiga penerapan treatment, biofilm mulai terbentuk di salah satu kolam dan bau menyengat dari air lindi dilaporkan mulai berkurang. Pemerintah Kota Makassar bersama PT Esa Maha Karya Tunggal (EcoTru) menargetkan proses tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi kolam secara kasatmata, tetapi juga membuat kualitas efluen memenuhi baku mutu lingkungan.

Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal (EcoTru), Eka Lestari Sinaga, mengatakan treatment yang diterapkan menggunakan metode mikrobiologi berbasis bakteri dan enzim organik.

Baca Juga : Hadiri Pesta Rakyat di Mamajang, Munafri Tegaskan Program Iuran Sampah Gratis Terus Diperluas

Eka menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi pembenahan kolam air lindi di kawasan TPA Tamangapa, Minggu (30/8/2026).

"Treatment yang sedang kita jalankan menggunakan metode mikrobiologi 100 persen alami. Mekanismenya, bakteri ini sudah diaplikasikan selama tiga hari," ujar Eka.

Dalam peninjauan tersebut, Eka didampingi Kepala Bidang Wilayah II Pusdal LH Sulawesi dan Maluku Arnianah Alwi serta Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Ferdi Mochtar.

Baca Juga : Appi Apresiasi Petugas Kebersihan Bontoala, Iuran Sampah Gratis Diperluas hingga 2.500 Rumah

Pembenahan difokuskan pada kolam penampungan dan pengolahan air lindi yang menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pengelolaan limbah di TPA Tamangapa.

Air lindi merupakan cairan yang terbentuk dari rembesan air melalui timbunan sampah. Cairan tersebut dapat membawa material organik maupun berbagai zat pencemar sehingga perlu diolah sebelum dialirkan keluar sebagai efluen.

Biofilm Mulai Terbentuk

Baca Juga : Setahun Tragedi DPRD Makassar, Appi: Kehilangan Nyawa Korban Tak Akan Terlupakan

Eka menjelaskan, penerapan mikrobiologi akan dilakukan secara berkelanjutan selama tujuh hari untuk melihat perkembangan proses penguraian material organik dan polutan di dalam kolam lindi.

Pada tahap berikutnya, sedimen atau lumpur lama yang berada di dasar kolam diharapkan terdorong ke permukaan. Material tersebut kemudian dapat disaring sehingga jumlah sedimen di dalam kolam berkurang secara bertahap.

"Sedimen ataupun lumpur yang sudah lama akan dinaikkan. Mekanismenya nanti dia mengambang di atas air kolam, kemudian akan disaring. Sedimennya akan berkurang dari kinerja bakteri EcoTru," jelasnya.

Baca Juga : Wali Kota Appi Tindaklanjuti Keluhan Warga soal Pemadaman Bergilir PLN, Ditargetkan Normal 5 September

Menurut Eka, mikroorganisme yang digunakan mampu bekerja pada kondisi lingkungan yang relatif ekstrem, dengan rentang pH 5 hingga 9 dan suhu antara 20 sampai 60 derajat Celsius.

"Dengan kondisi air yang ekstrem, bakteri ini mampu bertahan hidup," terangnya.

Memasuki hari ketiga treatment, perubahan mulai terlihat pada Kolam 7. Salah satu indikatornya adalah mulai terbentuk biofilm.

Baca Juga : Pesta Rakyat Manggala, Munafri Tegaskan Komitmen Jadikan Manggala Prioritas Pembangunan

Biofilm tersebut berfungsi sebagai media untuk menahan mikroorganisme agar tidak cepat terbawa keluar bersama aliran efluen. Dengan begitu, bakteri dapat bertahan lebih lama di dalam kolam dan terus bekerja menguraikan material pencemar.

"Jadi hari ketiga ini sudah tampak biofilm di Kolam 7. Itu berfungsi sebagai penahan bakteri untuk tidak keluar ke efluen secara cepat, sehingga bakteri bisa bekerja terus-menerus sampai tiga bulan ke depan," ungkap Eka.

Bukan Sekadar Menghilangkan Bau

Pengolahan air lindi di TPA Tamangapa tidak hanya diarahkan untuk mengurangi bau. Pemkot Makassar dan EcoTru menargetkan kualitas air hasil pengolahan memenuhi parameter lingkungan yang dipersyaratkan.

Eka mengatakan kejernihan air dan berkurangnya bau memang menjadi perubahan yang diharapkan terlihat selama proses treatment. Namun, keberhasilan pengolahan tidak dapat hanya ditentukan berdasarkan perubahan warna atau bau.

"Yang diutamakan adalah menjernihkan air, kemudian menekan bau busuk yang ada dari air lindi ataupun air hasil dari TPA ini," tegasnya.

Untuk memastikan kualitas air memenuhi ketentuan, sejumlah parameter lingkungan tetap harus diuji. Di antaranya Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), serta kandungan logam berat seperti kadmium.

"Berdasarkan aturan dari KLH, ada parameter seperti COD, BOD, TSS, kadmium, itu juga harus turun sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan," sebutnya.

Artinya, perubahan visual pada kolam baru menjadi indikator awal. Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah apakah kualitas efluen setelah treatment benar-benar memenuhi baku mutu lingkungan.

Bagian dari Pemulihan TPA Tamangapa

Eka menambahkan, treatment tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan kawasan TPA Tamangapa, termasuk area yang saat ini mendapatkan sanksi administratif.

"Jadi, proses pembenahan ini juga menjadi bagian dari upaya kami PT EcoTru bersama Pemerintah Kota Makassar melakukan perbaikan terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan TPA Tamangapa," katanya.

"Ya, termasuk menindaklanjuti sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)," tambahnya.

Proses pemulihan akan dilakukan secara bertahap dengan memantau perkembangan kualitas air serta hasil pengolahan pada masing-masing kolam.

"Ini akan diaplikasikan sampai nanti area yang memang sedang terkena sanksi administratif bisa pulih kembali," terangnya.

EcoTru menggunakan bakteri dan enzim organik untuk membantu mengurai material pencemar dalam air lindi. Menurut Eka, pendekatan tersebut sebelumnya telah diterapkan di sejumlah lokasi TPA di Indonesia untuk membantu pengolahan limbah dan remediasi lingkungan.

Dengan treatment yang berjalan bertahap, pembenahan kolam lindi TPA Tamangapa kini diarahkan pada dua target sekaligus: mengurangi persoalan bau dan sedimen serta memastikan kualitas efluen memenuhi baku mutu lingkungan. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#TPA Antang #TPA Tamangapa #air lindi #Kolam Lindi #EcoTru #PT Esa Maha Karya Tunggal #teknologi mikroba #pengolahan air lindi #Pemkot Makassar #DLH makassar #biofilm #baku mutu lingkungan #pengelolaan limbah #remediasi lingkungan
Youtube Jejakfakta.com