Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menaruh perhatian serius terhadap kondisi kabut asap dan penurunan kualitas udara yang terjadi di Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir.
Di tengah keikutsertaannya dalam agenda internasional United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, Appi meminta jajaran Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Sebagai langkah antisipasi, Appi menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis kepada siswa dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
Baca Juga : Di Forum PBB, Appi Pamerkan Inovasi Hijau Makassar untuk Atasi Banjir, RISE Diperluas ke 7 Lokasi Baru

"Saya merasa prihatin dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara yang terjadi saat ini," ujar Appi dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).
"Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok rentan, termasuk para lanjut usia dan ibu hamil," sambungnya.
Menurut Appi, langkah perlindungan tersebut perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu, asap, dan polutan di udara.
Baca Juga : Hari Santri Nasional 2026 di Makassar Digelar 22 Oktober, 1.000 Santri Bakal Hadiri Upacara di Balai Kota
Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama, terutama ketika kualitas udara memburuk dan aktivitas di luar ruangan berpotensi meningkatkan paparan partikel berbahaya.
Selain pembagian masker, Appi juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), memperkuat koordinasi dan berkolaborasi dengan pihak swasta dalam merespons kondisi tersebut.
"Koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memetakan kondisi di lapangan, meningkatkan kewaspadaan, serta menyiapkan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," imbuh orang nomor satu di Kota Makassar itu.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi Yayasan Kareba Baji, Perkuat Kolaborasi Penanggulangan TB
Appi menambahkan, upaya penanganan, termasuk kemungkinan penyemprotan air dan langkah pendukung lainnya, perlu dikoordinasikan berdasarkan kondisi lapangan serta efektivitasnya dalam membantu mengendalikan debu dan partikel di lingkungan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Warga, terutama kelompok rentan, diminta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
"Perlindungan diri harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan apabila kondisi udara sedang kurang baik," pesannya.
Baca Juga : TP PKK Makassar Gelar Bimtek Perawatan Jenazah, Salurkan Paket Perlengkapan ke Tiap Kelurahan
Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi di daerah, Appi dijadwalkan meninggalkan rangkaian kegiatan United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, dan kembali ke Indonesia pada 14 Oktober 2026, meskipun agenda tersebut belum berakhir.
Setibanya di Makassar, Munafri berencana melakukan koordinasi dan pemantauan langsung terhadap langkah-langkah penanganan yang dijalankan jajaran Pemerintah Kota Makassar.
Ia menegaskan, Pemkot Makassar menempatkan perlindungan kesehatan warga sebagai salah satu prioritas dalam merespons kondisi kabut asap.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Appi Paparkan Program Unggulan Makassar Creative Hub di Forum PBB Jenewa 2026
Melalui pembagian masker, koordinasi lintas perangkat daerah, dan imbauan kesehatan, pemerintah berharap risiko paparan polusi dapat diminimalkan sembari terus memantau perkembangan kualitas udara.
"Kami mengajak masyarakat untuk saling menjaga, mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk akibat paparan asap," imbuh Appi.
Disdik Makassar Siapkan Pembagian Masker Gratis
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Makassar, Dinas Pendidikan Kota Makassar menyiapkan pembagian masker gratis kepada siswa sebagai langkah perlindungan terhadap dampak penurunan kualitas udara dan kabut asap.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan Sekolah Telkom untuk melaksanakan pembagian masker gratis pada Rabu (14/10/2026) pagi.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas perhatian Wali Kota Makassar terhadap kesehatan peserta didik, khususnya di tengah kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai.
"Menindaklanjuti arahan Bapak Wali Kota, kami akan berkolaborasi dengan Sekolah Telkom untuk melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis kepada siswa pada Rabu pagi," ujar Achi.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Pembagian masker juga menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan debu dan partikel asap saat siswa beraktivitas.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan sehat. Pihak sekolah juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta mengingatkan siswa agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Upaya ini sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar agar perangkat daerah terkait bergerak bersama mengambil langkah pencegahan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama anak-anak sebagai kelompok yang rentan terhadap dampak penurunan kualitas udara," tutup Achi. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



