Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi peluncuran Program Immersion Makkah yang diinisiasi SPIDI. Program ini dinilai dapat memperluas wawasan keislaman sekaligus membentuk karakter, kemandirian, dan kedisiplinan peserta didik.
Apresiasi tersebut disampaikan Aliyah saat menghadiri SPIDI Islamic Edu Fest 2026 yang dirangkaikan dengan Grand Launching SPIDI Makkah, Living & Learning in Saudi Arabia, di Gedung Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu (10/10/2026).

Dalam sambutannya, Aliyah menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam iman, serta memiliki akhlak mulia.
Baca Juga : Sekda Makassar Minta Camat-Lurah Validasi Data 559.967 Warga, Target 60 Persen hingga Akhir 2026

Ia mengapresiasi keluarga besar SPIDI atas inisiatif menghadirkan kegiatan pendidikan yang memadukan pengembangan potensi akademik, kreativitas, penguatan nilai-nilai keislaman, dan perluasan wawasan global bagi peserta didik.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan Kota Makassar.
Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, menanamkan nilai moral, dan menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Baca Juga : Setelah 6 Bulan Mediasi, Pemkot Makassar Fasilitasi Relokasi 1.200 Ternak Babi di Panaikang
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar SPIDI atas terselenggaranya SPIDI Islamic Edu Fest 2026 serta peluncuran Program Immersion Makkah. Ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujar Aliyah.
Ia menilai SPIDI Islamic Edu Fest 2026 menjadi ruang positif bagi peserta didik untuk menampilkan potensi, kreativitas, inovasi, dan prestasi.
Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga : Pemkot Makassar Salurkan 7,19 Juta Liter Air Bersih untuk 98 Ribu Warga Terdampak Kekeringan
Aliyah menekankan bahwa kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kematangan spiritual dan keluhuran akhlak. Menurutnya, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
“Kecerdasan tanpa akhlak akan kehilangan arah. Sebaliknya, ilmu yang disertai iman dan akhlak akan menjadi kekuatan untuk membawa manfaat bagi sesama. Inilah generasi yang ingin kita bangun, generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Program Immersion Makkah Perluas Wawasan Peserta Didik
Baca Juga : Kadispora Makassar Hadiri Presentasi Final Logo HUT ke-419, Pappaseng Jadi Inspirasi Identitas Kota
Aliyah juga menyambut baik peluncuran Program Immersion Makkah sebagai upaya memperluas pengalaman belajar peserta didik melalui pengenalan langsung terhadap sejarah, budaya, dan nilai-nilai peradaban Islam.
Menurutnya, Makkah memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan umat Islam. Selain menjadi lokasi Masjidil Haram dan Ka'bah, kota suci tersebut menyimpan nilai sejarah serta keteladanan perjuangan Rasulullah SAW yang penting dipahami oleh generasi muda.
Ia menilai program pembelajaran di luar lingkungan sekolah yang dirancang dengan baik dapat menjadi pengalaman berharga untuk memperkuat wawasan keislaman sekaligus menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat belajar.
Baca Juga : Buka Eastern Indonesia Roller Championship 2026, Aliyah Dorong Pembinaan Atlet Muda di Makassar
“Kami berharap anak-anak kita tidak hanya membawa pulang kenangan perjalanan, tetapi juga perubahan positif dalam sikap, ibadah, kedisiplinan, dan semangat menuntut ilmu. Jadilah generasi yang memiliki cita-cita tinggi, berwawasan luas, tetapi tetap rendah hati dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama,” pesannya.
Aliyah berharap Program Immersion Makkah menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang bermakna. Dengan demikian, peserta didik dapat memperoleh perspektif yang lebih luas tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi muslim.
Sinergi Pemerintah, Sekolah, dan Orang Tua
Lebih lanjut, Aliyah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat.
Menurutnya, sekolah berperan dalam memberikan pengetahuan dan pembinaan, sedangkan keluarga menjadi lingkungan pertama untuk menanamkan keteladanan, kasih sayang, kedisiplinan, serta tanggung jawab kepada anak.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk terus membangun komunikasi dan kemitraan yang baik dengan pihak sekolah agar potensi setiap anak dapat berkembang secara optimal.
Aliyah juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik atas dedikasi mereka dalam membentuk generasi penerus bangsa.
“Seorang pendidik tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, membangun karakter, dan menginspirasi peserta didik agar berani meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar memandang lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan Islam, sebagai mitra penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, Makassar membutuhkan generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional, serta tetap menjunjung tinggi nilai agama, menghormati orang tua dan guru, dan mencintai daerahnya.
“Generasi masa depan yang kita harapkan bukan hanya generasi yang sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Makassar,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Aliyah menyampaikan selamat dan sukses atas penyelenggaraan SPIDI Islamic Edu Fest 2026 serta peluncuran Program Immersion Makkah.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat inovasi pendidikan, meningkatkan kualitas pembinaan karakter, serta melahirkan generasi muslim yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Maros Chaidir Syam beserta istri, Pembina Yayasan Pesantren Modern Makassar Muzayyin Arif, Direktur SPIDI Female Boarding School Mukhlisa Arif, perwakilan Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan, perwakilan Kapolres Maros, Ustaz Muh Syamsir Ali, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Asisten I Pemerintah Kota Makassar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta pimpinan SPIDI Female Boarding School. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



