Rabu, 07 Oktober 2026 12:02

Tak Lagi Andalkan Penertiban, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru: Daya Jadi Pusat Ekspedisi dan Tiket Digital

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, saat memberikan keterangan pers, Selasa (6/10/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, saat memberikan keterangan pers, Selasa (6/10/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Perumda Terminal menyiapkan loket bersama yang akan menghimpun layanan dari sekitar 50 PO yang beroperasi di Terminal Daya.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan strategi baru untuk menghidupkan kembali aktivitas terminal di Kota Makassar. Alih-alih mengandalkan penertiban agar masyarakat masuk ke terminal, pengelola kini memilih membangun layanan dan aktivitas yang membuat penumpang maupun operator angkutan memiliki alasan untuk datang dengan sendirinya.

Strategi tersebut mencakup digitalisasi layanan tiket melalui aplikasi “Appilei”, pengembangan Terminal Regional Daya sebagai pusat ekspedisi barang, penguatan fungsi feeder di Terminal Mallengkeri, hingga rencana menjadikan Terminal Toddoppuli sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu langkah utama untuk mengubah layanan terminal agar lebih mudah diakses masyarakat.

Baca Juga : Dispora Makassar Sulap Halaman Balai Kota Jadi Stadion Mini, Warga Nobar Final ASEAN Cup

Aplikasi Appilei saat ini disebut telah mencapai sekitar 90 persen dan memasuki tahap akhir sebelum diluncurkan. Aplikasi tersebut rencananya terintegrasi dengan Lontara Plus milik Pemerintah Kota Makassar dan platform Gojek.

“Secara prinsip, kita sudah siap. Tinggal launching. Insya Allah November, mungkin bersamaan dengan ulang tahun Kota Makassar, kita akan merilis sistem aplikasi itu yang bekerja sama dengan Gojek di Lontara Plus,” kata Elber, Selasa (6/10/2026).

Melalui Appilei, calon penumpang nantinya dapat melihat informasi perusahaan otobus (PO), tujuan perjalanan, jadwal keberangkatan hingga tarif sebelum datang ke terminal.

Baca Juga : Buka Rakernas II GWS di Makassar, Appi: Urban Farming Bisa Jadi Solusi Ketahanan Pangan

Sistem tersebut juga memungkinkan pemesanan tiket secara digital sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang ke loket untuk melakukan transaksi secara tunai.

Tekan Kebocoran Pendapatan Terminal

Digitalisasi tidak hanya diarahkan untuk memudahkan penumpang. Perumda Terminal juga menyiapkan sistem digitalisasi manifes penumpang agar data jumlah penumpang dari setiap PO dapat tercatat secara lebih akurat.

Baca Juga : Setahun Menjabat, Appi Siapkan Rotasi Lurah: Kinerja Jadi Penentu, Bukan “Telepon”

Sistem pembayaran tunai pun secara bertahap akan diminimalkan. Seluruh transaksi nantinya tercatat secara digital sehingga pembayaran dapat masuk langsung ke sistem administrasi terminal.

“Jadi, pembayaran langsung masuk ke kas terminal, sehingga kebocoran pendapatan bisa diminimalkan. Poin utamanya adalah kami ingin memaksimalkan pendapatan daerah yang ada di terminal,” ujar Elber.

Untuk mendukung sistem tersebut, Perumda Terminal menyiapkan loket bersama yang akan menghimpun layanan dari sekitar 50 PO yang beroperasi di Terminal Daya.

Baca Juga : Aliyah Hadiri Pelantikan I Wayan Gede Rumega sebagai Hakim Tinggi Denpasar

Konsepnya dibuat menyerupai layanan perjalanan digital. Tiket fisik nantinya tidak lagi menjadi kebutuhan utama karena data perjalanan telah tercatat dalam sistem.

“Kurang lebih gambarannya seperti itu, tidak ada lagi tiket fisik di pintu masuk karena kita sudah MoU dengan pemilik PO,” katanya.

Daya Disiapkan Jadi Pusat Ekspedisi

Baca Juga : Munafri Tegaskan Camat-Lurah Tak Boleh Lagi Kerja Seremonial, Harus Beri Dampak Nyata ke Masyarakat

Transformasi Terminal Daya tidak berhenti pada digitalisasi tiket. Perumda Terminal juga tengah menyiapkan konsep baru dengan menjadikan kawasan tersebut sebagai terminal ekspedisi barang.

Aktivitas terminal akan dibagi berdasarkan waktu. Sore hingga malam hari tetap digunakan untuk layanan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).

Sementara pada pagi hingga sore hari, kawasan tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas feeder dan ekspedisi barang.

“Core business kita adalah ingin membuat terminal ekspedisi barang di sini. Pada sore sampai malam hari fungsinya sebagai terminal AKAP/AKDP. Sedangkan pagi sampai sore kita asumsikan sebagai terminal feeder,” ungkap Elber.

Menurut dia, pola tersebut diharapkan dapat mengatasi kondisi Terminal Daya yang selama ini cenderung sepi pada pagi hingga siang hari.

Studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk pengembangan tersebut telah disiapkan dan ditandatangani Dewan Pengawas. Dokumen itu juga telah disampaikan kepada Wali Kota Makassar dan kini masih dalam proses telaah di Bagian Perekonomian Pemkot Makassar.

Perumda Terminal juga merencanakan pembangunan SPBU di bagian depan kawasan Terminal Daya. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi magnet tambahan bagi kendaraan dan pelaku usaha untuk masuk ke kawasan terminal.

“Kalau ada penunjang berupa SPBU, mobil-mobil nantinya bisa datang ke sini tanpa harus masuk ke kota lagi untuk mengantar, karena mereka sudah mengisi BBM di sini,” katanya.

Mallengkeri Diperkuat, Toddoppuli Dialihkan Jadi RTH

Sementara itu, Terminal Mallengkeri diarahkan untuk memperkuat fungsi sebagai simpul transportasi lokal sekaligus aktivitas ekonomi.

Pada malam hari, kawasan tersebut digunakan untuk aktivitas bongkar muat sayur-mayur. Sedangkan pagi hingga siang hari difungsikan sebagai terminal feeder.

Kawasan tersebut juga telah memiliki pool Bluebird. Saat ini, sekitar 80 hingga 100 unit mobil disebut telah beraktivitas di dalam terminal.

Berbeda dengan Daya dan Mallengkeri, Terminal Toddoppuli justru direncanakan untuk dikosongkan dan dialihkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) sesuai rencana Pemerintah Kota Makassar.

Namun, proses pengosongan masih menunggu penyelesaian persoalan hukum dan administrasi. Sebelumnya, rencana tersebut sempat mendapat gugatan dari pedagang yang beraktivitas di kawasan terminal.

Elber mengatakan pihaknya memilih pendekatan persuasif dan menunggu keputusan hukum sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Kami tidak ingin bersikap arogan, meskipun sebenarnya bisa saja kami keluarkan. Jadi kita tunggu dahulu keputusan hukumnya, baru kita tindak lanjuti,” pungkasnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#terminal daya #Terminal Mallengkeri #Terminal Toddoppuli #Perumda Terminal Makassar Metro #Appilei #tiket bus digital #digitalisasi terminal #ekspedisi Terminal Daya #Lontara Plus #Gojek Makassar #Transportasi Makassar #Pemkot Makassar
Youtube Jejakfakta.com