Selasa, 06 Oktober 2026 17:04

Bupati Enrekang Buka PBK Batch 5, Dorong Peserta Tak Sekadar Raih Sertifikat

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 5 yang digelar Pemkab Enrekang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, Selasa (6/10/2026). @Jejakfakta/dok. IST.
Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 5 yang digelar Pemkab Enrekang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, Selasa (6/10/2026). @Jejakfakta/dok. IST.

Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga membuka PBK Batch 5 bersama BPVP Pangkatihan kerja Enrekang, tenaga kerja Enrekang, lapangan kerja Enrekang, skill tenaga kerja, pelatihan vokasi, pengangguranep untuk meningkatkan skill, membuka akses kerja, dan mendorong usaha mandiri.

Jejakfakta.com, ENREKANG — Pemerintah Kabupaten Enrekang mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja sebagai salah satu langkah memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya itu diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 5 yang digelar Pemkab Enrekang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, Selasa (6/10/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama 20 hari tersebut diikuti peserta dalam kelas berisi 16 orang. Program ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri.

Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin, mengatakan pihaknya menyiapkan sebanyak 60 paket pelatihan. Pelaksanaan setiap paket disesuaikan dengan kesiapan peserta serta kebutuhan kompetensi yang diperlukan.

Baca Juga : Dua Tuntutan Warga, Dua Mediasi Digelar Bupati Luwu Timur dalam Sehari

Setiap paket dirancang dengan kapasitas 16 peserta per kelas. Menurut Ashari, pelatihan tersebut diharapkan mampu menghasilkan keterampilan yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kopumkmnakertrans) Enrekang, Hasbar, menilai peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dari intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.

“Pelatihan menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam membina dan meningkatkan kualitas tenaga kerja, terutama melalui peningkatan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja,” kata Hasbar.

Baca Juga : Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Terima Kunjungan Pemprov NTB, Bahas Perlindungan Pekerja Rentan

Menurut Hasbar, peningkatan keterampilan juga berkaitan erat dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Masyarakat yang memiliki kompetensi lebih baik dinilai memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dunia kerja ataupun menciptakan pekerjaan secara mandiri.

Karena itu, pelatihan vokasi diharapkan tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang pelatihan, tetapi dapat berlanjut pada pemanfaatan keterampilan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran dan mendukung visi Enrekang Sejahtera untuk Semua.

Baca Juga : Munafri Arifuddin Dorong Mahasiswa Elektro Hadirkan Teknologi Modern untuk Kota Makassar

Bupati: Jangan Berhenti di Sertifikat

Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga saat membuka PBK Batch 5 menekankan bahwa perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang menuntut tenaga kerja untuk terus beradaptasi.

Menurutnya, persaingan yang semakin terbuka membuat sumber daya manusia harus memiliki kompetensi, produktivitas, inovasi, kemampuan beradaptasi dan daya saing.

Baca Juga : Gowa Raih Penghargaan Kemendagri, Turunkan Stunting hingga 17 Persen dan Kantongi Insentif Rp1 Miliar

“Pembangunan sumber daya manusia harus menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan daerah,” ujar Yusuf Ritangnga.

Ia menilai PBK merupakan langkah nyata untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada masyarakat, baik untuk digunakan saat memasuki dunia kerja maupun dikembangkan sebagai usaha mandiri.

Bupati juga mengingatkan peserta agar mengikuti pelatihan secara serius, disiplin dan bertanggung jawab. Sertifikat, kata dia, bukan menjadi tujuan akhir dari pelatihan.

Baca Juga : Bupati Gowa Tinjau KME di Borongloe, Pastikan Pembaruan Data dan Intervensi Bantuan

“Peserta diharapkan tidak berhenti pada perolehan sertifikat, tetapi mampu menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh setelah kembali ke masyarakat,” katanya.

Yusuf mendorong peserta menjadikan pelatihan tersebut sebagai investasi untuk masa depan. Bekal kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat digunakan untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus membuka peluang kerja bagi diri sendiri maupun orang lain.


Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Kerja

Pembukaan PBK Batch 5 juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, BPVP Pangkep, lembaga pelatihan, dunia usaha dan dunia industri.

Kolaborasi tersebut dibutuhkan agar pelatihan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta dan sertifikasi, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Bupati Enrekang berharap kerja sama Pemkab Enrekang dan BPVP Pangkep dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan, sertifikasi dan peningkatan kompetensi.

Dengan demikian, pelatihan vokasi diharapkan menjadi salah satu pintu bagi masyarakat Enrekang untuk meningkatkan keterampilan, mendapatkan pekerjaan, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#pelatihan berbasis kompetensi #PBK Enrekang #BPVP Pangkep #bupati enrekang #Yusuf Ritangnga #pelatihan kerja #Tenaga Kerja #lapangan kerja #skill tenaga kerja #Pelatihan Vokasi #pengangguran Enrekang #Kemiskinan Ekstrem
Youtube Jejakfakta.com