Rabu, 23 September 2026 20:03

Pokja Bunda PAUD Makassar Perkuat Komunikasi Inspiratif, Dorong Kolaborasi PAUD dari Guru hingga Orang Tua

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Public Speaking yang digelar Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dengan mengangkat tema “Speak with Confidence, Heart & Impact: Membangun Kepercayaan Diri dan Komunikasi Inspiratif untuk Penguatan PAUD” di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu (23/9/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Public Speaking yang digelar Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dengan mengangkat tema “Speak with Confidence, Heart & Impact: Membangun Kepercayaan Diri dan Komunikasi Inspiratif untuk Penguatan PAUD” di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu (23/9/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pokja Bunda PAUD Makassar menggelar Public Speaking untuk memperkuat kepercayaan diri, komunikasi efektif, dan kolaborasi dalam penguatan pendidikan anak usia dini.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas pembelajaran. Kemampuan para penggeraknya dalam berkomunikasi, membangun kepercayaan, dan menggerakkan kolaborasi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem PAUD yang berkualitas.

Hal tersebut menjadi fokus kegiatan Public Speaking yang digelar Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dengan mengangkat tema “Speak with Confidence, Heart & Impact: Membangun Kepercayaan Diri dan Komunikasi Inspiratif untuk Penguatan PAUD” di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan ini diikuti pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Makassar, serta para guru PAUD se-Kota Makassar.

Baca Juga : Transformasi Digital Makassar Berbuah Penghargaan TP2DD Terbaik 2026

Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa usia dini merupakan fase penting dalam perjalanan kehidupan seseorang. Pada fase tersebut, karakter, rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, dan berbagai potensi dasar mulai tumbuh dan berkembang.

“Pada masa inilah karakter, rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta berbagai potensi dasar setiap individu mulai tumbuh dan berkembang,” ujar Melinda.

Menurutnya, PAUD bukan sekadar proses pendidikan yang berlangsung di ruang kelas. Lebih dari itu, PAUD merupakan sebuah ekosistem yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga Bunda PAUD.

Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Terima Kunjungan Pemprov NTB, Bahas Perlindungan Pekerja Rentan

Dalam ekosistem tersebut, kata Melinda, Bunda PAUD memiliki posisi strategis sebagai penggerak, motivator, komunikator, sekaligus mitra berbagai pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.

Namun, peran tersebut membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik.

“Untuk dapat menggerakkan dan menginspirasi, tentu dibutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik,” katanya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Perkuat Anggaran dan Armada, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah

Melinda menjelaskan, kemampuan public speaking bukan hanya berkaitan dengan keberanian berbicara di depan umum. Kemampuan tersebut juga menyangkut bagaimana sebuah pesan dapat dipahami, diterima, kemudian mendorong orang lain untuk melakukan hal-hal positif.

Karena itu, seorang Bunda PAUD dituntut mampu berkomunikasi dengan berbagai kelompok dengan karakter dan kebutuhan yang berbeda, mulai dari guru, orang tua, tokoh masyarakat, pemerintah, hingga anak-anak.

“Seorang Bunda PAUD dapat berkomunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari guru, orang tua, tokoh masyarakat, pemerintah hingga anak-anak yang memiliki karakter dan kebutuhan berbeda,” tutur Melinda.

Baca Juga : Munafri Arifuddin Dorong Mahasiswa Elektro Hadirkan Teknologi Modern untuk Kota Makassar

Komunikasi Jadi Kunci Membangun Dukungan

Melinda berharap kemampuan komunikasi yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat membantu Bunda PAUD menyampaikan berbagai program kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Menurutnya, program yang baik tetap membutuhkan komunikasi yang efektif agar dapat memperoleh dukungan dan partisipasi masyarakat.

Baca Juga : Sambut Dubes Swiss di Makassar, Aliyah Buka Peluang Kolaborasi Internasional

“Sebaik apa pun sebuah program, apabila tidak dikomunikasikan dengan baik, akan sulit mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan, Pemerintah Kota Makassar membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bunda PAUD, pemerintah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Melinda juga mendorong para peserta untuk tidak ragu tampil dan berbicara.

“Jangan takut salah ketika berbicara. Jangan takut untuk tampil. Karena setiap suara yang disampaikan dengan niat baik dapat menjadi awal dari sebuah perubahan,” pesannya.

Bukan Hanya Pandai Bicara, tetapi Juga Mendengar

Selain kemampuan berbicara, Melinda mengingatkan pentingnya kemampuan mendengarkan. Menurutnya, komunikasi efektif tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan pesan, tetapi juga kemampuan memahami orang lain.

“Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang seberapa baik kita berbicara, tetapi juga seberapa baik kita mendengarkan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, dengan mendengarkan guru, Bunda PAUD dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Dengan mendengarkan orang tua, kebutuhan keluarga dapat dipahami lebih baik. Sementara dengan mendengarkan anak, para penggerak PAUD dapat memahami dunia dan kebutuhan anak secara lebih utuh.

Melinda menilai komunikasi yang baik akan membuka ruang kolaborasi, sementara kolaborasi dapat berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kualitas PAUD.

“Dari komunikasi yang baik, lahirlah kolaborasi. Dari kolaborasi, lahirlah gerakan. Dan dari gerakan bersama, kita dapat membangun PAUD yang semakin berkualitas,” ungkapnya.

Peserta Tak Hanya Mendengar Materi

Untuk memperkuat kompetensi peserta, Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menghadirkan sejumlah trainer dengan materi yang berbeda.

Dr. H. Muh. Fadli Tahar membawakan materi Hypno Public Speaking. Selanjutnya, Prof. Dr. H. Muhammad Hidayat menyampaikan materi Pentingnya Public Speaking sebagai Kunci Kesuksesan.

Sementara itu, CEO & Founder Growth Indonesia, Dr. Irwani Pane, memberikan materi Cara Public Speaking yang Baik untuk Guru PAUD.

Kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Para peserta juga mengikuti praktik langsung public speaking untuk mengasah kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan gagasan, serta membangun komunikasi yang efektif dan inspiratif.

Melalui kegiatan tersebut, penguatan kapasitas Bunda PAUD dan guru diharapkan tidak berhenti pada kemampuan berbicara di depan publik, tetapi dapat diterapkan dalam membangun komunikasi yang lebih efektif dengan guru, orang tua, masyarakat, pemerintah, dan terutama anak-anak.

Dengan demikian, komunikasi menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat kolaborasi dan menggerakkan ekosistem PAUD di Kota Makassar. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Bunda PAUD Makassar #Pokja Bunda PAUD #PAUD Makassar #Guru PAUD #Public Speaking #Pendidikan Anak Usia Dini #melinda aksa #Pemkot Makassar #pendidikan Makassar #Komunikasi Inspiratif
Youtube Jejakfakta.com