Senin, 12 Oktober 2026 11:07

WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Kondisi cuaca buruk asap gelap di sekitar Pantai Losari Makassar. @Jejakfakta/dok. IST.
Kondisi cuaca buruk asap gelap di sekitar Pantai Losari Makassar. @Jejakfakta/dok. IST.

WALHI Sulsel mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan karhutla di Kalimantan yang disebut berdampak pada memburuknya kualitas udara di Sulawesi Selatan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Kebakaran tersebut disebut berdampak pada memburuknya kualitas udara di Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Kepala Departemen Eksternal WALHI Sulsel, Rahmat Kottir, menilai pemerintah perlu segera melakukan penanganan serius terhadap karhutla di Kalimantan. Dampak kebakaran dinilai tidak hanya dirasakan di wilayah sekitar titik api, tetapi juga dapat meluas ke daerah lain, termasuk Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Jawaban BPN atas Gugatan Petani Laoli Disorot, Dugaan Tak Ada Verifikasi Lapangan dalam Penerbitan HPL Menguat

“Sebagai kepala negara, kami mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera memadamkan karhutla di Kalimantan. Kebakaran tersebut berimbas pada kondisi udara yang semakin buruk di Sulawesi Selatan dan dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” kata Rahmat Kottir, dalam keterangan persnya, Senin (12/10/2026).

Menurut Rahmat, pengendalian karhutla selama ini masih cenderung lambat karena penanganan sering dilakukan setelah kebakaran meluas. Ia menilai pola tersebut terus berulang setiap tahun tanpa diikuti upaya pencegahan yang memadai.

“Seharusnya pemerintah melakukan pencegahan agar kebakaran tidak terjadi. Pemerintah harus mengambil pelajaran dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, yang terjadi saat ini justru lebih parah. Itu artinya pemerintah tidak serius dalam mencegah karhutla,” ujarnya.

Baca Juga : Wabup Gowa Dorong Safari Subuh Rutin Bersama Forkopimda, Serap Aspirasi Warga

Rahmat juga mengimbau Prabowo Subianto untuk melibatkan seluruh pihak dan mengerahkan sumber daya yang tersedia dalam penanganan karhutla. Menurutnya, upaya tersebut harus mencakup pemadaman kebakaran, pemulihan kawasan hutan dan lahan, serta pemulihan hak-hak masyarakat yang terdampak.

Selain itu, WALHI Sulsel mendesak pemerintah menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Saat ini kondisi kebakaran sangat mengkhawatirkan. Kami meminta keseriusan Prabowo Subianto untuk segera mengonsolidasikan seluruh pihak guna menghentikan kebakaran hutan, memulihkan hutan, serta memulihkan hak-hak rakyat yang terdampak,” tambahnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Salurkan 7,19 Juta Liter Air Bersih untuk 98 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

WALHI Sulsel menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui pemadaman ketika kebakaran telah meluas. Pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan, memastikan pemulihan lingkungan, dan menegakkan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Walhi Sulsel #Prabowo Subianto #karhutla Kalimantan #kualitas udara #Sulawesi Selatan #pencemaran udara #Makassar #kebakaran hutan dan lahan #Rahmat Kottir #Lingkungan HIdup #kabut asap #kesehatan masyarakat
Youtube Jejakfakta.com